10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Internasional

3 Polisi Malaysia Pemerkosa TKI Sudah Ditahan

Kuala Lumpur, SUARA PEMBANGUNAN.

Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas pada tiga polisi yang diduga memperkosa seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia. Tiga polisi ditetapkan jadi tersangka dan sudah ditahan.

"Ketiga polisi yang diduga melakukan pemerkosaan sudah ditahan. Kita sudah minta KBRI dan Polisi Diraja Malaysia untuk usut tuntas kasus ini," kata Direktur Media dan Informasi Kementerian Luar Negeri PLE Priatna kepada merdeka.com, Minggu (11/11).

Pemerintah Indonesia telah memprotes keras peristiwa ini. Kementerian Luar Negeri berharap jika terbukti bersalah, pelaku dihukum seberat-beratnya.

Peristiwa itu terjadi saat Polisi Diraja Malayisa menyetop TKW asal Jawa Tengah yang hendak naik taksi. Polisi itu lalu menanyakan paspor asli, sedangkan TKW itu hanya membawa paspor palsu.

Lalu dia dibawa oleh tiga anggota polisi ke kantor. Begitu tiba di kantor polisi, tas korban lalu digeledah.

"Saya mohon sekali lagi agar mereka melepaskan saya dan bertanya apa yang mereka inginkan. Setelah saya beritahu tidak memiliki uang, seorang anggota polisi meminta saya melayani nafsu mereka," terangnya seperti ditulis dalam Sinar Harian, Sabtu (10/11). Sinar Harian adalah koran berbahasa Melayu yang diterbitkan dari Shah Alam, Selangor, Malaysia.

"Karena takut, saya terpaksa mengikuti kehendak mereka dan saya diperkosa. Saya diperkosa mereka di dalam sebuah kamar di area kantor polisi," terangnya.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, tiga polisi tersebut kemudian membawa korban ke Taman Impian Alma dan dilepaskan di sana. Korban juga diancam agar tidak melaporkan hal itu.

Korban yang telah tinggal di Malaysia hampir dua tahun melaporkan kasus itu ke kantor Markas Besar Kepolisian Daerah Seberang Perai Tengah.

Sumber: Merdeka.com

Mahathir : Hubungan RI-Malaysia Panas Dingin Itu Biasa

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai negara dalam rumpun Melayu, dalam perjalanannya kerap panas dingin, dan bagi bekas Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad hal tersebut bukan suatu yang luar biasa.

"Hubungan antara jiran (tetangga) sudah tentu ada masalah. Malaysia mempunyai perbatasan dengan lima negara dan kelimanya ada masalah. Masalah ini harus diatasi dengan aman bukan keganasan," ujarnya di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Menurut Mahathir yang akrab dengan Presiden Soeharto ini, sebagai negara tetangga, untuk setiap masalah bisa diselesaikan lewat dialog, bukan menempuh jalan keras, apalagi lewat berperang karena tidak akan menyelesaikan masalah yang baik.

Ia mencontohkan bagaimana Malaysia dengan Thailand ada masalah untuk perairan tertentu. Begitu juga hubungan Malaysia dengan Singapura soal sebuah pulau, yang semua itu berpotensi memantik perang antardua belah pihak, namun diurungkan.

Karenanya, Mahathir melanjutkan, dialog dikedepankan berkali-kali sampai akhirnya diplomasi politik tak bisa memberikan jawaban atas masalah yang ada, baik Malaysia dan Singapura mengadu pada lembaga internasional untuk menyelesaikan sengketa.

"Jadi, masalah antarjiran itu biasa. Jadi tak usah dibesar-besarkan," kata Mahathir, lalu disambut tawa sekitar 500 hadirin yang mendengarkan penjelasannya dalam stadium general di Auditorium Universitas Mercu Buana lantai tujuh.

Hubungan Indonesia dan Malaysia sempat memanas ketika ada sebuah pamflet atau promosi iklan TKI on Sale yang disebar sebuah agen tak resmi alias ilegal. Atas pamflet itu Indonesia mengecam keras selebaran itu karena merendahkan martabat bangsa.

Sumber : tribunnews.com

Maria Ditiduri Ahli Terapis Berusia 60 Th

Kuala Lumpur, SUARA PEMBANGUNAN.

Seorang wanita yang sudah berkeluarga, mengaku telah diguna-guna oleh seorang terapis pengobatan tradisional. Ia mengaku kena guna-guna, kemudian ditiduri olehnya sesi pengobatannya dirampungkan.

Wanita berusia 44 tahun itu mengaku, sejak awal sekali tidak memiliki keinginan untuk tidur dengan terapisnya. Namun apa daya, tidak bisa menolaknya.

Seperti diberitakan oleh Asiaone.com, Senin (5/11/2012), wanita asal Malaysia, bernama Maria itu mengatakan, sejak pertamakali berobat ke klinik terapis itu yang terletak di sebuah blok apartemen, di wilayah Halim, Malaysia.

Ia tidak dapat melepaskan wajah terapisnya yang berusia 60 tahun dari kepalanya. Ia pergi ke terapis itu untuk mengobati sakit di dadanya.

Bahkan, wanita ini juga mengaku sangat bernafsu untuk melakukan hubungan badan dengan terapisnya itu. Mereka kemudian saling bertukar pesan singkat selama beberapa waktu, dan hubungan mereka berubah menjadi semakin intim.

Untungnya seorang kakak iparnya, menangkap sinyal hubungan teralarang itu, dan segera memberitahukan kepada suami dan anak-anaknya.

"Untungnya suami dan anak-anak saya segera menyadari ada perubahan di diri saya. Mereka kemudian membawa saya berobat ke rumah sakit Islam, di Gombak," katanya.

Sumber : tribunnews.com

Selingkuh Terbongkar Gara-gara Sholat Salah Kiblat

Kuala Lumpur, SUARA PEMBANGUNAN.

Seorang suami (37 th) menyeret sang uztad (46 th) yang sedang melakukan Sholat di kamar istrinya. Sang uztad dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan selingkuhnya itu.

Berawal dari niat yang suami yang ingin mengajak makan siang bareng sang isteri (37 th). Maka ia menghampiri toko milik sang isteri di di Selayang, Gombak, Selangor.  namun ternyata toko tersebut tutup.

Curiga ada yang tak beres, suami masuk toko dan mendapati sepatu istrinya ada di dekat pintu kamar belakang. Ia memanggil istrinya dan mengajak makan, namun si istri menolak dengan alasan masih ada urusan yang akan diselesaikan.

Suami kemudian mencoba masuk ke dalam kamar namun pintu ditahan dari dalam. Ia akhirnya berhasil mendobrak masuk dan melihat seorang lelaki yang dikenalnya sebagai "ustaz" tengah salat.

Tentu saja ia tidak percaya tersangka tengah salat karena arah kiblatnya ternyata salah. Sang "ustaz" bersama istrinya kemudian digiring ke Kantor Polisi Selayang.

Wakil Kepala Polisi Daerah Gombak, Superintendan Rosly Hassan menyatakan telah menerima laporan tersebut dan akan merujuk kasus tersebut kepada Kantor Agama Islam Selangor.

"Hasil pemeriksaan pada telepon genggam wanita itu, si suami mendapati istrinya menyimpan nama 'ustaz' tersebut sebagai 'ustazah' untuk menutupi perselingkuhan mereka," katanya.

Sumber : antaranews.com

Ribuan Biksu Demo Anti OIC

Yangon, SUARA PEMBANGUNAN.

Ribuan biksu turun ke jalan di dua kota utama Myanmar pada Senin, untuk berunjuk rasa terhadap upaya badan Islam dunia dalam membantu Muslim Rohingya di wilayah Rakhine yang dilanda kerusuhan, ujar para penggerak unjuk rasa.
Sekitar 3.000 tokoh agama berbalut kain merah, meneriakkan dan memegang spanduk bertuliskan “No OIC,” berjalan melewati kota Yangon, menurut seorang fotografer AFP, dalam unjuk rasa terbaru melawan Organisation of the Islamic Conference (OIC).
Ribuan lebih berunjuk rasa di kota terbesar kedua negara, Mandalay, dan dalam sebuah unjuk rasa lanjutan di kota Pakokku di wilayah Magway, Myanmar, tambahnya.
“Kami tidak dapat menerima kantor OIC di sini,” ujar Oattamathara, seorang biksu yang memimpin unjuk rasa di Mandalay, kepada AFP. Dia mengatakan bahwa pengunjuk rasa menginginkan jaminan yang jelas dari pemerintah bahwa OIC yang terdiri dari 57 anggota tidak diizinkan untuk beroperasi di negara.
Ketegangan sekatrian semakin meningkat setelah terjadi bentrokan Budha-Rohingya pada Juni di bagian barat Rakhine, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan memaksa puluhan ribu lebih, mengungsi di tempat penampungan sementara.
Para biksu berada di barisan depan pemberontakan pro-demokrasi 2007 yang secara brutal ditundukkan oleh mantan junta. Mereka terlibat dalam serangkaian unjuk rasa melawan OIC dan 800.000 penduduk Rohingya Myanmar, yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu dari kaum minoritas yang paling banyak dianiaya.
Para anggota OIC, badan Muslim dunia, berkunjung ke Rakhine pada bulan lalu setelah mendapat tuduhan dari kelompok-kelompok HAM bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan ke Rohingya saat kerusuhan sektarian, yang memicu kekhawatiran di seluruh dunia Islam.
Rohingya Myanmar, yang berbicara dalam sebuah dialek yang sama dengan salah satu permukiman Bangladesh, dianggap oleh pemerintah dan banyak penduduk Myanmar sebagai imigran ilegal.
Berbagai ketegangan di Rakhine menyebar ke Bangladesh, tempat polisi mengatakan bahwa baru-baru ini mereka menangkap hampir 300 orang dalam kaitannya dengan sebuah gelombang kekerasan yang menargetkan rumah dan kuil-kuil Budha.

Sumber : antaranews.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday97
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week97
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2265
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153468

We have: 29 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017