10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Artikel

4500 kantor Pos Online Siap Menerima Saluran Zakat

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran umat Islam melakukan penyetoran zakat, Infaq/shodaqoh dan dana Qurban, Rumah Zakat menggandeng Pos Indonesia untuk pelaksanaan penerimaan Zakat, Infaq/shodaqoh dan Dana Qurban. Rumah Zakat dan Pos Indonesia secara resmi meluncurkan layanan Weselpos Rumah Zakat Rabu (26/9). Peluncuran layanan Weselpos Rumah Zakat ini dilakukan oleh Direktur Utama Pos Indonesia Dr. I Ketut Mardjana dan Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Nur Efendi. Weselpos Rumah Zakat ini meliputi layanan pembayaran Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) dan Qurban di seluruh Kantor Pos Online se-Indonesia.

“Keuntungan lain yang didapat dari penyetoran Zakat, infaq/shodaqoh dan Qurban serta Program khusus Ramadhan melalui layanan “weselpos rumah zakat” adalah adanya layanan tambahan berupa SMS NOTIFIKASI, jelas Mardjana.

Pengirim (donatur/muzakki) akan mendapatkan SMS notifikasi dari Rumah Zakat dengan berita bahwa dana yang dikirim lewat Pos sudah diterima oleh Rumah Zakat. SMS notifikasi ini sangat membantu pengirim akan adanya “kepastian” berita tentang dana yang disetor melalui weselpos Rumah Zakat sudah diterima dengan baik.

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, mengemukakan, layanan ini memudahkan para muzakki/donatur untuk membayarkan donasinya melalui 4.500 jaringan Kantor Pos online di seluruh Indonesia, Malaysia, Korea, dan Hongkong. “Dengan hadirnya Layanan Weselpos Rumah Zakat, para muzakki dan donatur yang jauh dari kantor Rumah Zakat bisa membayarkan donasinya melalui Kantor Pos terdekat,” kata Efendi.

Bahkan, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, Korea, dan Hongkong pun tidak akan kehilangan channel untuk membayarkan ZIS dan Qurban dengan hadirnya layanan Weselpos Rumah Zakat di perwakilan Pos Indonesia di negara-negara tersebut.

Pantai Santolo Garut Selatan

Pantai cantik ini berjarak 80 kilometer dari kota Garut, Jawa Barat. Namanya tentu tidak semasyur Pantai Kuta di Bali, tetapi keheningan dan panorama di pantai ini tentu merupakan kelebihan yang tersendiri.
Bahkan, jika dibandingkan dengan Pantai Pangandaran di Ciamis atau Pelabuhan Ratu di Banten, Pantai Santolo terbilang lengang. Selain Pantai Santolo, terdapat pula Pantai Sayang Heulang yang juga tak kalah indahnya di Garut.
Bisa kita lihat dari keindahannya dan kealamiannya, masih murni belum terjamah oleh siapa pun. Seandainya ada investor yang menanamkan modalnya di sini dan berinvestasi, Pantai Santolo ini akan sama bagusnya seperti Pantai Sanur atau Kuta di Bali.
Belum banyak pencinta pariwisata yang mengenal Pantai Santolo. "Mungkin karena letaknya yang jauh dan perjalanan yang berkelok-kelok, banyak orang enggan datang ke sini. Saya sangat optimistis suatu saat Pantai Santolo ini akan menjadi tujuan wisata baik Jawa Barat maupun nasional dan internasional.
Di Pantai Santolo pun terdapat sebuah tempat peluncuran roket yang merupakan bagian dari institusi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Selain itu, tempat pelelangan ikan lengkap dengan restoran hasil laut bertebaran di sepanjang jalan menuju Pantai Santolo.

Sumber : wisatakotaintan.blogspot.com

Membaca Realitas Politik Ibukota

PROSES demokrasi pertarungan politik lokal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat dinamis. Tahapan formal prosedural dalam memperebutkan posisi politik Gubernur ibukota republik indonesia kini telah memasuki tahap final (putaran kedua).

Kontestasi politik pada putaran pertama secara elektoral telah menuai hasil dan menempatkan dua kontestan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama versus Fauzi Bowo Nacrowi Ramli.

Secara geopolitik Jakarta menempati posisi strategis sebagai episentrum perpolitikan nasional. Pameo yang menjadi rumus politik di indonesia adalah “jika anda ingin menguasai indonesia maka kuasai jawa, dan jika ingin menguasai jawa maka kuasailah Jakarta”.

Terlepas dari pameo tadi kita tentu harus memahami bagaimana membaca kontestasi Pemilihan Gubernur DKI ini dan pengaruhnya dalam perpolitikan nasional. Walaupun derajat Gubernur diposisikan di bawah eksekutif atau Presiden, namun posisi Kepala Daerah yang berstatus Khusus adalah sesuatu yang eksklusif.

Ekslusifitas geopolitik Jakarta yang memiliki pembobotan tersendiri karena denyutnya dapat dirasakan secara nasional. Sebagaimana kita perhatikan bahwa tahapan formal prosedural putaran pertama telah berlalu tanpa kejutan signifikan. Walaupun kontestasi di ikuti enam kandidat calon gubernur empat berasal dari partai politik, serta dua kandidat berasal dari perorangan atau independen.

Kekuatan partai politik sebagai saluran untuk mengagregasi kepentingan terlihat dominan. Kemenangan secara elektoral dua kandidat di putaran pertama bisa sedikit menggambarkan artikulasi dan agregasi partai politik masih dominan.

Selain itu kita bisa melihat dari manufer-manufer elit-elit politik lokal maupun nasional untuk melakukan bargaining politik sebelum atau sesudah putaran pertama.

Fakta dalam proses Pemilukada tersebut seakan menjadi konfiguratis dari proses politis dengan segala dinamikanya. Sebelum dan sesudah proses politik hanya menjadi urusan elit politik, dan ujung dari hasil pilihan masyarakat menjadi anomali yang akan menyandera kesadaran politik masyarakat.

Kita masih perlu mencatat dengan keras peran partai di era demokrasi seperti sekarang, partai sering tidak simetris dengan konsituen. Selain itu perlu diingat bahwa faktanya masa mengambang lebih banyak dominan dari pada konsituen partai.

Partai politik pun absen dalam melakukan pendidikan politik masyarakat, dan sering terjebak pilihan pragmatis dan kolutif.

Sumber : pelitaonline.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday101
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week259
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2427
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153630

We have: 59 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017