10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Berita

Konvoi Ribuan Simpatisan PPP di Yogyakarta

SP Yogyakarta - Minggu,12 April 2015. Lapangan Kridosono menjadi saksi meriahnya lautan hijau dari ribuan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Mereka berdatangan ke Yogyakarta dari kabupaten/kota di DIY dan berbagai pelosok Jateng untuk memperingati Harlah PPP ke-42.
Untuk mengantisipasi konvoi massa yang luar biasa banyak ini, polisi menerjunkan 1000 personil. Disekitar lapangan Kridosono dikerahkan 400 polisi dan sisanya disebar dibeberapa titik yang dianggap rawan mendapat pengamanan penuh. Demikian kata Kasat Sabhara Polresta Yogyakarta, Kompol Sugiyarto (Minggu,12/4/2015)
Dari arah selatan kabupaten Bantul, konvoi massa nampak melintasi jalan Parangtritis. Namun di perempatan Ringroad Sewon, konvoi dialihkan ke barat oleh aparat kepolisian.
Sementara di sekitar Kridosono, massa menumpuk dan berkeliling Kridosono dengan motor. Ada juga yang membuat barisan kreatif dengan jalan kaki. Suara bising knalpot sepeda motor pun bersahut-sahutan.
Harlah PPP ke 42 kali ini tidak dihadiri Ketua Umum PPP Djan Faridz dan Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Mbah Maemum Zubeir yang rencananya akan hadir, namun berhalangan dan ini tidak membuat ribuan simpatisan kecewa. Mereka tetap bersemangat dan terlihat begitu antusias berkonvoi.(*sumber: detik.com) Foto : Dok. Maghfuri SP

Diduga ISIS, Rumah Di Kebun Jeruk Digeledah


XXSP- Jakarta, 11 April 2015. Polisi telah mengamankan R, orang yang diduga sebagai fasilitator WNI untuk bergabung dengan ISIS. Tim kepolisian pun lantas menggeledah rumah milik R yang ada di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, penggeledahan dilakukan pada Sabtu (11/4/2015) sore tadi di salah satu rumah yang ada di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk. Polisi mengamankan dua buah ponsel, dua unit komputer dan dua buah flashdisk dari penggeledahan ini.
Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria terduga ISIS berinisial R di Petamburan, Jakarta Barat. Selain R, petugas juga mengamankan istri dan seorang anaknya.
Kepala Bagian Penerangan umum Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, penangkapan dilakukan siang tadi di sebuah hotel di Jakarta Barat. R selama ini disinyalir yang mefasilitasi dan merekrut orang-orang yang pergi ke Suriah. Belum diketahui darimana dana R berasal.
"Keterlibatan tersangka diduga memfasilitasi orang - orang WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah," kata Rikwanto dalam keterangannya, (*Sumber :detik.com)

Fraksi PPP DKI Tetap Sepakat "Hak Angket"

SP-Jakarta, 9 April 2015. Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, Maman Firmansyah mengatakan, seluruh anggota fraksinya sepakat untuk mengajukan hak menyatakan pendapat. Langkah ini juga menjadi pertanggungjawaban karena mendukung digulirkannya hak angket.
"Kayaknya sudah semuanya tanda tangan. Insya Allah 10 orang," ungkapnya di Kebun sirih.

Ahok dinilai melanggar undang-undang terkait pengiriman Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta Tahun 2015 ke Kementerian Dalam Negeri yang disebut bukan berdasarkan kesepakatan bersama antara eksekutif dengan DPRD DKI. Selain itu, Ahok dinyatakan melanggar etika. Demikian ditambahkan Politikus PPP dari Jakarta Utara.

"Ada bukti-bukti. Kami harus sikapi, kan PPP punya doktrin amar maruf nahi munkar," tutup Maman. Ketua Fraksi PPP Maman Firmansyah mengatakan, hak menyatakan pendapat kepada Ahok harus tetap digulirkan. Sebab, kata dia, hal ini sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan muka dewan setelah mengesahkan hak angket dalam sidang paripurna kemarin.
"Ini soal pertanggungjawaban ke publik. Kalau enggak jelas ujung pangkalnya, mau dikemanain muka dewan?" kata dia kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (9/4).
Maman menegaskan, hak menyatakan pendapat yang bakal dilayangkan oleh DPRD DKI belum tentu berujung kepada pemakzulan Ahok. Tetapi bisa jadi hanya sebatas peringatan keras kepada Ahok untuk meminta maaf.
"Bisa juga menghasilkan peringatan keras atau permintaan maaf dari Gubernur," tegasnya.
Menurut Maman, apabila hak angket tidak dilanjutkan ke hak menyatakan pendapat, maka penggunaan hak angket tidak ada artinya. Sehingga, saling serang dan saling tuding antara Ahok dengan DPRD soal kisruh APBD DKI Jakarta tidak berujung pangkalnya.(*Sumber : Merdeka.com)

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday82
mod_vvisit_counterYesterday62
mod_vvisit_counterThis week228
mod_vvisit_counterLast week1041
mod_vvisit_counterThis month1443
mod_vvisit_counterLast month4129
mod_vvisit_counterAll days1156775

We have: 16 guests online
Your IP: 107.20.120.65
 , 
Today: Des 12, 2017