10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Suara Parlemen

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN
Seperti menghindari kejadian seperti yang terjadi dalam soal BBM, Pansus RUU sedang menyiapkan materi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya voting. Pasalnya tawaran voting yang ditawarkan oleh Ketua DPR Marzuki Alie menjadi pelajaran buruk bagi pelaksanaan sidang paripurna selanjutnya.

"Kemungkinan voting memang ada. Kita siapkan apa saja yang akan divoting. Jangan seperti kemarin seperti Pak Marzuki Alie," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu Arif Wibowo di Gedung DPR RI, Senin (2/4).

Menurutnya, masa sidang yang semula berakhir 6 April, namun karena banyaknya RUU yang secara teknis belum disiapkan, sehingga diputuskan diperpanjang satu pekan lagi. Direncanakan, jadwal pengesahan RUU Pemilu mundur menjadi 12 April 2012 mendatang.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang melakukan pembahasan secara teknis atas usulan-usulan dari berbagai fraksi untuk disiapkan jika terjadi voting, sebab RUU ini menurutnya harus selesai pada masa sidang sekarang mengingat komisioner KPU dan Bawaslu sudah terpilih dan ditetapkan.

"Harus selesai sidang sekarang. Karena khawatir akan menimbulkan ketidakjelasan politik dan juga terhadap kinerja penyelenggara pemilu," jelasnya.

Terkait apa saja yang akan di-voting, Arif masih belum bisa memastikan, karena hingga saat ini setiap fraksi masih melakukan lobi-lobi terutama terkait masalah empat poin yang krusial, yakni PT (parliamentary threshold), sistem pemilu terbuka atau tertutup, jumlah daerah pemilihan dan cara penghitungan sisa suara.

Namun, Arif memastikan bahwa empat poin krusial itu tidak seperti soal BBM, lantaran hal itu tidak ada kaitannya dengan koalisi. Melainkan kepentingan partai sendiri.

"Saya kira berbeda. Karena mengenai empat isu itu lebih mengarah pada kepentingan masing-masing partai," terangnya.

Dalam soal penentuan ambang PT, Politisi PDI perjuangan itu mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menentukan PT 4 persen meski sebelumnya 5 persen. Dengan demikian, persoalan PT sudah semakin mengerucut. Begitu juga dengan posisi Golkar dan Demokrat. Namun masih ada partai-partai lain seperti PAN, PPP, PKB, PKS, Gerindra, dan Hanura masih kukuh dengan 3 persen.

Penetapan PDIP tersebut menurutnya, tidak ada upaya lobi apapun dengan Demokrat yang sejak awal menginginkan 4 persen.

"Tidak ada upaya merapat, tidak ada menang-menangan. Ini supaya ada titik temu," tandasnya.

Sumber: www.pelitaonline.com
Posting:  This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

PPP Respon Dinamika Pascapenetapan UU APBNP 2012

Jakarta - SUARA PEMBANGUNAN
Sekjen DPP PPP Romahurmuziy menyampaikan sejumlah sikap resmi PPP terkait dinamika politik di masyarakat yang berkembang pasca-penetapan APBN-P 2012 dalam rapat paripurna DPR pada 31 Maret 2012. 
Dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Senin, Romahurmuziy yang akrab disapa Romy itu menjelaskan bahwa penetapan APBNP oleh DPR melalui rapat paripurna kemarin sudah sah secara formil karena masih dalam rentang waktu yang dibolehkan dalam pasal 161 ayat (4) UU tentang MPR/DPR/DPD/DPRD (MD3). 
Menurut dia, waktu 1 bulan yang dimaksudkan di dalam UU MD3 itu adalah waktu pembahasan dan penetapan oleh Badan Anggaran, yang berarti dihitung sejak Banggar mendapatkan penugasan, yaitu tanggal 6 Maret 2012. "Jadi Bukan dihitung dari tanggal penyerahan surat dari presiden ke DPR, yaitu 29 Februari 2012," ujarnya. 
Selain itu, PPP memandang UU APBN-P 2012 sah secara materil. Penetapan pasal 7 ayat 6A yang mengatur kewenangan pemerintah dalam penyesuaian harga BBM atas dasar ICP, tidak bermakna bahwa harga BBM diserahkan pada mekanisme pasar. 
Jika BBM diserahkan pada mekanisme pasar, ia melanjutkan, tentulah tidak lagi ada pos subsidi sebesar Rp137,4 triliun pada UU APBN-P 2012 dan dengan demikian, maksud pembentuk UU yang dalam hal ini DPR RI sudah sejalan dengan pembatalan pasal 28 ayat (2) UU 22/2001 tentang Migas. 
Namun demikian, Romy menambahkan, PPP menghormati para pihak yang akan melakukan gugatan konstitusionalitas UU APBN-P 2012, karena itu bagian dari hak warga negara

Lebih lanjut PPP meminta pemerintah agar segera menerbitkan DIPA menindaklanjuti UU APBN-P 2012, sesuai apa yang telah ditetapkan DPR. 
"Mengingat sebab-musabab timbulnya kebijakan, PPP meminta agar anggaran BLSM hanya dikucurkan manakala betul-betul terpenuhi kondisi dimana pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM," ujarnya. 
Selain itu, PPP mendesak pemerintah agar melakukan normalisasi harga-harga kebutuhan pokok dengan memproses hukum para penimbun dan mencabut izin perdagangannya, normalisasi jalur distribusi, dan operasi pasar. 
"Anggaran program konversi BBM ke gas secara intensif harus dilakukan dengan tidak lagi menunda atau memperlamban proses di lapangan," ujarnya.

Sumber : www.antaranews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Pimpinan Sidang Belum Terlihat

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Hingga kini Pimpinan sidang Marzuki Alie belum terlihat batang hidungnya.

Hal tersebut membuat kesal, sejumlah anggota DPR yang telah memenuhi ruangan sidang Paripurna DPR. Maklum mereka tadi menskor sidang untuk lobi-lobi partai terkait Paripurna RAPBN kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fraksi PDIP, Hanura dan Gerindra yang telah hadir diruang sidang marah karena hingga kini rapat untuk memutuskan kenaikan harga BBM, belum dimulai.

"Saya melihat ini sengaja," kata Aria Bima di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jum’at (30/03/12).

Sementara itu, fraksi koalisi pemerintah, Demokrat, PKS, Golkar, PAN, PKB dan PPP belum terlihat.

Sumber : kedaiberita.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday162
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week162
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2330
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153533

We have: 71 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017