10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Suara

Kapolri Hanya Rapat dengan 8 Orang Komisi II

Jakarta. SUARA PEMBANGUNAN

Petang ini Komisi III DPR bidang Hukum menggelar rapat kerja dengan beberapa penegak hukum untuk membahas usulan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Namun, tingkat kehadiran anggota Dewan kembali dipertanyakan. Kursi Komisi III DPR didominasi kursi kosong yang melompong.

Pantauan VIVAnews petang ini, Kamis 8 Maret 2012, di ruang rapat Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sudah terlihat hadir. Tapi sayang, dalam rapat ini hanya terlihat 8 dari 51 anggota Komisi III yang sudah ada di kursinya masing-masing.

Menurut Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, kosongnya kursi Dewan saat ini karena banyak anggota yang sedang mengikuti rapat panitia khusus Keamanan Nasional di Ruang Pansus C, kompleks DPR. Sementara sebagian lagi pergi ke Perancis.

"Sebagian ikut rapat Pansus RUU Keamanan Nasional. Saya saja mondar-mandir," kata Benny K Harman.

Lalu, siapa saja 8 orang yang hadir dalam rapat bersama Kapolri ini? Berdasarkan daftar absen, mereka yang bertanda tangan yakni dari Fraksi PDIP hanya Trimedya Panjaitan dan Herman Herry.

Sementara dari Fraksi PKS hanya Buchori, dari Fraksi Partai Demokrat adalah Himatull Alyah Setiawati, Harry witjaksono dan Pieter Zulkifli Simabuea. Sementara dari Fraksi Partai Golkar yaitu, Bambang Soesatyo dan Ade Suprapriatna. Rapat hanya berlangsung satu jam dengan membacakan usulan anggaran dari Polri.

Sementara, pada rapat pagi tadi juga terjadi hal sejenis. Saat rapat kerja bersama Jaksa Agung Basrief Arief, hanya terlihat 12 anggota Komisi III DPR yang hadir. Rencananya, malam nanti Komisi III akan rapat bersama Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

sumber: www.vivanews.com

posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Anggota DPR pembolos akan diumumkan ke publik

Jakarta. SUARA PEMBANGUNAN

Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) M Prakosa mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi berat kepada anggota dewan yang sering menitipkan tanda tangan saat rapat paripurna.

"Tidak hadir tapi nitip tanda tangan, maka akan umumkan melalui media, ini bagian dari sanksi sosial. Kita Memantau secara langsung," ujar Prakosa kepada wartawan usai rapat antar pimpinan DPR dan Fraksi di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Lebih lanjut, Prakosa menambahkan, sebelum absen finger print (sidik jari) diterapkan pihaknya memakai instrumen lain untuk memantau anggota DPR pada rapat paripurna. "Sebelum ada finger print yang diterpakan, kita akan monitoring melaui cctv, video dan instrumen lain untuk mendeteksi anggota yang integritasnya kurang," terangnya.

Prakosa menegaskan, apabila terbukti melanggar dengan menitipkan tanda tangan maka akan diumumkan. "Kita akan umumkan ke media kalau ada bukti yang kuat," tegasnya.

Selama ini, sudah ada indikasi anggota dewan yang sengaja bolos dengan menitipkan tanda tangan. Tapi Prakosa enggan menyebutkan pasalnya belum ada bukti. "Sekarang idikasi ada, tapi belum ada bukti yang saheh, pastinya sanksinya akan berat," tukasnya.

sumber: www.sindonews.com

posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Fraksi 'kunci' kedisiplinan anggota DPR

Jakarta. SUARA PEMBANGUNAN

Kedisiplinan setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menghadiri tiap rapat tergantung pada fraksi masing-masing. Sebab, fraksilah yang memegang komando tiap-tiap anggota dewan itu.

"Fraksi adalah pemegang komando. Jadi, kunci dari segala kunci kehadiran di paripurna anggota tergantung pada fraksinya yang punya anggota," ujar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR M Prakosa usai rapat antar pimpinan DPR dan Fraksi di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Jika fraksi mau menginstruksikan agar anggotanya tepat waktu dan tidak sering bolos, Prakosa yakin para anggota akan tunduk. Sebab, fraksi memang memegang komando untuk anggotanya.

"Tepat waktu dan mewajibkan anggota, saya yakin pasti ditaati. Fraksi yang memegang komando dalam kehadiran anggotanya pada rapat paripurna," ujarnya.

Melihat masih banyaknya anggota tak disiplin, menurut Prakosa, pihaknya membuat kesepakatan antar pimpinan fraksi untuk menertibkan anggota DPR. "Tadi sudah ada kesepakatan antar fraksi untuk mendisiplinkan anggotanya, harapannya kinerja DPR bisalebih baik lagi," ujarnya.

sumber: www.sindonews.com

posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday161
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week161
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2329
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153532

We have: 71 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017