10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kesehatan

9 Kebiasaan yang Bikin Otak Cepat Rusak

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Otak merupakan organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Seperti yang dikutip dari detikhealth, otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Untuk itulah otak perlu dijaga dan dirawat, jika tidak penyakit-penyakit yang merusak otak pun bisa terjadi. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui sembilan kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat otak menjadi rusak lalu cobalah untuk menghindarinya.

1. Tidak sarapan

Orang yang tidak sarapan akan memiliki kadar gula darah yang rendah dan memicu ketidakcukupan nutrisi pada otak, padahal otak butuh nutrisi yang cukup untuk tetap bisa bekerja. Akibat kurang suplai nutrisi terutama glukosa, akhirnya kemampuan otak pun cepat menurun.

2. Merokok

Semua orang tahu merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan berdampak buruk bagi organ tubuh. Khusus untuk organ otak, merokok bisa menyebabkan otak menyusut dan memicu penyakit pikun atau Alzheimer. Sel-sel saraf akan menyusut pada bagian hippocampus dan korteks depan yang berfungsi menyimpan ingatan.

3. Konsumsi gula berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi gula akan mengganggu proses penyerapan protein dan nutrisi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) dan akhirnya mengganggu perkembangan otak.

4. Polusi udara

Otak adalah organ yang mengonsumsi oksigen paling banyak. Menghirup udara yang penuh polusi akan mengurangi suplai oksigen ke otak dan akhirnya mengurangi efisiensinya dalam bekerja.

5. Kurang tidur

Tidur akan membuat otak berisitirahat. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama sama saja dengan membunuh sel otak perlahan-lahan karena otak terus dipaksa untuk tetap bekerja.

6. Menutup kepala saat tidur

Tidur dengan kepala ditutup bantal misalnya, akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke otak. Saat bernafas dengan kepala tertutup, karbondioksida hasil bernafas akan masuk kembali ke dalam tubuh dan hal itu tentu sangat berbahaya.

7. Tetap bekerja dalam keadaan sakit

Sama seperti kebiasaan kurang tidur, memaksakan diri untuk bekerja atau belajar dalam kondisi sakit sangat tidak baik untuk otak dan akan menyebabkan otak merasa kelelahan. Akibatnya, sel-sel otak pun rusak secara perlahan.

8. Jarang berbicara

Percakapan akan membantu seseorang untuk terus mengaktifkan sel-sel otaknya, apalagi percakapan yang 'berbau' intelektual. Orang yang jarang berbicara akan membiarkan sel-sel otaknya mati perlahan-lahan karena tidak pernah mengaktifkannya.

9. Jarang menstimulasi pikiran

Berpikir adalah cara paling baik untuk melatih otak. Kurang menstimulasi otak dengan berbagai hal akan menyebabkan otak menyusut. Sel-sel otak akan mati karena tidak ada sesuatu yang membuat otak berkembang.

Sumber : detikhealth.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Jangan Campurkan Minuman Ini Dengan Obat

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Minuman memang penting bagi tubuh. Sayangnya, beberapa jenis minuman justru menimbulkan reaksi merugikan jika digabungkan dengan obat. Dilansir melalui Prevention, Senin (9/4), berikut ini beberapa jenis minuman yang sebaiknya Anda hindari saat akan minum obat.

Jus grapefruit

Jus grapefruit mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 obat, termasuk statin dan obat untuk tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan.

Jus delima

Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.

Produk susu

Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat menganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium tersebut.

Kafein (termasuk kopi, teh hijau, dan minuman berenergi)

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.

Minuman isotonik

Kalium dalam minuman ini dapat berbahaya bila digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat-obatan hipertensi. Hindari pisang juga, karena pisang juga sangat kaya akan kalium.

Wine

Meneguk segelas anggur saat minum obat antidepresan bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung cepat dan stroke. Hal ini juga berlaku pada minuman berenergi.

Teh hijau

Teh hijau mengandung sedikit vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).

Sumber : ghiboo.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Awas, Flu Singapura Mengancam Anak-anak

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Sebagai orang tua, Anda harus lebih berhati-hati menjaga kesehatan anak saat musim pancaroba melanda. Peralihan musim terjadi pada Maret hingga Oktober. Di saat itulah, penyebaran virus fulu singapura meningkat.

Argi, seorang bocah kelas I SD, tampak ceria. Ia baru saja pulih dari flu singapura yang menimpanya beberapa waktu lalu.

Argi mengaku merasakan sakit di dalam mulut. Ia sulit makan. Bahkan ia susah menelan bubur hingga akhirnya muntah.

Purnamasari, nenek korban, membenarkan penyakit yang diderita cucunya itu. Ia melihat lidah Sang Cucu berwarna merah. Semula ia mengira Argi menderita sariawan. Tapi Argi tak kunjung sembuh. Purnamasari lantas membawa cucunya itu ke dokter. Alangkah kagetnya Purnamasari saat dokter menyatakan Argi menderita flu singapura.

Di dunia kedokteran, flu singapura dikenal sebagai penyakit kaki tangan mulut (KTM). Infeksi diakibatkan entero virus korsake enambelasi.

Menurut Dokter Widodo Judarwanto, penyebaran virus cukup cepat pada peralihan musim. Peningkatan jumlah pasien pun cukup tinggi.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia, Dokter Marius Widjajarta memaparkan gejala flu singapura itu seperti batuk, pilek, dan suhu tubuh tinggi. Tapi dokter perlu cermat mendiagnosa apakah benar gangguan itu akibat flu singapura atau bukan.

Dinas Kesehatan Jakarta mendata jumlah penderita pasien flu singapura sepanjang tahun 2011 yakni lima orang di Jakarta pusat, 12 orang di Jakarta Utara, 12 orang di Jakarta Barat, 15 orang di Jakarta Selatan, dan 40 orang di Jakarta Timur. Pada 2012, ada 11 pasien penderita flu singapura.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dokter Dien Emmawati, mengatakan penyakit muncul pada usia anak-anak TK hingga siswa kelas 2 SD. Ia meminta pihak sekolah memberikan izin pada siswa yang menderita flu singapura. Sehingga rantai penularan dapat diputus. Intinya, kata Dien, pola hidup bersih sangat penting untuk menangkal penyakit tersebut.

Sumber: www.metrotvnews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Mencegah Nyeri Punggung

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Setiap hari duduk di kantor sepanjang waktu sering kali menyisakan efek samping yang mengusik tubuh, yakni munculnya keluhan nyeri punggung. Sebelum penderitaan itu datang, risikonya bisa dilawan dengan beberapa langkah sebagai berikut.

"Salah satu efek negatif dari kebanyakan duduk adalah punggung yang menekuk ke depan sehingga ototnya mulai bekerja dengan tidak efisien dan rentan cedera," kara Prof Donald R Murphy, ahli tulang dari Alpert Medical School of Brown University seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (6/4/2012).

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya seperti disampaikan Prof Murphy adalah sebagai berikut.

1. Pilih tempat duduk yang nyaman

Tempat duduk yang nyaman atau ergonomis harus bisa menopang rangka tubuh dalam posisi paling natural sehingga tidak ada beban berlebih di salah satu titik. Secara detail, konsep ergonomis bisa sangat bervariasi namun pada intinya harus memenuhi syarat sebagai berikut.

a. Pastikan tulang punggung dapat melengkung secara natural dan proporsional ke arah depan, tidak terlalu menyandar ke belakang

b. Sesuaikan sandaran tangan agar posisi lengan membentuk sudut paling ideal yakni 90 derajat

c. Kaki sebaiknya menapak ke lantai, punggung sedikit menekan ke sandaran kursi dan bahu harus selalu rileks

2. Lakukan peregangan tiap 30 menit

Jika sering duduk dalam jangka waktu sangat lama, lakukan peregangan tiap 30-60 menit untuk mengurangi risiko sakit punggung. Gerakan peregangan bisa meniru gerakan-gerakan senam, atau jika malu cukup berdiri lalu berjalan-jalan keliling kantor maka otot punggung sudah sedikit meregang.

Jika memungkinkan, sesekali turun ke lantai lalu ambil posisi yoga yang disebut "the cobra". Posisi ini dimulai dengan tengkurap, lalu tangan menekan ke lantai sehingga bahu dan kepala terangkat, namun perut dan pinggang tetap menempel di lantai.

3. Kendurkan otot secara berakala

Para ahli kesehatan menyarankan agar di sela-sela mengetik, sekali waktu tangan harus diistirahatkan dengan memindahkannya dari keyboard ke pangkuan selama beberapa detik saja. Kalau itupun tidak sempat karena terlalu sibuk, sesekali angkat bahu lalu turunkan lagi dan ulangi beberapa kali.

4. Perkuat core atau inti tubuh

Aerobik adalah cara paling efektif untuk melawan risiko nyeri punggung akibat terlalu banyak duduk, sebab latihan ini banyak melibatkan otot core atau bagian inti tubuh. Core atau boleh disebut postur tubuh harus kuat agar punggung tidak mudah sakit, karena sangat membantu tulang punggung menopang berat badan.

Sumber : detik.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Awas, Duduk Terlalu Banyak Bisa Membunuh Anda

Sydney - SUARA PEMBANGUNAN

Sebuah studi menyarankan, untuk kesehatan yang lebih baik, perbanyaklah berdiri. Mereka yang menghabiskan 11 jam atau lebih per hari dengan duduk adalah 40 persen lebih mungkin meninggal dunia selama tiga tahun ke depan terlepas dari bagaimana mereka aktif secara fisik.

Simpulan ini didasarkan pada analisis lebih dari 222 ribu orang berusia 45 tahun ke atas yang dilakukan oleh para peneliti Australia. Mereka menemukan bahwa risiko kematian lebih tinggi para mereka yang biasa duduk 11 jam per hari atau lebih. Sedang mereka yang duduk 8-15 jam per hari 15 persen lebih tinggi kemungkinannya untuk meninggal dunia lebih cepat ketimbang mereka yang duduk selama rata-rata 4 jam per hari.

"Bukti mengenai efek kesehatan yang merugikan dari lamanya duduk telah banyak muncul dalam beberapa tahun terakhir," kata penulis studi, Hidde van der Ploeg, seorang peneliti senior di University of Sydney. "Studi ini menonjol karena jumlah responden yang besar dan salah satu studi yang pertama menganalisis risiko kesehatan dari menonton televisi dalam jangka waktu yang lama."

Studi ini diterbitkan dalam edisi 26 Maret jurnal Archives of Internal Medicine.

Orang dewasa rata-rata menghabiskan 90 persen waktu luang mereka untuk duduk, kata van der Ploeg. Mereka juga tak memenuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk melakukan aktivitas fisik intensif sedang selama 150 menit setiap minggu.

Data dikumpulkan sebagai bagian dari studi atas orang berusia 45 tahun ke atas di Australia, sebuah studi besar yang sedang berlangsung tentang kesehatan sesuai dengan usia.

Sebanyak 62 persen dari peserta mengatakan mereka kelebihan berat badan atau obesitas, sementara hampir 87 persen mengatakan mereka berada dalam kondisi kesehatan sangat baik, dan seperempat mengatakan mereka menghabiskan setidaknya 8 jam sehari dengan duduk.

Peserta yang paling "rajin" duduk dua kali lipat berisiko kematian dalam waktu tiga tahun dibandingkan dengan orang yang sesekali bergerak dan tidak duduk dalam jangka waktu lama.

Penelitian, katanya, untuk menemukan hubungan antara total waktu yang dihabiskan untuk duduk dengan risiko kematian. "Namun tidak membuktikan hubungan sebab-akibat antara keduanya," katanya.

Studi ini menyarankan, bagi mereka yang karena pekerjaannya menuntut lebih banyak duduk, untuk sesekali berdiri dan berjalan-jalan sejenak, atau melakukan gerakan fisik sederhana lainnya.

Saran ini dibenarkan Dr. Suzanne Steinbaum, Direktur Perempuan dan Penyakit Jantung di Lenox Hill Hospital di New York City dan juru bicara untuk American Heart Association.

"Betul, Anda harus bekerja. Tapi ketika pulang ke rumah, jangan kembali duduk di depan komputer atau televisi," kata Steinbaum. "Ini benar-benar tentang apa yang Anda lakukan di waktu luang Anda dan pentingnya membuat keputusan untuk bergerak."

Sumber: www.tempo.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday72
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week230
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2398
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153601

We have: 34 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017