10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Internasional

Ababil, Sandi Hacker Muslim

Dubai, SUARA PEMBANGUNAN.

Sebuah kelompok Islam, Selasa (25/9) dikabarkan akan melakukan serangkaian serangan terhadap perbankan Amerika Serikat sebagai target utama. Peringatan itu disampaikan Search for International Terrrorist Entities (SITE) Inteligence Group menyusul serangan-serangan serupa pada pekan lalu sebagai tanggapan terhadap film anti-Islam.

Dalam sebuah pernyataannya, sebuah grup hacker menyebut dirinya "Cyber Fighters of Izz al-Din al-Qassam" mengatakan mereka berencana menyerang situs milik bank Wells Fargo pada Selasa, lalu US Bank pada Rabu (26/9) hari ini dan PNC Bank untuk target kamis, masih menurut laporan SITE.

Pekan lalu, sejumlah situs milik bank-bank grup Chase (berafiliasi dengan JPMorgan Chase) dan Bank of Amerika menderita gangguan serius diduga akibat serangan siber setelah muncul ancaman terhadap mereka juga dari grup yang sama.

"Operasi Ababil dimulai dengan Bank Of Amerika, Tahap kedua adalah serangan terhadap bank terbesar di Amerika Serikat, Chase," bunyi pesan yang ditandatangani oleh grup "Cyber Fighters of Izz al-Din al-Qassam" menyebut sandi operasi yang khusus menyasar perbankan di AS dan ditayangkan di situsPastebin.com.

"Seri serangan ini akan terus berlanjut hingga film menyesatkan itu menghilang dari internet," pernyataan lanjutan dari pesan al-Qassam.

Sumber : republika.co.id

Sepanjang Sejarah, Sudah 6 Dubes AS Yang Tewas Terbunuh

Dalam seluruh sejarah Amerika Serikat hanya ada lima duta besar yang tewas dibunuh sebelum tragedi yang menimpa Chris Stevens di Libya. Mereka yaitu Adolph Dubs di Afghanistan pada 1979, Francis E Meloy Jr (Lebanon/1976), Rodger P Davies (Siprus/1974), Cleo A Noel Jr (Sudan/1973), dan John Gordon Mein (Guatemala/1968).

Selain itu ada dua duta besar mereka yang tewas akibat kecelakaan pesawat terbang, yaitu Arnold L Raphel (Pakistan/1988) dan Laurence A Steinhardt (Kanada/1950).


Sehingga pembunuhan Chris Stevens di Libya adalah hal yang sangat signifikan dalam sejarah Amerika Serikat. Sekaligus menandakan ini adalah peristiwa penting yang akan berpengaruh secara Global. Dalam catatanya Bill Neely, editor internasional menilai bahwa serangan para demonstran di Benghazi yang menewaskan Dubes AS untuk Libya akan jauh lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Stevens dan tiga lainnya staf Kedubes AS diketahui tewas saat mencoba melarikan diri di dalam mobil mereka dari konsulat yang diserang selama lima jam. Wakil Menteri Libya mengklaim delapan belas warga Amerika lainnya terluka, meskipun angka tersebut tidak dapat diambil sebagai fakta.

Stevens tiba di Libya pada tahun 2007, dan melayani selama dua tahun di masa pemerintahan Khaddafi sebelum akhirnya kembali ke AS. Dia datang ke Benghazi dengan kapal kargo pada puncak pemberontakan Libya dan berhasil membangun hubungan Amerika dengan para pemberontak yang sekarang penguasa baru Libya.

"Peran Amerika dalam mempersenjatai para pemberontak dan bertindak sebagai angkatan udara kini telah dilunasi, duta besarnya telah dibunuh," tulis Bill Neely dalam catatanya.

"Ini akan memiliki efek pada masa depan kebijakan AS di wilayah tersebut. Di Washington hari ini mereka akan lebih berhati-hati tentang membantu pemberontak Suriah dengan cara apapun-terutama laki-laki yang kemudian mempersenjatai militer dapat mengubah senjata mereka di Amerika, seperti yang terjadi di Afghanistan, seperti yang terjadi tadi malam di Benghazi," lanjutnya.

Ini tidak akan dilupakan mengingat serangan itu datang pada tanggal 11 September - pada ulang tahun kesebelas serangan terhadap New York dan Washington.

Sumber : seruu.com

Demo "Innocence" Meluas Ke Australia

Sydney, SUARA PEMBANGUNAN.

Aksi demo menentang film anti-Islam "Innocence of Muslims" hari ini meluas ke Sydney, Australia. Ratusan demonstran sempat bentrok dengan aparat polisi di luar gedung konsulat AS di kota tersebut.

Dalam aksinya, para demonstran melempar botol dan batu-batu ke arah polisi yang berjaga-jaga di depan konsulat. Para demonstran yang termasuk anak-anak ini meneriakkan "Jatuhlah AS" dan membawa banner-banner bertuliskan "Penggal mereka semua yang menghina Nabi".

"Kami muak dan capek dengan semua orang yang menghina Nabi tercinta kami," cetus seorang demonstran bernama Houda Dib kepada kantor beritaAFP, Sabtu (15/9/2012). "Mereka tak berhak menghina Nabi kami. Kita tak bisa menghina agama siapapun," imbuh Dib.

"Mereka menyebut kami teroris," kata demonstran lain, Sarah Jacob. "Tapi semua orang menteror orang-orang kami," cetusnya.

Sekitar 500 demonstran berkumpul di luar konsulat AS di Sydney tersebut. Para demonstran akhirnya didorong mundur dari areal konsulat oleh aparat polisi. Hal ini menimbulkan kemarahan sebagian demonstran yang banyak membawa anak-anak mereka.

"Mereka (polisi) memperburuk situasi dengan mendorong saudara-saudara kami," ujar Dib. "Ini seharusnya protes damai," imbuhnya.

Setelah diusir, para demontran pun bergerak ke Hyde Park yang berada dekat konsulat AS. Seorang demonstran yang berorasi menyerukan massa untuk tetap tenang. Dikatakannya, tujuan aksi mereka adalah menyampaikan pesan.

"Kita di sini demi Tuhan kita," ujarnya. "Pesannya jelas, Anda tak bisa menghina Nabi," tandasnya.

Sumber : detiknews.com

Wanita Pembakar Al Qur'an DIbebaskan

Rawalpindi, SUARA PEMBANGUNAN.

Seorang gadis muda yang dituduh membakar beberapa halaman kitab suci agama Islam dibebaskan, Sabtu, dari sebuah penjara dekat Rawalpindi. Ia telah ditahan selama tiga minggu, kata seorang pejabat Pakistan.

Pembebasan dilakukan sehari setelah hakim memberikan jaminan pembebasannya. Banyak kritikus mengatakan hukum Pakistan telah disalahgunakan untuk mengobarkan dendam atau penargetan minoritas.

Pejabat penjara, Mushtaq Awan, mengatakan gadis itu meninggalkan penjara dengan pengamanan yang ketat. Seorang wartawan Associated Press di lokasi kejadian mengatakan dia dibawa dari penjara dalam sebuah kendaraan lapis baja. Di sebuah lapangan, helikopter yang akan membawanya telah menunggu. Wajahnya ditutupi untuk melindungi identitasnya.

Pengadilan atas gadis ini menarik kecaman internasional. Pasalnya, usianya masih sangat belia dan dia diduga mengalami gangguan mental.

Seorang penegak hukum menyatakan usianya 14 tahun ketika ditangkap pada 16 Agustus, tak lama setelah ratusan Muslim yang marah mengepung rumahnya. Ia dituduh telah melakukan pembakaran terhadap beberapa halaman Al-Quran, perbuatan yang di Pakistan bisa berujung pada hukuman penjara seumur hidup. Pengacaranya membantah tuduhan tersebut.

Belakangan, muncul dugaan kasus itu telah dipolitisasi. Seseorang sengaja memasukkan sobekan Al-Quran ke dalam tas remaja ini untuk membuat kesan seolah-olah dialah pelaku pembakaran kitab suci itu.

Di Pakistan, isu agama sangat sensitif dan kerap cepat berkembang menjadi kekerasan yang besar. Seorang pria di kota Bahawalpur dipukuli sampai mati pada bulan Juli oleh massa yang marah setelah ia dituduh menghujat agama.

Sumber :

Gempa China : Sudah Mencapai 80 Korban Tewas

Qinghai, SUARA PEMBANGUNAN.

Sedikitnya 80 orang tewas dalam serangkaian gempa bumi yang mengguncang daerah terpencil dan area pegunungan di sebelah barat daya China, kutip pernyataan pemerintah kepada kantor berita Xinhua pada Sabtu (08/9/2012).

Sebelumnya, jumlah korban gempa berjumlah 67 orang dan 731 lainnya terluka ketika beberapa guncangan menimpa perbatasan provinsi Yunnan dan Guizhou pada Jumat, merobohkan rumah-rumah dan menyebabkan kepanikan para penduduk yang bergegas menuju ke jalan.

Xinhua mengutip pernyataan seorang juru bicara departemen urusan sipil pemerintah provinsi yang mengatakan bahwa jumlah korban akan meningkat karena infrastruktur di wilayah itu rusak parah, menyebabkan kesulitan untuk mengumpulkan informasi.

Berita singkat dari kantor berita milik negara tidak memberikan informasi mengenai jumlah korban luka terkini.

Kawasan Barat Daya China diketahui memang rentan dengan gempa bumi. Pada tahun 2008 lebih dari 87 ribu orang diperkirakan tewas di Provinsi Sichuan saat gempa 7,8 SR mengguncang wilayah tersebut. Sementara 3000 lainnya juga meninggal dunia ketika pada tahun 2010 gempa menghantam provinsi Qinghai dengan kekuatan 6,9 SR

Sumber : seruu.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday91
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week91
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2259
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153462

We have: 23 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017