10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Berita

SDA Himbau Orangtua Awasi Anaknya Berinternet

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Polisi berhasil menangkap Deden Marta terkait pengelolaan situs porno yang melibatkan anak-anak. Untuk itu, Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar orang tua terus menjaga anak-anaknya.

"Yang pertama saya mengimbau kepada orangtua untuk harus menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan anak," ujar Menag di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (27/2/2014).
Menag juga meminta pihak kepolisian supaya terus mengusut kasus tersebut. Menurutnya kasus pengelolaan situs porno tersebut tidak hanya melibatkan satu orang saja.
"Yang kedua saya meminta peran polisi untuk mengusut pelaku. Karena pasti ada dalangnya dan dia harus diberi hukuman seberat-beratnya," ujarnya.
Menag juga berpesan sebaiknya orangtua mengawasi anaknya dalam pemakaian internet. Menurutnya internet merupakan jaringan yang sangat bebas dan bagi anak hal tersebut sangat membutuhkan pengawasan.
"Dan yang terakhir kita sangat bebas dan juga memberi perhatian. Saat internet bebas, tayangan bebas. Ini bisa berpengaruh pada perilaku seks anak-anak yang semestinya belum sewaktunya karena disuguhi hal seperti itu," tutup Suryadharma yang juga ketua umum PPP.

*sumber : detik.com

PDIP : Silahkan Bu Risma Hengkang Segera

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Politikus PDI Perjuangan, R. Adang Ruchiatna Puradiredja, mempersilakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hengkang dari partainya. Ia menyatakan partai berlambang banteng moncong putih itu tak akan menghalangi bila Risma ingin keluar."Kalau dia mau keluar, ya, keluar saja. Orang mau keluar kok dihalangi," kata Adang di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 27 Februari 2014.

Menurut Adang, PDIP sudah biasa ditinggalkan oleh kadernya sehingga tak akan pernah mempermasalahkan bila Risma hendak mengikuti jejak kader lainnya. Lagi pula Risma bukanlah satu-satunya aset PDI Perjuangan. "Kader itu bisa jadi aset, bisa juga nothing," katanya.

Risma kini mengalami beragam tekanan politik akibat kebijakannya menolak sejumlah megaproyek di Surabaya. Tekanan politik itu tidak hanya datang dari pihak di luar partai pengusung Risma, tapi juga dari dalam tubuh PDI Perjuangan yang mengusung Risma. Pasalnya, PDIP memasang Wisnu Sakti Buana sebagai Wakil Wali Kota Surabaya. Padahal Wisnu selama ini dikenal sebagai orang yang gemar mengkritik kebijakan Risma.

Risma pun memberi isyarat bakal mundur dari jabatannya sebagai wali kota. Bahkan dikabarkan ia akan hengkang dari PDI Perjuangan. Kondisi itu pun dimanfaatkan oleh sejumlah partai, seperti Golkar dan Gerindra. Mereka mewacanakan Risma sebagai calon wakil presiden bila mau bergabung ke partainya.Adang menyatakan Risma kini sudah tidak fokus lagi bekerja. Dia lebih banyak mencari panggung untuk kepentingan politiknya. "Cengeng betul itu, udah cari panggung dia, lapor ke DPR, ke koran, nangis di TV," katanya.

Ia mengingatkan agar Risma sadar dengan posisinya. Risma, kata Adang, adalah orang yang besar karena PDI Perjuangan. "Jadi jangan merasa setelah itu..," ujarnya tak menyambung kalimatnya. Ia pun mempersilakan bila Golkar maupun Gerindra menampung Risma. "Tidak ada urusan."

*sumber : tempo.co.id

Caleg PKS Berbuat Dzolim Terhadap Wanita

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Maulana (26), mantan pengurus Taman Pendidikan Alquran dan Taman Kanak-Kanak Alquran (TPA/TKA) Badko Gondokusuman, Kota Yogyakarta, yang melakukan pemukulan terhadap guru ngaji, Ny Mifrokah (54), resmi menjadi tersangka. Pria yang juga caleg DPRD II Yogyakarta dari PKS ini, setelah diperiksa intensif oleh petugas di Mapolsek Gondokusuman, mulai hari ini resmi ditahan di Mapolsek Gondokusuman Yogyakarta.

"Sejak tadi malam tersangka sudah ditahan setelah selesai pemeriksaan kemarin," kata Kapolresta Yogyakarta, AKBP R Slamet Santosa, kepada wartawan seusai peresmian Kantor Mapolsekta Kraton Yogyakarta, Rabu (26/2/2014).
Menurut Slamet, penyidik menyatakan harus dilakukan penahanan. Sebab dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri atau melakukan hal-hal lain.
Dia menegaskan kasus yang dialami korban, Mifrokah adalah tindak pidana murni dan kewajiban polisi untuk menegakkan keadilan. Hal ini adalah perkara hukum dan tidak memandang status sosial.
"Siapapun yang melakukan tindak pidana, tetap harus diproses sesuai aturan yang berlaku," tegas dia.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada hari Selasa (11/2/2014) di Musala Al Huda Sagan, Yogyakarta, pukul 16.00 WIB. Pemukulan itu dilatarbelakangi tidak hadirnya korban pada pertemuan pengurus Badko TPA/TKA pada tanggal 11 Februari 2014 dan rapat pada tanggal 31 Januari 2014 di gedung DPRD Kota Yogyakarta.

*sumber : detik.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday156
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week156
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2324
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153527

We have: 71 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017