10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Hobby

Minum Kopi Menunjukkan Kepribadian

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Kepribadian seseorang bisa diketahui dari cara menikmati kopi. Psikolog Ramani Durvasula di Los Angeles melakukan survei terhadap 1.000 peminum kopi dan menghubungkan bagaimana cara mereka menikmati kopi dengan bagaimana kepribadian mereka. Hasilnya diungkapkan dalam "You Are Why You Eat: Change Your Food Attitude, Change Your Life," seperti dilaporkan PsychCentral.com dan dilansir dari mydaily.

Mereka tak hanya dilihat ketika sedang meminum kopi namun para relawan dianalisa tentang bagaimana aktivitas mereka seperti mereka menunggu di antrian, mengorganisir pesta makan malam, dan bagaimana menghabiskan akhir pekan. Lalu mereka diminta menceritakan bagaimana menjalani aktivitas dan pilihan mereka dalam menikmati secangkir kopi.

Hasilnya: Suka minum kopi hitam, tanpa campuran apa-apa, Mereka adalah pribadi yang lugas dan tanpa basa-basi. Mereka pribadi yang serius dan sangat tergantung suasana hati. Ada kalanya tenang, tapi mendadak bisa berubah heboh dan judes. Mereka juga dikenal sebagai orang yang resisten terhadap perubahan dan berlaku menurut cara mereka.

Mencampurnya dengan susu, gula atau cream sehingga menjadi latte Mereka adalah pribadi yang mengutamakan kenyamanan, pribadi yang menyenangkan dan murah hati serta ringan tangan. Seringkali melupakan perawatan diri sendiri karena sibuk bergabung dengan banyak orang.

Minum kopi dengan banyak variasi lainnya Misalnya seperti harus rendah kafein, dengan susu kedelai untuk menjadi kopi yang menyehatkan. Mereka yang minum kopi seperti ini adalah pribadi yang cenderung obsesif, perfeksionis, egois, mengutamakan kesehatan, terlalu sensitif dan kaku.

Sumber : Inilah.com

Saat Kopi Tidak Lagi Sekedar Kopi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Meminum kopi saat ini tak sekadar kebiasaan atau tradisi. Seiring banyaknya penelitian yang mangatakan bahwa kopi bermanfaat bagi kesehatan, diikuti menjamurnya kedai kopi, kini menikmati secangkir kopi sudah menjadi gaya hidup.

Saat ini, banyak kedai kopi yang dapat kita temui. Mulai dari kedai kopi waralaba maupun tradisional. Salah satunya, Kedai Kopi Medan yang berlokasi di Jalan Akses UI, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kedai yang menyajikan kopi hitam khas Medan layak disambangi pecinta kopi. Sebab, sajian kopi terasa pahit bercampur asam, namun tetap smooth dan tanpa ampas.

Semua itu dapat ditemukan di Kopi Ngobrol Medan, yang bisa dipesan hangat maupun dingin.

Masih seputar minuman, di tempat ini tersedia pula Kopi Tarik Medan Special dan Teh Tarik Medan Special, yang bisa dinikmati hangat atau dingin. Ada juga Kopi Mocca, Teh Telur, dan Kopi Telur yang tidak meninggalkan bau amis dari telurnya.

Jika ingin minuman dingin, kita dapat memesan Es Kopi Tarik Medan Spesial. Kopi susu yang cara membuatnya dengan ditarik ini patut dicicipi. Minuman segar ini mempunyai rasa manis (dari susu) pas, plus citarasa kopi yang khas. Es Teh Tarik Medan Special, Kopi Milkshake, Es Cappucino Blended, atau Es Teh Tarik Blended.
Rasanya? Masih tetap nikmat. Hanya, minuman blended terdapat tambahan whipped cream.

Jika tidak terlalu suka kopi hitam, kita dapat memesan Ice Cream Strawberry Shake atau rasa Vanilla, Chocolate, dan Rose Shake.

Jangan lupa nikmati hangatnya Bandrek Medan dan segarnya Terong Belanda Squash. Sedangkan untuk makanannya, Roti Bakar Srikaya Medan menjadi pilihan tepat.

Selai sarikaya terasa legit dengan rasa manis yang pas, cocok bersanding bersama roti bakar yang renyah.

"Saya suka kopi di sini, khas Medan banget. Biasanya saya pesan Es Kopi Ngobrol atau Es Kopi Tarik," ujar Ray kepada Tribun, Minggu (2/9/2012).

Pria yang tinggal di Depok bisa datang minum kopi di Kedai Kopi Medan, seminggu tiga sampai empat kali.

Kedai kopi yang buka 24 jam cocok untuk nongkrong bersama teman. Meskipun seat yang tersedia di sini tidak lebih dari 50 kursi, namun kita dapat duduk sambil kedai makanan di sebelahnya sambil makan besar.

Untuk harga, kedai ini sangat terjangkau bila disejajarkan dengan kenikmatannya dan fasilitas WiFi. Minuman dibanderol sekitar Rp 5.000- Rp 12 ribu, dan roti bakar cuma Rp 2,5 ribu. (*)

Serunya Berpetualang Di Goa Lalay

Banten, SUARA PEMBANGUNAN.

Anda ingin menikmati liburan bernuansa alam Mungkin Anda perlu mengunjungi Gua Lalay di Sawarna, pantai bagian selatan Banten.

Di sana Anda bisa melihat bebatuan stalagnit dan stalagmit yang luar biasa indah.Menuju Gua Lalay membutuhkan ekstra energi. Tapi di sinilah letak serunya wisata Gua Lalay. Termasuk saat menyusuri jembatan gantung di Kampung Cipanas, Desa Sawarna, Lebak.

Jembatan yang sudah lapuk ini merupakan satu-satunya jalan memasuki Gua Lalay.Diameter mulut gua hanya lima meter. Dari sana Anda bisa menjelajah ke dalam gua dan mulai berpetualang. Namun jangan lupa membawa lampu senter dan sepatu boot.Semakin ke dalam, pemandangan di gua akan terlihat menakjubkan. Keindahan kehidupan batu-batu stalagnit dan stalagmit bakal menjadi pemandangan sejauh mata memandang.

Batu stalagnit dan stalagmit adalah batu-batuan kars yang terjadi karena pengapuran dari tetesan air.Sayangnya, karena sarana dan prasarana tak mendukung, Gua Lalay kalah favorit oleh keindahan alam pantai dan hutan di Sawarna. Padahal jika ingin dibenahi, bukan tak mungkin obyek wisata gua kian diminati.Untuk bisa mencapai ke sana, perlu waktu sekitar lima hingga enam jam dari Jakarta. Sedangkan jika Anda melalui jalur Sukabumi, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu tujuh jam.

Sumber  : liputan6.com
Posting  : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it t

Asal Usul Sepatu Bola

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Sepatu bola adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemain sepak bola, Karena sepatu bola adalah salah satu hal yang menentukan permainan sepak bola seorang pemain. Dan asal kamu tahu, ternyata penggunaan sepatu sepak bola mempunyai sejarah dan asal-usul yang panjang.

Dulu pada masa awal sepakola diperkenalkan di Inggris (sekitar pertengahan abad 18), pemain bola boleh mengenakan kasut jenis apa pun di lapangan. Sepatu dengan alas polos dan sering dipakai untuk kerja pun diperbolehkan. Sepatu wanita dengan hak agak tinggi bahkan pernah digunakan lelaki di lapangan hijau.

Kemudian, keluarlah peraturan FIFA pada 1863. Salah satunya berbunyi, "Yang tidak memakai paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya diperbolehkan bermain”.

Aturan itu memunculkan gairah tukang sepatu di Inggris dan Eropa untuk membuat sepatu khusus sepak bola. Sebelum industri massal dimulai, tukang sepatu kebanyakan membuatnya dalam skala rumah tangga.

Pada 1895, Joe dan Jeff Foster mendirikan J.W. Foster and Sons di Bolton, Inggris, sebelum mengubahnya menjadi Reebok pada 1958. Sejak Januari 1905, Herman Jansen membuat toko sekaligus bengkel kasut di rumahnya di Kota Hengelo, Provinsi Gelderland, Belanda timur. Pada tahun yang sama, muncul pula pembuat sepatu Gola di Inggris.

Industri sepatu kian menggeliat ketika adik-kakak Adolf dan Rudolf Dassler membuka pabrik dengan nama Gebruder Dassler Schuhfabrik pada 1924. Dua bersaudara itu akhirnya pecah kongsi pada 1947. Adolf membentuk Adidas dan Rudolf menelurkan Puma.

Mulai tahun 1910-an, sepatu dengan nama Cup Final Specials mendunia berkat "gigi-gigi" kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah. Ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola. Bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam. Pemain harus memakukkan "kuku" itu ke sol dengan palu kecil.

Ukuran gerigi itu pun bervariasi. Pemain akan memilih gigi lebih panjang untuk bermain di lapangan becek agar tidak mudah terpeleset. Salah satu tugas wasit dan asistennya adalah mengecek sol itu sebelum pemain masuk ke lapangan. Jika gigi sepatu terlalu tajam dan menonjol, pemain tak diperbolehkan masuk.

Kasut-kasut masa silam itu dibuat dari bahan kulit tipis tapi berat. Modelnya berupa lars panjang atawa boot agar bisa melindungi engkel pemain dari sepakan lawan. Sepatu baru umumnya keras dan kaku sehingga sering membuat kaki pemakainya cedera. Agar lebih lentur dan enak dipakai, sepatu direndam dulu selama beberapa jam sebelum dikenakan, lalu dijemur sebentar agar kandungan air tidak memberatkan sepatu.

Di era 1920-an, sepatu bola mulai diproduksi secara massal. Salah satu yang terkenal di era itu adalah Manfield Hotspur. Sepatu kulit ini tidak hanya diproduksi untuk pemain dewasa, tapi juga untuk semua umur termasuk anak-anak.

Sepuluh tahun kemudian, muncullah variasi warna tali sepatu. Selain hitam, ada pula putih, merah, dan lainnya. Di lapangan, pemain kerap menggonta-ganti tali ini karena proses rendam-jemur sepatu membuat tali mudah rusak.

Pada 1951, perusahaan sepatu mulai mengendus bisnis baru. Mereka mencatut nama pemain terkenal untuk nama produknya. Bintang Inggris saat itu, Stanley Matthews, menjadi nama sepatu keluaran CWS. Ia mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu. Maka, dimulailah komersialisasi sponsor oleh produsen sepatu kepada pemain, yang saat itu mendapat gaji maksimal 20 poundsterling.

Selain Matthews, pemain-pemain lain mulai mendapat tempat khusus di hati produsen. Sepatu Bobby Charlton, contohnya, beredar pada 1964. Dua tahun kemudian, muncul kasut bernama Pele, yang dibuat sesuai tuntutan gaya main lincah ala pemain Brasil itu.

Matthews juga menjadi salah satu pengguna sepatu Continental, seri terbaru dari Manfield Hotspur dan dikenakan pemain-pemain di Eropa serta Brasil. Sepatu ini dibuat pada 1950-an hingga 1960-an. Pada masa itu, sol sepatu juga dibuat dengan bahan karet, plastik, atau logam dengan pengait sekrup.

Selama itu sepatu sepak bola identik dengan kombinasi warna hitam atau cokelat dengan strip putih. Puma pernah membuat sepatu putih pada 1958, tapi baru dipertontonkan oleh pemain Inggris, Alan Ball, satu dekade kemudian. Kelir lain mulai bermunculan pada 1998, salah satunya dikenakan oleh pemain Maroko, Moustafa Hadji.

Pada 1995, mantan pemain Liverpool, Craig Johnston, mendesain sepatu bernama Predator yang diproduksi oleh Adidas. Sepatu ini menggunakan kulit kanguru sebagai lapisan luarnya yang diklaim mempermudah lengkung arah bola. Klaim ini membuat sepatu itu laris manis dan antara lain dipakai eksekutor seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Steven Gerrard.


Saat ini produsen membuat beragam sepatu dengan teknologi mutakhir sesuai kebutuhan pemakainya. Bentuk, desain, dan bahannya dibuat agar pemain bisa menggerakkan kakinya senyaman mungkin dan aman. Kuku-kuku di solnya pun tak selalu berjumlah sama satu dengan yang lain. Gigi-gigi yang awalnya berbentuk bulat berubah menjadi pipih dan ini sering dianggap gampang melukai lawan.

Sumber : berbagai info internet
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Empat Pendaki Mapala UI Ditemukan

Kuningan, SUARA PEMBANGUNAN

Empat pendaki Mapala UI yakni Alia IZ (20), M Iksan (20), Mutia (20) dan Anisa (19), yang dikabarkan hilang di Gunung Ciremai Kabupaten, Kuningan, Jawa Barat, berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR.

Suyatno, petugas Tim SAR Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, Selasa (10/4) mengatakan, empat pendaki Mapala UI yang dikabarkan hilang di Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, setelah melakukan pencarian kesejumlah titik.

Menurut Suyatno, beberapa jalur pendakian menuju Gunung Ciremai dalam kondisi cuaca tidak menentu sulit dilakukan bagi mereka pendaki pemula, butuh pengalaman dan stamina kuat untuk menempuh jalur tersebut, selain metal yang siap.

"Pihaknya menyerukan kepada semua pendaki, supaya tetap memperhitungkan kondisi cuaca saat berangkat, karena angin kencang dan kabut tebal cukup menyulitkan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Karya, warga setempat menuturkan, kondisi cuaca tidak menentu cukup membahayakan pendaki, sebaiknya mempersiapkan stamina dan mental yang kuat supaya terhindar dari kecelakaan.

Sumber : wartakota.co.id
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday91
mod_vvisit_counterYesterday62
mod_vvisit_counterThis week237
mod_vvisit_counterLast week1041
mod_vvisit_counterThis month1452
mod_vvisit_counterLast month4129
mod_vvisit_counterAll days1156784

We have: 25 guests online
Your IP: 107.20.120.65
 , 
Today: Des 12, 2017