10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Nasional

Pemerintah Kurang Menyentuh Mesjid

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menilai pemerintah hingga saat ini kurang menyentuh masjid dan mushola. Sedangkan banyak negara yang masjidnya mendapat dana langsung dari pemerintah.

"Pemerintah kurang perhatian. Lembaga agama yang paling penting adalah masjid. Tapi (pemerintah) asyik mengurus haji. Di negara Brunei, Turki, masjidnya dibiayai negara," ujar JK.

Hal ini disampaikan JK dalam acara Peluncuran Program DMI Penataan Akustik Masjid di Halaman masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014).

JK mengatakan betapa pentingnya masjid dalam fungsi syariah, akidah, ibadah, dan muamalah. Menurutnya, sudah saatnya pembangunan masjid juga harus diikuti dengan penguatan fungsinya terhadap umat.

"Jangan kalau masalah haji saja sibuk, begitu bicara masjid nggak ada yang mau bicara," imbuhnya.

"Kalau tiba-tiba masjid ada yang radikal, jangan pemerintah marah karena selama ini tidak disentuh," tutur JK.

Gerindra Menang di Facebook

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Berbagai cara dilakukan oleh Partai Politik untuk meningkatkan elektabilitas jelang Pemilu 2014 . Media sosial seperti Facebook menjadi satu sarana bagi Partai Politik untuk berinteraksi dengan masyarakat ataupun untuk menyampaikan program kerja dan agenda kegiatan partai.

Saat ini ada enam partai politik yang mempunyai halaman Facebook resmi yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Facebook Partai Gerindra berada di posisi pertama dengan jumlah anggota sebesar 1.975.160 orang, Partai Hanura berada di posisi kedua dengan anggota sebanyak 423.881 orang, disusul PKS dengan 94.660 anggota, PDIP 50.042 anggota, dan PAN 16.653 anggota.

Ketua Bidang Kominfo DPP Partai Gerindra, Ondy A Saputra dalam keterangan persnya mengatakan, banyaknya anggota Facebook Gerindra membuktikan adanya kepercayaan yang besar dari masyarakat kepada Gerindra.

"Pada umumnya, masyarakat yang bergabung dalam halaman Facebook Gerindra mendukung Gerindra karena yakin Gerindra bisa membawa perubahan bagi bangsa ini," kata Ondy, Kamis (23/1/2014).

Ondy menuturkan, jumlah anggota Facebook Gerindra yang jauh meninggalkan Facebook partai lainnya merupakan bentuk keseriusan Gerindra dalam menggarap media sosial.

"Kami sangat menyadari pentingnya media sosial seperti Facebook dalam menyerap aspirasi dari masyarakat," tuturnya

Lebih lanjut Ondy mengatakan, dengan adanya Facebook partainya dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. "Kami juga mengimbau kepada calon anggota legislatif Partai Gerindra untuk memanfaatkan media sosial dengan baik, karena sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik dan efektif antara caleg dengan konstituen," ucapnya.

*sumber : tribunnews.com

100 personil Kopasus Diterjunkan Kedaerah Banjir

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

100 Personel Kopassus diterjunkan ke daerah-daerah banjir di Jakarta.
Mereka bersiaga di Kampung Pulo dan Bukit Duri.

Seperti disampaikan Kepala Penerangan Kopassus Letkol Infanteri JO
Sembiring, ada 60 personel dipimpin Mayor Infanteri Budiman meluncur
di Bukit Duri. Sedangkan 40 personel meluncur ke Kampung Pulo dipimpin
Kapten Nadeak.

"7 perahu karet ke Bukit Duri dan 3 perahu karet ke Kampung Pulo,"
kata JO dalam pesan tertulis yang diterima, Sabtu (18/1/2014).

Tim baret merah itu sudah meluncur ke lokasi banjir sejak pukul 09.53 WIB.

*Sumber : detik.ocm

Usir Kapal Imigran, Australia Akui Langgar Wilayah Laut RI

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Australia meminta maaf kepada Indonesia, melalui media massa, karena kapal militernya memasuki perairan Indonesia. Namun, Indonesia masih menunggu permintaan maaf secara resmi dari Pemerintahan negeri kanguru itu.
Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Marsekal Muda TNI Agus Barnas menyatakan, Indonesia sebetulnya sudah tahu Australia melanggar batas maritim. "Kita kan ada radar TNI AU di Kupang," katanya kepada wartawan di kantor Kemenpora, Jumat 17 Januari 2014.
Untuk mengamankan kedaulatan wilayah dari Australia, Indonesia sudah mengirim dua KRI tipe Fast Boat Patrol ke perbatasan. Kemudian akhir bulan ini, RI juga akan mengirim 1 unit KRI tipe fregat yang disimpan di Kupang ke perbatasan.Selain itu, tim terpadu yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Polri, dan TNI, sedang membahas masalah pelanggaran maritim oleh Australia itu.
Sementara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio enggan menanggapi kabar tersebut. "Saya belum terima tanggapan (Australia) itu. Kalau sudah, akan saya koordinasikan dengan Keduataan Australia di Jakarta," kata Marsetio saat di konfirmasi VIVAnews.
Menurut Marsetio, Indonesia masih menunggu keterangan resmi dari Australia mengenai pelanggaran batas maritim tersebut. "Mereka akan datang ke tempat saya dan akan menceritakan story-nya bagaimana," ujarnya.Australia dan kapal imigran gelapDiberitakan sebelumnya, Menteri Imigrasi Scott Morrison mengaku menerima informasi soal "pelanggaran yang kurang berhati-hati" itu, awal pekan ini. Namun, pihak berwenang Australia langsung menginformasikannya kepada militer Indonesia, dalam hal ini TNI Angkatan Laut.
"Kami sangat menyesal akan hal itu dan telah menyampaikan maaf," kata Morrison kepada para wartawan. "Namun pemerintah Australia tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan menghentikan kapal-kapal [pembawa imigran gelap] itu," lanjut Morrison.
Letnan Jenderal Angus Campbell, kepala "Operasi Penegakan Perbatasan" yang bertanggung jawab menghalau para kapal imigran gelap juga mengaku bahwa pelanggaran teritorial itu terjadi dalam beberapa hari. Namun, dia menolak memberi penjelasan lebih lanjut.
Mengusir kapal-kapal pembawa imigran gelap ke perairan Indonesia ini merupakan kebijakan kontroversial pemerintah Australia di bawah Perdana Menteri Tony Abbott. Belakangan ini pemerintah Australia juga tidak mau transparan soal bagaimana dan berapa kapal-kapal itu diusir oleh pihak berwenang, yang melibatkan militer.

9 Program Pemerintah Untuk Sungai Ciliwung

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pemerintah melakukan sembilan cara untuk normalisasi sungai Ciliwung guna menggulangi banjir di Jakarta. Sebagian sudah dilaksanakan. "Program ini kami namakan solusi rotal untuk normalisasi sungai Ciliwung," ujar Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio di kantornya, Rabu, 2 Oktober 2013.

Program pertama, kata dia, pembuatan Sudetan sungai Cilieung di daerah Kalibata dan Kebon Baru. Namun, pembuatan sudetan tersebut urung dilakukan. Sebab, belum ada pembebasan lahan sampai sekrang. "Tujuan pembuatan sudetan yakni untuk membangun rumah susun di bekas kali. Tapi karena solusi kebutuhan rumah susun untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sudah ada maka pembanguna kedua sudetan tidak jadi," katanya.

Kedua, ia melanjutkan, pembangunan tower bagi warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Rencananya tower akan dibangun di dua tempat yang berbeda yakni di Pasar Rumput serta di bekas kantor Walikota Jakrta Timur.

Program ketiga, ujar Pitoyo, yakni adanya penambahan daun pintu di Pintu Air Manggarai dan Karet. "pengerjaannya sedang dilakukan dan mudah-mudahan pertengahan tahun depan selesai," ucapnya. Penambahan daun pintu ini digunakan untuk memperlancar debit air ketika debit air mulai meningkat.

Keempat, ia menambahkan, normalisasi sungai Ciliwung dari pintu air Manggarai sampai Tanah Abang. Karena daerah ini yang paling penting dalam untuk segera dinormalisasi pasalnya bisa mengalirkan lebih dari 500 meter kubik yang sebelumnya tersumbat.

Berikutnya, kata Pitoyo, yakni normalisasi sungai Ciliwung lama dari Manggarai sampai Masjid Istiqlal. Selanjutnya, pengangkatan jembatan-jembatan yang melintasi Banjir Kanal Barat sampai Muara. "Pengangkatan diperlukan karena jembatan bisa menyumbat aliran air.

Ketujuh, Pitoyo berujar kembali, normalisasi sunagi Ciliwung yang melintas daerah Bukit Duri. Daerah tersebut rawan banjir sehingga diperlukan normalisasi.

Kedelapan, pemerintah akan melakukan program konservasi dan non-struktural. Semisal pembuatan sumur resapan, penghijauan bantaran sungai serta pembinaan terhadap masyarakat akan pentingnya sungai Ciliwung.

Terakhir, ujar Pitoyo, pembuatan sudetan bebebtuk terowongan yang menyambungkan antara sungai Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur (BKT). "Tahun ini sudetan akan dibangun," ucapnya. Anggaran untuk sudetan diperkirakan sebesar Rp 550 miliar dan progresnya masih dalam proses lelang.

Pitoyo enggan menaggapi perihal anggaran yang dibutuhkan untuk kesembilan program tersebut. "Kami hanya mengusulkan untuk dana sebaiknya ditanya ke pemerintah daerah," tutur dia. Namun ia menilai semua program tersebut dapat tuntas pada tahun 2016.

*sumber : tempo.co.id

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday129
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week287
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2455
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153658

We have: 67 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017