10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Nasional

Said Ahmad Sungkar : Saya Tidak Lari

Pekalongan, SUARA PEMBANGUNAN.

Said Ahmad Sungkar, satu dari dua warga Indonesia yang disebut masuk daftar teroris internasional, menegaskan bahwa dirinya tidak akan lari sembunyi. "Rumah saya di sini," kata pria 52 tahun itu saat Tempo bertandang ke rumahnya di Kelurahan Klego, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jumat, 20 September 2013.

Kamis, 19 September 2013, Kementerian Keuangan Amerika Serikat menerbitkan daftar hitam berisi dua nama yang disebut tergabung dalam jaringan teroris, yaitu Said Ahmad Sungkar dan Afif Abdul Majid. Keduanya disebut tergabung dalam Jemaah Islamiyah (JI) dan Jemaah Anshorut Tauhid (JAT). Dalam siaran pers itu dinyatakan aset mereka di wilayah hukum Amerika telah dibekukan.

"Bermimpi jadi JI atau JAT pun tidak pernah," ujar Said menanggapi tudingan yang menyatakan dirinya berperan dalam pengumpulan dana untuk operasi kedua jaringan itu. Kendati demikian, Said mengaku memiliki hubungan dekat dengan pendiri JAT, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. "Beliau guru saya. Sebelum beliau dipenjara, saya juga sering ceramah bareng.

"Said mengatakan, dia juga berteman dengan Afif Abdul Majid. "Bedanya, dia bisa bahasa Inggris. Sedangkan saya tidak," ia mengungkapkan.

Dengan menuding dirinya sebagai anggota teroris, Said menilai Amerika Serikat telah melancangi atau seolah membodohi Detasemen Khusus Antiteror 88. Sebab, selama ini dirinya belum pernah sekali pun ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat jaringan teroris.Kendati demikian, Said menambahkan, jauh hari sebelum dirinya dinyatakan sebagai anggota teroris kelas kakap, dia pernah diberi tahu oleh anggota kepolisian bahwa teleponnya telah disadap. "Silakan saja disadap. Apa ruginya bagi saya," dia menambahkan.

Said juga mengaku tidak merasa telah dicemarkan namanya meski tudingan sebagai teroris itu tidak disertai bukti yang jelas."Kalau hanya disebut sebagai teroris, saya biarkan saja. Tapi, kalau sampai mengusik kemari, akan saya perangi," katanya. Ia juga membantah memiliki aset di Amerika Serikat. "Kalau memang punya aset di sana, tidak usah dibekukan. Langsung saja saya hibahkan semuanya." Dirinya mengaku terpaksa buka rekening di bank lokal untuk keperluan usaha.

Salah satu temannya, Dirham, menambahkan, Said selama ini menggeluti usaha peternakan lebah madu dan obat-obatan herbal. "Dia juga jadi pendakwah keliling. Ke mana-mana dia naik sepeda," kata Dirham kepada Tempo sembari menunjukkan sepeda butut di halaman rumah Said. Karena sudah aus, Said terpaksa mengikat keranjang di setang sepedanya dengan tali plastik.

*sumber : tempo.co.id

Harga Cabe Makin Pedas

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Hari pertama puasa Ramadhan, harga cabe di pasar tradisional di Jakarta Selatan makin ganas. Terutama cabe rawit merah yang kini menembus Rp110.000 per kilogram (Kg). Adapun cabe merah keriting Rp95.000/kg.

“Ampun dah harga cabe makin liar saja, jangankan pembeli. Saya aja yang dagang pusing tujuh keliling untuk ngejualnya ke langganan,” keluh Suryati, pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Rabu (10/7).

Karena harga cabe naik gila-gilaan, Suryati maupun pedagang lainnya melayani secara eceran per biji Rp1.000 untuk cabe merah keriting. Atau minimal 250 gram. Selain itu, pembeli harus gigit jari.

Mahalnya komoditi cabe ini tentu saja makin memberatkan masyarakat. Karena selain cabe merah keriting dan cabe rawit merah, cabe rawit hijau besar dan rawit putih ikut-ikutan naik pula. Biasanya paling banter dijual Rp10.000/kg kini melesat Rp30.000/kg.

“Pemerintah ngapain aja tugasnya? Masak ngurus cabe aja nggak becus?” sindir Nuraini, warga Kebayoran Lama. Ibu tiga anak ini sehari-harinya wajib menyajikan sambal merah untuk keluarganya.

Namun karena cabe merah sedang mengamuk, ia terpaksa mengakalinya dengan sambal cabe hijau meski harganya juga mahal. “Daripada saat berbuka puasa nggak nendang karena tak ada sambal, mending saya pakai sambal cabe hijau saja lah,” katanya getir.

BAWANG MERAH
Selain itu, bawang merah juga melesat menjadi Rp40.000/kg dari Rp25.000/kg dan tomat naik Rp3.000/kg menjadi Rp9.000/kg.

Begitu pula sayur mayur naik seperti kacang panjang Rp10.000/kg dari Rp8.000/kg, kentang naik Rp4.000/kg menjadi Rp10.000/kg dan kol juga naik Rp3.000/kg menjadi Rp8.000/kg.

Sementara itu pasaran daging sapi Rp110.000/kg, ayam ras ukuran sedang Rp38.000/ekor dan telor ayam ras Rp23.000/kg.

*Sumber : poskota.co.id

Akun @triomacan Sudah di Tangan Polisi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Penyidik Polda Metro Jaya mengantongi sejumlah pemilik akun jejaring sosial (twitter) "@triomacan2000" yang menyebarkan informasi bahwa Ingrid Kansil, istri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarief Hasan, disebutkan berselingkuh dengan anak tirinya.

"Jadi akun triomacan itu banyak pemiliknya dan beberapa orang pernah diperiksa," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat.

Rikwanto mengatakan penyidik telah mengetahui beberapa orang yang diduga mengantongi pembuat dan pemilik akun twitter @triomacan2000, terkait laporan masyarakat sebelumnya.

Rikwanto mengaku penyidik tidak menemui kendala untuk mengidentifikasi pemilik akun triomacan dan mengungkap kasus laporan Syarief Hasan.

"Kami akan periksa pemilik akun satu per satu, untuk mengetahui siapa yang menyebarkan fitnah tersebut," ujar Rikwanto.

Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan, sebelumnya melaporkan akun @triomacan2000 secara tertulis dengan tuduhan melanggar KUHP Pasal 310 tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 tentang fitnah, serta Pasal 27 UU ITE.

Pemilik akun triomacan2000 menyebarkan informasi bahwa Ingrid Kansil berselingkuh dengan putra Syarief Hasan dari istri sebelumnya.

Syarief membantah istrinya telah berselingkuh dengan putra dari istri sebelumnya, dan tuduhan tersebut merupakan pencemaran nama baik.

Pelaku dapat disangkakan melanggar Pasal 310 KUHP tentang fitnah juncto Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, dan Pasal 27 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).(rr)

*Sumber : Antaranews.com

Muhammadiyah Minta DPR dan BPK Usut Dana Densus 88

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Perlu BNPT itu diusut darimana dananya, karena gosipnya mendapat dana dari luar negeri. DPR, BPK usut itu! dan harus transparan”, begitu seru Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammdiyah di pelataran gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta sesaat sebelum memasuki mobilnya, Senin kemarin (13/5/2013).

Selain dari pada itu, Din memberikan komentar atas pernyataan Kepala BNPT, Arsyaad Mbai, Kepala BNPT  yang mengatakan bahwa tidak ada unsur pelanggaran HAM pada operasi Densus 88.  “Itu tidak jujur”, ujar Din. Disebutkan juga bahwa kalau demikian adanya maka orang tersebut anti HAM. “Mutlak perlu dievaluasi, diubah pendekatannya, memberantas terorisme tidak perlu dengan cara BNPT,  Densus yang sangat konvensional bahkan cenderung melanggar HAM,” tegasnya.

Mbai mengelak kalau tindakan Densus 88 melanggar HAM, dia berdalih,  ”Dalam penanganan terorisme, kita harus teliti  melihat pelanggaran HAM. Kalau pelanggaran HAM itu dalam artian pengertian umum, maka tugas kepolisian itu melanggar HAM. Harus dibedakan kalau HAM berat, itu seperti genosida, ethnic cleansing, kekerasan terstruktur secara masif oleh negara. Konteksnya adalah penangkapan penjahat,” ujar Ansyad Mbai di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (11/5/2013)

Din juga mengkritik BNPT dan Densus. Kalau BNPT dan  Densus melakukan terorisme dan radikalisme maka badan itu telah gagal. Dan tidak bisa melakukan deradikalisasi dengan cara-cara memusuhi agama dalam hal ini Islam. Dan jangan lupa, jangan kaitkan  terorisme dengan agama.
*Sumber :Arrahma.com

KPU Bikin Peraturan Pembredelan PERS

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Komisi Pemilihan Umum membuat aturan kampanye yang membuka peluang pembredelan media. Potensi itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang disahkan 10 Januari 2013.

Tapi jurnalis dan pegiat kebebasan pers rupanya baru 'ngeh' adanya bahaya dalam peraturan itu belakangan. Terkubur bertahun-tahun, pasal-pasal berisi ancaman itu kini hidup lagi. ”Kemasan”-nya saja yang berubah.

Dulu pasal itu tertera pada undang-undang, kini ada dalam peraturan KPU. Adapun isi dan ancamannya sama: media yang melanggar aturan kampanye bisa dicabut izin terbit atau izin siarannya.

"KPU terlalu jauh mencampuri urusan media,” kata anggota Dewan Pers, Nezar Patria kepada wartawan kemarin, 15 April 2013. Pekan ini Dewan Pers akan membahas peraturan itu dan segera menentukan sikap.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan sebelum disahkan, draf peraturan kampanye itu sudah dikonsultasikan dengan Komisi Pemerintahan Dalam Negeri Dewan Perwakilan Rakyat. "Kami tak berniat memberangus media,” ujarnya. Ferry menyatakan baru menyadari ada masalah setelah peraturan itu disahkan.

Dengan peraturan ini, menurut Ferry, KPU menyerahkan pengawasan kampanye di media kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers. Dua lembaga itu juga yang diminta menjatuhkan sanksi kepada media yang melanggar.

Komisi, lanjut dia, hanya menunggu laporan penerapan sanksi dari Dewan Pers dan Komisi Penyiaran. Bila sampai tujuh hari Komisi Penyiaran dan Dewan Pers tak menjatuhkan sanksi kepada media, maka KPU-lah yang akan menjatuhkan sanksi kepada peserta pemilu. »Urusan sanksi media, kami serahkan kepada KPI dan Dewan Pers. Kami mengurus peserta pemilu,” kata Ferry.

Menurut sumber di Komisi Pemilihan, saat merancang peraturan ini pada Oktober tahun lalu, tim perumus dari Sekretariat KPU mencari cara gampang saja. Mereka hanya menyalin dari peraturan kampanye lama yang mengacu pada undang-undang lama pula. Sebagai komisioner yang bertanggung jawab atas penyusunan pedoman kampanye, Ferry tak menyangkal kemungkinan lalainya tim perumus itu.

*Sumber : tempo.co.id

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday108
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week108
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2276
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153479

We have: 40 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017