10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Suara

Komisi V Dorong RUU Jalan Atasi Macet Jalan Tol

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Aksi Menteri BUMN Dahlan Iskan terus menuai apresiasi oleh semua elemen bangsa. Tak terkecuali dari Senayan.Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia, salah satu dari sekian banyak anggota DPR mendukung aksi Dahlan Iskan yang membuka penghalang pintu dan meminta agar mobil yang antre segera lewat loket untuk memecah antrean di Tol Semanggi, Selasa (20/3/2012) pagi.

Menurut Yudi, kelancaran di pintu tol, harus menjadi salah satu standar pelayanan minimum (SPM) jalan tol. Karenanya, dia berharap kejadian marah dan turun tangannya Menteri BUMN ini menjadi shock terapi bagi Jasa Marga sebagai operator tol untuk membenahi kinerjanya kedepan.

Selain itu, menurutnya, DPR sedang menyusun RUU Jalan yang di dalamnya akan mengatur soal SPM jalan tol agar terpenuhi standar pelayanan minimum (SPM) dalam penyelenggaraan jalan tol. Karena itu, DPR mengatur SPM jalan tol dalam RUU Jalan yang baru saja disahkan sebagai RUU DPR dan akan segera dibahas.

Lebih jauh ia menegaskan SPM jalan tol paling tidak harus meliputi enam substansi pelayanan. Yaitu kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan dan unit pertolongan atau penyelamatan dan bantuan pelayanan.

Menurut keterangannya, UU No.38/2004 tentang Jalan, sama sekali tidak diatur soal syarat SPM jalan tol. Namun, dalam RUU Jalan ini, SPM menjadi salah satu fokus perhatian yang harus diakomodir dalam revisi UU jalan ini.

Selain pemenuhan SPM jalan tol, kelancaran juga menjadi salah satu asas dalam penyelenggaraan jalan. Ia memeparkan, adalah tugas pemerintah dalam penyelenggaraa jalan salah satunya adalah menjamin kelancaraan arus lalu lintas penumpang, barang dan jasa.

"Poin kelancaran menjadi hal penting untuk mendorong pemerintah mengatasi kemacetan dan dapat menjadi alat pengawasan baik yang dilakukan oleh DPR maupun masyarakat. Karena itu, kami mengusulkan materi muatan dalam RUU ini perlu ditambahkan adanya upaya penyelenggaraan jalan yang berdasarkan asas kelancaran. Azas kelancaran dapat dimasukan dalam ketentuan Pasal 2 RUU Jalan," katanya.

Sumber: www.tribunnews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Belajar Lagi Untuk Mencintai

Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Wanita : Pelan-pelan, aku takut.

Pria : Tidak, ini menyenangkan.

Wanita : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!

Pria : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Wanita : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Pria : Sekarang beri aku pelukan yang erat.

(Lalu si Wanita memeluknya)

Pria : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku!

(Si Wanita itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong.

Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, siPria berusaha me-Rem untuk memperlambat, tapi si Pria menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tahu.

Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya.

Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pertanyaannya : Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???

Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan kepada pasanganmu "AKU MENCINTAIMU" padanya?

Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dalam situasi seperti diatas motor itu? Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..

Belajarlah untuk mencintai apa adanya. Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Kamu harus ingat bahwa Aku Mencintaimu

Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang.

Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begituaneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak kecil!"

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!

Jangan lupa untuk mengklik tombol share/bagikan ..

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday172
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week172
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2340
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153543

We have: 70 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017