10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Internasional

Presiden Myanmar Sambut Upaya Jusuf Kalla Selesaikan Konflik Rohingya

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pemerintah Myanmar mengapresiasi upaya Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dalam membantu menyelesaikan konflik Rohingya. Presiden Myanmar, U Thein Sein, memberi izin kepada Kalla untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di Provinsi Rakhine.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Presiden Myanmar beserta jajarannya dengan Jusuf Kalla di Istana Kepresidenan Myanmar di Nay Pyi Taw, Jumat (10/8).

Dalam rombongan itu, hadir juga Hamid Awaluddin, Dubes RI untuk Myanmar S Sumarsono, dan Asisten Sekjen OKI Atta Abdul Mannan, serta Presiden Bulan Sabit Merah Qatar Mohamed Ghanim Al-Maadheed.

Pemerintah Myanmar sendiri menyayangkan adanya pemberitaan terjadinya konflik etnis yang berujung pada konflik agama. Menurut mereka, pertikaian terjadi akibat aksi kriminal di dalam masyarakat yang berujung pada konflik komunal.

"Karena itu kita mengingatkan kepada pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan konflik komunal ini sebelum mengarah ke konflik agama," kata Jusuf Kalla usai pertemuan itu seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (10/8/2012).

Menurut Kalla, simpang siur pemberitaan konflik ini terjadi akibat adanya anggapan pemerintah Myanmar yang belum terbuka. Masyarakat internasional kemudian menjadi salah tafsir atas apa yang terjadi di provinsi tersebut. 

"Karena itu, Presiden Myanmar meminta kita untuk melihat langsung apa yang terjadi di sana. Rencananya besok (Sabtu, 11/08) kita akan pergi ke Sitwee salah satu kota di Rakhine. Dan kita merupakan salah satu rombongan pertama yang diperbolehkan masuk ke sana," ujarnya.

Sumber ; detiknews.com

Arab Saudi Kutuk Myanmar Terkait Rohingya

Jeddah, SUARA PEMBANGUNAN.

Kabinet Kerajaan Arab Saudi menuding Pemerintah Myanmar sebagai negara pembersih etnis Muslim. Media resmi pemerintah Arab Saudi SPA mengatakan hal tersebut.

Seperti dilansir kantor berita Alarabiyah, Kerajaan Saudi mengutuk pembersihan etnis Muslim Rohingya yang minoritas di Negara Bagian Rakhine. Menurut pemerintah setempat serangan brutal yang dialamatkan kepada Muslim Rohingya telah menciderai nurani komunitas Islam di dunia.

"Memaksa mereka (Rohingya) meninggalkan tanah airnya adalah pelanggaran HAM," dinyatakan pemerintah.

Pemimpin Arab Saudi, Raja Abdullah juga mendesak masyarakat internasional mengambil tanggung jawab, dan menyediakan tempat perlindungan yang dibutuhkan bagi etnis terbuang itu. "Itu mencegah kerugian yang besar yang menanti di depan," kata Raja Abdullah.

Sebelumya, kekerasan komunal kembali terjadi di bagian barat, komunitas Muslim Rohingya tetap menjadi sasaran. Sekitar 320 rumah tinggal di lima desa, yang dimukim Muslim Rohingya, habis dibakar.

Diduga pelakunya adalah aparat kepolisian dan warga Rakhine yang mayoritas beragam Buddha Teravada. Ketua Parlemen Arab Saudi, Ali al-Salem Dekbasi mengatakan prilaku keji telah dilakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya.

"Pemerintah Myanmar harus bertanggung jawab. Dan menghukum berat semua pelaku penindasan terhadap muslim," tegasnya.

Utusan HAM PBB, Tomas Quintana dalam waktu dekat akan menyampaikan hasil observasinya kepada Komisi Tinggi HAM di PBB, setelah dua hari melakukan pemetaan konflik di Rakhine. Dalam jumpa persnya beberapa waktu lalu di Yangoon, Quintana menyatakan, pelanggaran HAM di Myanmar adalah serius.

Sumber : republika.co.id

Mesjid di AS Diduga di Bakar

Missouri, SUARA PEMBANGUNAN.

Sebuah masjid di Joplin, Missouri, Amerika Serikat rusak total setelah terbakar, Senin 6 Agustus 2012. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah insiden ini disengaja atau tidak.

Laman CNN memberitakan, otoritas setempat sedang menginvestigasi penyebab munculnya api. Kamera keamanan hancur karena kebakaran ini. Seorang saksi mata menuturkan api membakar masjid itu dengan hebat. Api masih membakar tembok bangunan selama beberapa jam. 

Sementara itu, Telegraph menuliskan, kejadian ini diduga terkait dengan percobaan pembakaran pada 4 Juli 2012. Saat itu, seseorang yang tidak dikenal mencoba melempar bom molotov ke atap masjid dan menyebabkan kerusakan kecil.

Kamera pengintai masjid itu merekam wajah tersangka pelempar molotov itu. FBI yang turun tangan melakukan investigasi menawarkan imbalan uang sekitar US$15.000 untuk informasi yang berkaitan dengan insiden itu. Namun belum ada seorang pun yang ditangkap.

Juru Bicara FBI, Bridget Patton, mengatakan kedua peristiwa itu terjadi di tengah malam. Namun, kata dia, FBI masih menunggu hasil penyelidikan asal-muasal api.

"Jika dinyatakan kejadian ini disengaja, kami akan melakukan penyelidikan dan melihat apakah ada korelasi antara api dan kejadian tanggal 4 Juli," kata Patton.

Sumber : vivanews.com

JK: Myanmar Tidak Mau Di Intervensi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan tertutupnya Negara Myanmar terkait konflik etnis yang terjadi di negara tersebut, disebabkan negara itu tidak mau di intervensi oleh siapapun.

Menurut JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, hal itu sebenarnya lebih kepada persoalan dalam negeri mereka.

Untuk itu, agar dunia Internasional bisa masuk dan membantu menangani masalah yang terjadi disana, maka harus ada komunikasi intensif yang dilakukan dengan pemerintah setempat.

"Ada hal-hal tertentu masalah dalam negeri suatu negara yang negara lain tidak bisa intervensi, harus ada pembicaraan," kata JK di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (05/08/2012).

Meski demikian, konflik etnis yang menimpa minoritas muslim Rohinya, menurut JK adalah masalah kemanusiaan. Sehingga dunia Internasional dengan berbagai lembaganya tetap harus ikut turun tangan.

"Yang kedua adalah kemanusiaan, masalah HAM dan itu bukan hanya negara. Ini masalah kita semua, masalah kemanusiaan yang harus diatasi," ungkapnya.

JK juga mengatakan semua lembaga Internasional, termasuk OKI telah sepakat bahwa yang harus dilakukan di Myanmar adalah menciptakan kembali situasi harmoni di negara itu. Salah satunya adalah dengan membantu dua etnis yang berkonflik itu.

"Rohingnya dibantu, masyarakat di Arakan juga dibantu. Siapapun korbannya harus dibantu. Apakah itu dikasih rumah, pembangunan jalan, dan dua-duanya itu harus dibantu," kata dia lagi.

Meski demikian, menurut JK pemerintah Myanmar saat ini sudah melaui terbuka terhadap dunia internasional. Bahkan, beberapa lembaga yang ada dibawah PBB juga sudah mulai masuk ke negara tersebut.

"Mereka (Myanmar) sekarang sudah terbuka, palang merah sudah masuk UN sudah masuk, dan itu juga saya sedang atur bagaimana OKI masuk," tandas JK.

Diketahui, kawasan Rohingya yang berada di negara bagian Rakhine atau bagian utara arakan itu, tercatat sebagai kawasan yang miskin dan terisolir dari negara Myanmar dan Burma. Kawasan tersebut dihuni oleh umat muslim, dan menjadi kelompok minoritas.

Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Atas kondisi tersebut, kaum Rohinya akhirnya lebih memilih untuk mengungsi.

Selain itu, aksi kekerasan dan intimidasi juga tak jarang mereka terima, bahkan sebuah laporan menyebut aksi kekerasan juga dilakukan oleh aparat militer setempat.

sumber : seruu.com

Ditemukan Buntut Tikus Di Burger McDonald

Santiago, SUARA PEMBANGUNAN.

Dinas Kesehatan di Chile pada Selasa membenarkan sesuatu yang diklaim seorang pria pada beberapa pekan lalu: bahwa ia menemukan ekor tikus di hamburger McDonald.

Pada Juni, seorang pria menemukan sesuatu yang tidak biasa ketika ia menggigit hamburger yang dibelinya di sebuah restoran McDonald di bagian selatan Temuco, sekitar 700 kilometer (435) sebelah selatan Santiago, yang merupakan ibu kota Chile.

Dia mengatakan bahwa itu nampaknya adalah ekor tikus, kemudian ia mengajukan pengaduan kepada dinas kesehatan setempat.

Pada Selasa, Waldo Armstrong yang merupakan kepala dinas kesehatan daerah, mengonfirmasi apa yang dikhawatirkan pelanggan tersebut.

“Ada ekor tikus di antara keju dan roti, dan buntut itu ikut termasak,” kata Armstrong kepada para wartawan.

Restoran itu ditutup, dan proses penyelidikan menunjukkan adanya kotoran-kotoran tikus di dalam restoran, dan buntut tikus itu memang sengaja diletakkan di dalam hamburger.

Restoran itu akan tetap ditutup hingga para petugas dinas kesehatan Temuco menentukan jumlah denda yang dijatuhkan.

Sumber : AFP/ANTARA

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday104
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week104
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2272
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153475

We have: 36 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017