10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Berita

1 Orang Pelaku Pembunuh Febi Ditangkap

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Salah satu pelaku pembunuh Feby Lorita (31) dikabarkan sudah ditangkap polisi. Namun diduga pelaku tersebut bukan pelaku utama.

Informasi yang dihimpun wartawan, pelaku yang ditangkap hari ini bernama Daniel. Daniel diduga berperan membuang mayat Feby.

"Kita masih kembangkan dulu. Kami masih terus bekerja," ujar salah seorang sumber di kepolisian saat dikonfirmasi, Sabtu (1/2/2014).

Dia juga menyebutkan, polisi juga mencari barang bukti berupa motor yang digunakan pelaku untuk mengangkut accu mobil milik Feby.

Feby Lorita ditemukan tewas mengenaskan dalam bagasi mobil Nissan March bernopol F 1356 KA di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014) lalu. Mobil tersebut sudah terparkir di lokasi sejak Sabtu (25/1) lalu, dalam kondisi accu sudah tidak terpasang.

Dari hasil autopsi, Feby tewas karena luka akibat benda tajam pada lehernya. Waktu kematian Feby lebih dari 24 jam sebelum jasadnya ditemukan.

Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku pembunuhan Feby ini. Sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus ini masih terus digali keterangannya oleh pihak kepolisian.

* sumber : detik.com

14 Orang Meninggal Kena Awan Panas Sinabung

Medan, SUARA PEMBANGUNAN.

Korban meninggal akibat bencana awan panas Gunung Sinabung di Sumatera Utara bertambah menjadi 14 orang. Selain korban tewas, 3 korban lainnya mengalami luka bakar.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (1/2/2014) menyebutkan seluruh korban tewas yang ditemukan telah dapat diidentifikasi.

Berikut adalah nama-nama korban tewas awan panas Gunung Sinabung.

1. Aleksander Sembiring (17), siswa SMK warga Simpang Korpri
2. Daud Surbakti (17), siswa STM warga Selandi Baru Kecamatan Payung
3. Diva Nusantara, STM Warga Cinta Rakyat
4. David (17) siswa STM warga Simpang Korpri
5. Mahal Surbakti (25), guru honorer SD Gurukinayan
6. Rizal Saputra (23, mahasiswa dan warga Medan
7. Teken Sembiring (47) warga Gurki
8. Santun Siregar (22), mahasiswa warga Kota Cane
9. Fitriani Napitupulu (19), warga Kota Cane
10. Asran Lubis (21), mahasiswa Kota Cane
11. Marudut Brisnu (25), Kota Tengah Aceh Tenggara
12. Daniel Siagian, mahasiswa Aceh Tenggara
13. Julpiandi Mori (21), mahasiswa dan warga Kota Cane
14. Tomas Lakae (27), warga Medan

Selain itu, Sutopo juga mengatakan adanya tiga warga yang mengalami luka bakar. Mereka adalah Sehat Sembiring (40) dan Surya Sembiring (24). Keduanya warga Kabanjahe. sementara seorang lagi bernama Dony Sembiring (70) warga Sukameriah.

Kolom erupsi saat itu mencapai ketinggian 2 km dan jangkauan awan panas ke arah tenggara-selatan sejauh 4,5 km. Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem adalah desa-desa yang berada di radius 3 km di sisi tenggara-selatan bukaan kawah Sinabung.

"Semua korban meninggal dan luka tersapu awan panas di Desa Sukameriah di radius 3 km. Jangkauan awan panas meluncur 4,5 km," ujar Sutopo.

*sumber : detik.com

Internet Indonesia Paling Pelan Kedua di Dunia

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Laporan terbaru dari Akamai membeberkan peringkat kecepatan koneksi internet Indonesia pada kuartal III tahun 2013 lalu. Disebutkan, kecepatan koneksi internet Indonesia rata-rata tercatat sebesar 1,5 Mbps.

Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kedua terbawah di antara negara-negara Asia Pasifik dalam hal kecepatan koneksi internet rata-rata. Indonesia hanya lebih tinggi dari India yang mencatat angka 1,4 Mbps. (Baca: Internet Indonesia Paling Pelan Kedua)

"Prestasi" internet Indonesia ini banyak dikecam oleh para pengguna internet di Indonesia. Mereka mengeluhkan dan bertanya, mengapa internet Indonesia lambat dan kapan internet Indonesia bisa secepat Korea Selatan yang menempati peringkat teratas dunia.Atas keluhan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring pun angkat bicara. Tifatul melalui akun Twitter-nya, Kamis (30/1/2014), mengawali komentarnya dengan sebuah pertanyaan, "Tweeps Budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?...:D *MauTauBanget*".

Tak lama setelah tweet tersebut ditulis, jawaban-jawaban dari pengguna Twitter Indonesia mengalir dengan deras.Salah satu pengguna Twitter dengan akun @Hestipanda menulis jawaban, "kirim materi video HD ke client di luar negeri, deadline, yg bisa bantu cuma internet dgn kecepatan upload yg tinggi. Help us".Akun lain, @shitlicious, menuliskan, "skype-an sama pacar pak. Semoga anda mengerti." Yang kemudian dijawab melalui akun @tifsembiring tanpa embel-embel *TS* di belakangnya: "Ini sama dg membebankan dana saksi kpd APBN...:D."Setelah membaca jawaban-jawaban dari para follower-nya, Tifatul pun memberi penjelasan. Berikut penjabaran soal lambatnya internet di Indonesia oleh Tifatul:

- Pembangunan fasilitas TIK di Indonesia dilaksanakan secara bertahap prioritas kepadatan penduduk dan pemerataan infrastruktur TIK.
- Keterbatasan anggaran Kemenkominfo, sekitar Rp 3 Trilyun/thn. u/ infrastruktur separuhnya. Smtr pertumbuhan pengguna IT sangat cepat.
- Pemerataan fasilitas IT: blank spot seluler sisa 6% wilayah Papua. Seluruh desa Indonesia sdh ada telepon, tiap kecamatan ada Internet.
- Terus dg Pembangunan jaringan broadband Fiber Optic, Wifi Kab/Kota, NIX, IIX, satelit, micro wave dst. Nmn angka pengguna jauh melejit.
- Infrastruktur dibangun scr deret hitung, namun user tumbuh scr eksponensial. Tahun 2012 jumlah IP Address Indonesia sdh mencapai 72 juta.
- Lebih dari 70% pengguna Internet memakai mobile inet. Tambah lagi down load image dan film2 yg butuh spektrum lebar sangat marak.
- Akibatnya terjadi lack of spectrum bandwith. Masing2 berebut untuk memakai jalur yg sama. Akibatnya kecepatan menjadi lambat.
- Ini fenomena kota2 besar, di Beijing saja sangat susah dpt sinyal 3G di siang hari. Ini fasilitas layanan publik. Mau cepat byr mahal.
- India saja yg sdh punya Silicon Valley di Bengalore masih terkendala dg tingginya jumlah user . Insya Allah scr bertahap akan lebih baik.
- Tahun 2015 kita targetkan kota2 besar di Indonesia sdh merata jaringan broad band dg speed inet sekitar 2MB/s - 8 MB/s. Insya Allah.
Mengenai peringkat internet Indonesia di Asia Pasifik, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah menyampaikan tanggapannya. Baca tanggapan itu di Internet Indonesia Pelan, Ini Kata Kominfo.

*sumber : kompas.co.id

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday152
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week152
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2320
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153523

We have: 73 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017