10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Lingkungan

Pohon Paling Beracun

Disekitar lingkungan kita banyak tanaman beracun yang tumbuh, tetapi pohon yang bernama Manchineel ini dianggap sebagai pohon paling beracun  di dunia dan masuk dalam Guiness Records. Bahkan karena bahayanya, maka pohon ini diberi papan peringatan.

Tentunya papan peringatan tersebut dibuat agar, manusia tidak mendekati pohon yang bisa berakibat fatal. Manchineel ini mengandung racun dalam berbagai level sehingga manusia dihimbau untuk selalu menjaga jarak dengan pohon tersebut.

Dilansir dari Mirror, tanaman yang memiliki buah seperti apel ini memang banyak menarik perhatian orang, tapi hanya menggigitnya satu kali saja kamu bisa masuk UGD. Tak heran buah itu dinamai manzanita de la muerte alias buah kematian oleh Christopher Columbus.

Sementara itu, Nicola H Strickland, konsultan radiologi, pernah menjadi korban racun pada buahnya yang ternyata rasanya manis.

“Lama-lama ada rasa pedas aneh di mulut yang berkembang menjadi terbakar seperti tenggorokan dirobek dan sesak nafas,” ungkapnya.

Efeknya bertahan 2 jam yang membuatnya tidak bisa menelan apapun dan butuh 8 jam untuk reda kembali ke normal. Tak hanya itu, getah putih susu pada batangnya juga sangat beracun, setetes saja bisa menyebabkan kulit lecet, dermatitis, bengkak atau luka bakar.

Bahkan banyak traveller yang mengalaminya saat berteduh dari hujan di bawah Manchineel karena tidak tahu bahayanya. Getah dari batang yang terbawa tetesan hujan pun juga menyebabkan luka.

Manchineel berwana hijau terang, daun oval dan dapat tumbuh setinggi 50 kaki serta menggunakan buah yang manis sebagai jebakan. Jenis ini biasanya tumbuh di Bahama, Florida dan Karibia. Asap dari bagian Manchineel yang terbakar bahkan juga bisa menyebabkan kebutaan sementara hingga permanen.

*sumber : DreamersRadio.com

Ular Bertanduk Lahir

Untuk pertama kali dalam satu dasawarsa lebih, beberapa telur ular bertanduk menetas di National Zoo Smithsonian.

Delapan bayi ular, yang memiliki semacam tanduk peraba di hidung mereka, menetas pada 21 Oktober setelah empat tahun usaha pembiakan yang gagal, menurut pengumuman pihak kebun binatang pada Kamis (8 November).
Spesies air unik asal Asia Tenggara itu tidak terancam punah, tapi hanya ada sedikit informasi yang dimiliki tentang mereka. Hewan tersebut, yang memiliki nama ilmiah Erpeton tentaculatus, memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 50-90 cm. Mereka adalah satu-satunya ular yang memiliki tanduk peraba di bagian kepala, yang memungkinkan reptil itu merasakan getaran ikan yang berenang di dekat mereka.

Ular bertanduk menghabiskan hidup mereka di air dan menggunakan ekor mereka untuk menstabilkan diri saat menunggu untuk menyerang mangsa. Penelitian terbaru yang dilakukan menitikberatkan pada cara ular itu menggunakan kemampuan berburu mereka untuk menangkap ikan ke dalam mulut.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal “PloS ONE” pada tahun 2010 menunjukkan bahwa predator yang mahir itu telah mengembangkan sebuah mekanisme untuk menangkap mangsa mereka yang ketakutan yang berakhir sejajar dengan kepala mereka, bukan di depan rahang ular yang terbuka. Rupanya, sistem saraf mereka memungkinkan untuk memperkirakan ke arah mana ikan akan berlari saat kaget.
Ular bertanduk itu juga berkembang dalam tingkat kecepatan yang menakjubkan, yang disaksikan secara langsung para staf di kebun binatang Washington, D.C.

“Beberapa jam setelah menetas, perilaku ular itu seperti ular dewasa,” menurut pernyataan Matt Evans, penjaga di Reptile Discovery Center Smithsonian. “Insting mengambil alih dan mereka berburu. Kami tidak tahu banyak tentang spesies ini, tapi kami sudah belajar banyak hanya dengan melihat mereka tumbuh.”

Bayi-bayi ular itu mungkin akan dikirim ke kebun binatang lain ketika mereka sudah dewasa, tutur staf Smithsonian. Sementara itu, empat ular bertanduk dewasa bisa dilihat di bagian Reptile Discovery Center kebun binatang tersebut.

Air Terjun Kedung Kayang Magelang

Magelang, SUARA PEMBANGUNAN.

Air terjun Kedung Kayang semakin indah setelah terjadi letusan Gunung Merapi tahun 2010 silam. Bila banyak keadaan alam menjadi rusak setelah bencana, beda dengan air terjun Kedung Kayang yang tetap lestari bahkan semakin eksotis!

Kedung Kayang adalah air terjun cantik yang berada di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mempunyai letak tepat di bawah kaki Gunung Merapi membuatnya terkena dahsyatnya erupsi Merapi dua tahun silam.

Meskipun terkena hantaman letusan Merapi, bencana tersebut tidak banyak merusak air terjun Kedung Kayang dan sekitarnya menjadi buruk. Kealamian Kedung Kayang tetap terjaga dan indah dipandang mata.

Akibat letusan, sungai di bawah air terjun ini dibanjiri dengan bebatuan besar ataupun kecil yang berasal dari muntahan Gunung Merapi. Oleh sebab itu, sungai ini sekarang mempunyai alur baru yang berkelok-kelok. Ya, sungai ini sekarang diisi batu yang besarnya kira-kira seperti mobil jenis city car. Aliran air ini pun kini terlihat sangat indah.

Beberapa batuan tersebut di antaranya telah ditumbuhi rerumputan hijau yang membuat warnanya semakin cantik. Warna hijau tumbuhan, abu-abu, dan hitam bebatuan serta beningnya air yang mengalir pun menjadi perpaduan yang elok.

Keuntungan lain dari adanya bebatuan tersebut, yaitu wisatawan yang berkunjung menjadi aman karena derasnya air sungai jadi berkurang. Mencoba mandi di aliran sungai terjun Kedung Kayang sangatlah nikmat.

Airnya yang berasal dari pengunungan ini masih bersih dan alami. Bahkan, airnya sangat menyegarkan. Rasa capek selama perjalanan pun langsung hilang. Apalagi dengan suguhan pemandangan gunung serta udara yang bersih, segar, dan bebas polusi.

Sumber : Detiktravel.com

Air Terjun Bolak Balik di Australia

Namanya Teluk Talbot, Siap-siap kaget saat berkunjung ke Teluk Talbot di Australia Barat. Jika selama ini air terjun menurun ke bawah, beda ceritanya dengan Horizontal Falls yang mengalir vertikal, sekaligus bolak-balik. Kok bisa?

Aliran airnya deras layaknya air yang terjun dari tebing. Sekilas memang pemandangan ini terlihat seperti air terjun, tapi bedanya aliran airnya mendatar. Sampai-sampai tempat ini dinamai The Horizontal Falls atau air terjun Horizontal.

Air terjun unik ini berada di Teluk Talbot, Kimberley, Australia Barat. Dikutip dari Amusing Planet, Rabu (3/10/2012), peristiwa ini sebenarnya terbentuk karena derasnya air yang keluar dari sela-sela tebing.

Tebing tersebut membelah lautan. Dari sisi lautan yang satu (sebelah kanan), air akan meluncur deras ke sisi di seberangnya (sebelah kiri). Ini terjadi karena air laut di sebelah kanan sedang pasang, sedangkan air laut di sebelah kiri sedang surut. Uniknya, hal tersebut juga berlaku kebalikannya. Tidak jarang jika pagi hari air mengalir dari kanan ke kiri, tapi sorenya malah dari kiri ke kanan.

Peralihan air ini terjadi terus-menerus, sehingga terlihat seperti sebuah air terjun yang mengalir bolak-balik. Jika biasanya air terjun memiliki ketinggian tertentu, tapi air terjun Horizontal cuma punya lebar. Untuk bisa mengalir ke sebelah kiri, air di lautan sebelah kanan harus melewati jarak sejauh 300 meter terlebih dahulu.

Pemandangan langka ini tentu saja mengundang banyak wisatawan untuk datang. Decak kagum sudah menjadi hal yang biasa kala menyaksikan langsung peristiwa ini. Sampai-sampai, tempat ini mendapat julukan sebagai salah satu keajaiban alam terbesar di dunia. Wow!

Asyiknya lagi, di air terjun Horizontal traveler tidak hanya bisa menikmati fenomena alam ini saja. Tapi pemandangan di sekitarnya juga sangat indah. Walaupun aksesnya terbilang sulit, tapi tetap saja tempat ini selalu menjadi idaman para wisatawan. Apakah Anda juga tertarik untuk menyaksikannya langsung?

Sumber : Amusing Planet

Spooted Lake Unik Di Kanada

Danau unik ini terletak dekat kota Osoyoos di British Columbia, Kanada. Spotted Lake menarik pengunjung dari seluruh dunia. Spotted Lake memiliki konsentrasi yang sangat tinggi dari mineral yang berbeda-beda seperti magnesium sulfat, natrium sulfat dan kalsium . Danau ini juga mengandung konsentrasi yang sangat tinggi dari 8 mineral lainnya serta beberapa dosis kecil dari empat unsur lain seperti perak dan titanium. Sebagian besar air di danau menguap selama musim panas, meninggalkan besar "spot" (kubangan / genangan/ titik) mineral. Pada satu spot akan menjadi warna putih, kuning pucat, hijau atau biru Tergantung pada komposisi mineral yang tersisa . Kubangan - kubangan terutama mengandung magnesium sulfat, yang mengkristal di musim panas dan mengeras secara alami.
Dikenal sebagai Danau Kliluk oleh penduduk asli Lembah Okanagan, danau ini adalah situs suci dari budaya signifikan yang potensial untuk eksploitasi komersial baru yang menghasilkan banyak kontroversi. Kualitas air terapi telah dikenal selama ribuan tahun - orang. Indian asli menggunakan lumpur dan air danau untuk menyembuhkan sakit dan banyak penyakit. Menurut cerita, setelah dua suku berperang menandatangani gencatan senjata , di kedua belah pihak diizinkan untuk merawat yang terluka di Danau Spotted,
Danau itu awalnya dimiliki oleh Keluarga Smith Ernest sekitar 40 tahun. Pada tahun 1979, ketika Smith mencoba untuk memiliki spa di danau, penduduk asli mencoba untuk membeli danau sehingga mereka bisa tetap menjadikan danau sebagai situs suci. Setelah lebih dari 20 tahun berusaha tetapi gagal untuk meyakinkan Smith untuk menjual tanahnya, mereka akhirnya memang membuat kesepakatan pada akhir Oktober 2001 ketika mereka membeli 22 hektar lahan dengan biaya total $ 720.000. Pertama pemerintah membayar $ 150.000 sementara Departemen Urusan India membayar sisanya.
Hari ini, danau ini dikelilingi oleh pagar untuk mencegah orang masuk, tapi Anda bisa leluasa mendapat pemandangan yang indah pada danau ini dari jalan raya.
Selama Perang Dunia Pertama, mineral dari danau dipanen untuk pembuatan amunisi. Buruh Cina dikatakan mengangkut sampai berton - ton garam dari permukaan danau dan mengirimnya ke pabrik-pabrik amunisi di Kanada timur.

Berbagai Sumber (*)

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday94
mod_vvisit_counterYesterday62
mod_vvisit_counterThis week240
mod_vvisit_counterLast week1041
mod_vvisit_counterThis month1455
mod_vvisit_counterLast month4129
mod_vvisit_counterAll days1156787

We have: 28 guests online
Your IP: 107.20.120.65
 , 
Today: Des 12, 2017