10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Suara Parlemen

Sidang Paripurna DPR Hujan Interupsi BBM

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Sidang Paripurna pengesahan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dihujani interupsi mengenai rencana pemerintah menaikkan harga bakar bahan minyak (BBM).

Anggota Fraksi PDIP yang melakukan interupsi, Aria Bima mengatakan, ada kecenderungan dan ada pernyataan yang dilakukan beberapa pimpinan Banggar untuk mengambil keputusan opsi kenaikan BBM di dalam rapat Banggar atau rapat Komisi.

Padahal, kata dia, sesuai tata tertib MD3 dan tata tertib DPR RI, pengambilan keputusan yang terkait putusan Undang-Undang hendaknya dilakukan di dalam Sidang Paripurna.

"Akan ada suatu usaha untuk tidak membawa pengambilan keputusan itu di dalam Sidang Paripurna, tetapi hanya akan diselesaikan di rapat Banggar atau Komisi," ujarnya dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 27 Maret 2012.

Ia menegaskan Fraksi PDIP tetap menolak kenaikan BBM dengan mengajukan dua opsi.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Fary Dj Francis. Ia mengatakan Fraksi Gerindra memilih walk out dari rapat Banggar karena keputusan diambil Banggar sama dengan pemerintah, hanya membahas opsi.

"Kalau kita melalukan Paripurna tanggal 29 Maret 2012 ada kekhawatiran, kalau terjadi opsi dan hasilnya tidak sesuai dengan yang disepakati di Banggar, saya kira akan terjadi deadlock lagi," ungkapnya.

Kondisi di Gedung DPR sepanas yang terjadi di luar. Di mana massa dari berbagai elemen buruh melakukan aksi di depan gerbang Gedung DPR.

Dalam orasinya, massa menolak kenaikan harga BBM yang mulai diberlakukan per 1 April. Massa juga menolak APBN- Perubahan 2012 yang salah satu agendanya adalah menaikkan harga BBM jenis Premium sebesar Rp6.000.

Sumber: www.vivanews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Peta Di DPR, Pendukung dan Penolak BBM Naik

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Dua dari sembilan fraksi Dewan Perwakilan Rakyat, Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra, walk out dari rapat kerja Badan Anggaran dengan pemerintah yang membahas anggaran subsidi energi. Kedua fraksi walk out karena pemerintah berkukuh hanya membahas satu opsi, yaitu menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Pemerintah tidak bersedia membahas opsi kedua, sehingga Hanura dengan rekan-rekan yang lain tidak ikut membahas," kata anggota Badan Anggaran dari fraksi Hanura Ali Kastela di Jakarta, Senin 26 Maret 2012.

Dia menjelaskan dengan keengganan pemerintah membahas opsi kedua menunjukkan bahwa pemerintah ingin membebankan kerugian dan ketidakefisienan negara kepada rakyat.

Untuk itu Hanura memutuskan walk out dan menunggu voting dalam rapat paripurna. Hanura tetap meminta pasal 7 ayat (6) Undang-undang APBN 2012 yang melarang pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tidak dicabut, sehingga BBM tidak jadi dinaikkan.

Sementara itu, anggota badan anggaran dari fraksi Gerindra, Fary Dj Francis, menjelaskan, sesuai tata tertib, Badan Anggaran telah melakukan pembahasan opsi satu dan dua, dan rapat kerja telah mengalami skors beberapa kali. "Kami maunya teman-teman jangan hanya membahas opsi pertama, tapi juga opsi kedua," katanya.

Kenyataannya, dia mengatakan, pemerintah hanya mau membahas opsi pertama. Mengacu pada tata tertib, Gerindra akan memberikan pandangan-pandangan terkait subsidi energi pada sidang paripurna. "Sekarang kami tidak akan bertanggung jawab mengenai pembahasan ini. Paripurna hari Kamis, kami akan voting," katanya.

Gerindra beserta Hanura secara tegas menolak kenaikan harga BBM. Bersama PDI-P dan Hanura, Gerindra sudah menghitung berkaitan dengan defisit anggaran jika BBM tidak dinaikkan. Hasilnya defisit anggaran tidak sampai 2,5 persen, melainkan 2,23 persen dan itu tidak melanggar UU Keuangan Negara.

Namun konfigurasi tiga fraksi ini, diakui mantan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung, menghasilkan dua kubu. Pertama, kubu yang mendukung opsi menaikkan subsidi BBM, subsidi listrik tetap dan cadangan risiko fiskal.

Sementara, opsi ke dua yang diajukan oleh fraksi pendukung pemerintah adalah memberikan subsidi BBM senilai Rp137 triliun, subsidi listrik Rp64,9 triliun dan mencabut pasal 7 ayat 6 Undang-Undang APBN 2012 yang melarang pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Maka kalau lihat itu, dua opsi itulah yang akan diambil keputusan dalam paripurna besok, antara yang menerima kenaikan BBM dan menolak kenaikan BBM," kata dia.

Namun Ketua DPP Bidang Politik Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menyatakan, Golkar akan menunggu momentum terakhir untuk mengambil sikap mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kalau Golkar masih menunggu di menit-menit terakhir. Agak susah juga ya. Hari begini itu enak jadi PDIP, Gerindra, dan Hanura," kata Priyo di Gedung DPR, Senin 26 Maret 2012.

Priyo mengatakan, Golkar akan memastikan terlebih dahulu apa langkah pemerintah jika akan menaikkan harga BBM, baru setelah itu Golkar akan mengambil sikap. "Surplus penjualan BBM itu akan digunakan untuk apa? Apakah dialokasikan ke transportasi seperti angkutan umum atau ke infrastruktur jalan, atau apa? Kalau belum ada kepastian itu kami sarankan untuk berpikir ulang untuk menaikkan harga BBM. Bisa saja Golkar punya sikap lain."

Sikap Golkar yang wait and see ini bisa menjadi penentu karena menguasai 18,92 persen suara jika sampai terjadi voting. Konfigurasi sementara yang mendukung kenaikan harga BBM yakni Demokrat, PKS, PAN, PPP dan PKB mencapai 56,58 persen. Namun jumlah ini bisa saja berkurang karena jika merujuk pada pembentukan Panitia Khusus Kasus Bank Century, ada pembelotan suara di PPP dan PKB.

Sumber: www.vivanews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Fraksi PPP Dilarang Tinggalkan Jakarta

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, M Romahurmuziy, mengatakan, DPP PPP melarang anggota Fraksi PPP meninggalkan Jakarta guna mengantisipasi rapat paripurna pemutus APBN P 2012. Ini terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Ketua umum DPP PPP telah menginstruksikan anggota Fraksi PPP agar tidak meninggalkan Jakarta dengan alasan apapun 27-29 Maret dan hadir di paripurna," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, sampai saat ini sikap DPP PPP masih akan mempelajari laporan lengkap dari anggota badan anggaran F-PPP tentang hasil rapat kerja badan anggaran-menteri keuangan.

"Karena tim perumus Badan Anggaran masih formulasikan hasilnya," katanya.

Sementara itu, sampai saat ini, pembahasan BBM antara DPR dan pemerintah masih terus dilangsungkan. Sebelumnya, Pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati postur APBN Perubahan 2012 termasuk soal subsidi BBM.

Kesepakatan tersebut diwarnai dengan aksi walk out dari fraksi Gerindra dan Hanura.

Subsidi bahan bakar minyak akhirnya disepakati sebesar Rp 137,38 triliun dan subsidi listrik Rp 64,9 triliun. Opsi ini memungkinkan adanya kenaikan harga BBM.

Opsi ini disepakati setelah Badan Anggaran DPR dan Pemerintah melakukan rapat maraton yang sejak Sabtu (24/3) hingga Senin (26/3).

Meski demikian, opsi ini belum memiliki keleluasan untuk menaikan harga BBM, mengingat pasal VII ayat 6 UU APBN 2012 yang menyatakan harga jual eceran BBM bersubsidi tidak akan mengalami perubahan.

Untuk itu, pemerintah masih mengajukan pengubahan pasal tersebut dalam APBN Perubahan 2012 nanti.

Sementara itu, hasil pembahasan APBN Perubahan 2012 rencananya diajukan dalam rapat paripurna DPR pada Jumat (30/3).

Sumber: www.antaranews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday171
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week171
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2339
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153542

We have: 70 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017