10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Suara Parlemen

Hasil Voting RUU Pemilu: Metode Konversi Suara Kuota Murni

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Pembahasan RUU Pemilu pada rapat paripurna telah selesai dilaksanakan. Poin terakhir yang dipermasalahkan, yaitu metode konversi suara akhirnya diputuskan menggunakan metode kuota murni.

Keputusan penggunaan metode murni didapat melalui mekanisme voting. Dalam voting terbuka metode kuota murni dipilih oleh 342 peserta rapat. Sedangkan metode perhitungan webster dipilih 188 peserta.

Voting ini diikuti anggota dewan yang hadir dalam rapat yang totalnya berjumlah 530 anggota.

Sistem kuota murni didukung oleh Demokrat (140 suara), PKS (54), PAN (42), PPP (37), PKB (28), Gerindra (24), dan Hanura (17).

Sedangkan yang mendukung metode webster adalah PDIP (91) dan Golkar (97).

Hal yang menarik adalah perubahan sikap PKS. Sebelum voting dilakukan mereka menyatakan mendukung metode perhitungan webster. Namun begitu voting PKS malah berdiri untuk mendukung metode kuota murni.

Dengan keputusan tersebut maka sistem pemilu yang diatur dalam RUU Pemilu adalah menggunakan sistem proporsional terbuka, parliamentary threshold 3,5 persen, alokasi kursi per dapil 3-10 untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD, dan metode konversi suara kuota murni.

Sumber: www.detiknews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

RUU Pemilu di Tunda

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Tidak kunjung mendapatkan titik temu, pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu dalam rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, akhirnya ditunda pada Kamis (12/4) dini hari.

Ketua DPR Marzuki Alie mengungkapkan penundaan itu sebelum kembali menskor rapat paripurna. Keputusan itu diambil setelah pimpinan DPR dan pimpinan fraksi menggelar forum lobi yang digelar sejak Rabu (11/4) sore hingga Kamis dini hari.

Penundaan itu, ungkap Marzuki, disepakati setelah dua fraksi yakni Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memilih keluar di tengah jalannya lobi. Kedua fraksi itu meminta pengambilan keputusan dilakukan Kamis siang.

Hasil sementara lobi, tiga isu krusial telah mencapai kesepakatan antarfraksi yakni ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 3,5 persen, alokasi kursi per daerah pemilihan (dapil) 3-10, dan sistem pemilu proporsional terbuka.

Adapun isu yang belum ada titik temu yakni metode penghitungan suara menjadi kursi. Masih ada dua pandangan dalam penghitungan itu yakni habis di dapil dengan metode kuota murni dan metode divisor dengan varian webster habis di dapil.

Marzuki mengatakan, pihaknya tetap akan mencoba menyelesaikan satu isu itu dengan musyawarah mufakat sebelum paripurna digelar. Jika tetap tidak ada titik temu, pengambilan keputusan akan dilakukan melalui voting. "Jika dua fraksi itu (PDIP-Golkar) tidak hadir nanti, pengambilan keputusan bisa dilakukan musyawarah mufakat antar fraksi yang hadir," ungkap politisi partai Demokrat itu.

Setelah menjelaskan mengenai hasil lobi kepada seratusan anggota Dewan yang masih bertahan di ruang paripurna, Marzuki kemudian menskor rapat. "Rapat saya skors kembali," kata Marzuki.

Sumber : antaranews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Forum Lobi Fraksi Sepakat PT 3,5%

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Hasil lobi pimpinan fraksi terkait pembahasan RUU Pemilu sudah menemui titik terang. Namun masih ada beberapa poin yang masih mengalami kebuntuan yakni sistem penghitungan suara dan sistem pemilu.

"Kita berusaha keras untuk tidak voting, tapi masih ada satu lagi mengenai konversi suara, itu masalah webster dan kuota," ujar Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Anis Matta di usai forum lobby pimpinan fraksi, di Gedung DPR, Senayan, Rabu (11/4/2012).

Anis mengatakan, PKS sendiri berharap nantinya dalam pengambilan keputusan di paripurna DPR seluruh anggota menyepakati poin-poin krusial tadi. Sehingga sistem pengambilan keputusan secara voting bisa dihindari.

Lebih lanjut, Anis mengatakan, dalam hasil forum lobi pimpinan fraksi, sudah menemui kesepakatan mengenai beberapa poin, namun hal itu masih belum tuntas diselesaikan dan akan dilempar pada sidang paripurna malam ini.

"Hasil rapat lobi Sementara, Setuju terbuka untuk sistem Pemilu, 3,5 persen hanya tinggal webster dan kuota yang bakal mau disatukan lagi. PDIP dan PKS mau tertutup. Golkar sudah mau PT 3,5 persen," jelasnya.

Sumber : inilah.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday240
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week398
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2566
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153769

We have: 63 guests online
Your IP: 23.20.162.200
 , 
Today: Nov 20, 2017