10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Nasional

Diduga ISIS, Rumah Di Kebun Jeruk Digeledah


XXSP- Jakarta, 11 April 2015. Polisi telah mengamankan R, orang yang diduga sebagai fasilitator WNI untuk bergabung dengan ISIS. Tim kepolisian pun lantas menggeledah rumah milik R yang ada di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, penggeledahan dilakukan pada Sabtu (11/4/2015) sore tadi di salah satu rumah yang ada di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk. Polisi mengamankan dua buah ponsel, dua unit komputer dan dua buah flashdisk dari penggeledahan ini.
Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria terduga ISIS berinisial R di Petamburan, Jakarta Barat. Selain R, petugas juga mengamankan istri dan seorang anaknya.
Kepala Bagian Penerangan umum Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, penangkapan dilakukan siang tadi di sebuah hotel di Jakarta Barat. R selama ini disinyalir yang mefasilitasi dan merekrut orang-orang yang pergi ke Suriah. Belum diketahui darimana dana R berasal. 
"Keterlibatan tersangka diduga memfasilitasi orang - orang WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah," kata Rikwanto dalam keterangannya, (*Sumber :detik.com)

NEGERI INI KEKURANGAN GURU SD

JAKARTA- Jum'at, 20 Maret 2015. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu pembahasan serius dalam pertemuan itu tentang minimnya jumlah pengajar khususnya untuk Sekolah Dasar.

"?Indonesia darurat guru SD dan ini serius kami sampaikan bahwa pemerintah menggunakan data yang menyesatkan yang menyebut bahwa guru itu berlebihan di Indonesia dan itu sungguh-sungguh salah," kata Ketua PGRI Sulistyo usai bertemu JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara,Jakpus, Kamis (19/3/2015).

Ia mengatakan banyak pemerintah daerah yang memberikan data soal guru yang ada di wilayahnya. Data yang dimiliki PGRI, seluruh wilayah di Indonesia kekurangan guru SD terutama di pelajaran agama, olahraga ?atau guru kelas.

"Jumlah kekurangan (guru)nya menurut data yang kami miliki lebih 400 ribu orang dan itu akan terus bertambah karena tiap bulan ada guru yang diangkat berdasarkan Inpres pada jaman orde baru, pensiunnya semakin besar," lanjutnya.

Menurutnya selama ini orang melihat tenaga pengajar banyak karena sebagian besar diisi oleh guru honorer. Ia pun sempat meminta perhatian pemerintah untuk guru honorer agar diberi kejelasan nasib terlebih untuk yang memiliki dedikasi yang tinggi dan kapasitas yang mumpuni.

"?Mereka (guru honorer)lah yang sekarang mengisi kekurangan itu sehingga seolah-olah Indonesia nyaman, gurunya cukup, padahal mereka status kepegawaiannya saja tidak jelas, honornya tidak manusiawi," ucapnya.

"?Kalau pemerintah mengangkat PNS-nya bertahap, maka guru honorer yang prestasinya baik, dedikasi dan royalitasnya bagus itu perlu diatur kepegawaian dan penghasilannya," pungkas Sulistyo. *(detik.com)

Aksi Koin untuk Tony Abbot

SP (Senin, 23/2/2015) Ulah Perdana Menteri Australia Tonny Abott mengungkit-ungkit bantuan yang pernah diberikan kepada korban tsunami di Aceh membuat warga Indonesia geram dan menggalang pengumpulan koin untuk mengembalikan bantuan Autralia.
Gerakan pengumpulan koin untuk Abbot ini terus bermunculan, bukan cuma di Jakarta saja tapi sudah meluas ke berbagai daerah.
Dan aksi "koin" ini mendapat respon positif dari anggota Dewan di senayan.

Menurut Ahok, nasionalisme warga Indonesia sangat tinggi. Jika ada satu masalah yang mengganggu Indonesia maka semua orang akan
tergerak melakukan sesuatu demi negara. “Ini hal yang wajar. Nasionalisme kita sangat tinggi, tak ada masalah dengan itu,” ujarnya.

Perdana Menteri Australia Tonny Abott belum lama ini mengungkit bantuan yang pernah diberikan kepada korban tsunami di Aceh
untuk ditukar dengan dua warganya yang akan dieksekusi mati karena kasus narkoba.
Hal itu membuat ratusan masyarakat yang tergabung dalam koalisi pro Indonesia menggelar gerakan "Koin untuk Australia" di
Bundaran HI pada Minggu, 22 Februari. Massa ingin agar PM Australia Tony Abbot minta maaf karena telah melukai perasaan
masyarakat Aceh dan negara Indonesia.

Sejumlah anggota Dewan mendukung aksi Koin untuk Australia. Sikap Negeri Kanguru memang telah mengusik kenyamanan dan harga diri bangsa. (MetroNews.com)

1 Trilyun Lebih Kerugian Akibat Banjir Jakarta

(Jakarta, Rabu- 11 Feb 2015) Musibah banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta sejak Minggu malam, telah menelan kerugian 1 Trilyun rupiah. Begitu perkiraan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho. "tapi nanti bisa bertambah karena potensi banjirnya belum selesai," ujarnya menambah keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan jumlah itu merupakan hasil perkiraan dengan melihat dampak-dampak yang ditimbulkan banjir tersebut, dimana sejumlah aktivitas bisnis serta kegiatan masyarakat akhirnya terganggu.

Menurut ia, potensi Jakarta mengalami banjir pada tahun ini telah dinyatakan mencapai akhir Maret, sehingga penghitungan terkait kerugian ini masih akan berlangsung.
"Kami akan terus menghitung jumlah kerugiannya sampai banjirnya selesai, sehingga kami mendapatkan angka yang jelas," ucap Sutopo.
Sebelumnya, hingga saat ini jumlah pengungsi akibat banjir masih berubah-ubah.
Pengungsi banjir di Jakarta saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 5.900 orang, yang menempati beberapa lokasi akibat hujan terus-menerus yang berlangsung sejak Minggu (8/2) hingga Senin (9/2).
Menurut ia, ini disebabkan oleh saluran-saluran air yang sudah tidak dapat menampung curah hujan dengan kapasitas tinggi.
Drainase Jakarta hanya mampu mengalirkan hujan 50 - 60 milimeter per hari, sedangkan pada Minggu curah hujan mencapai 177 milimeter per hari dan meningkat menjadi 366 milimeter per hari pada Senin.
Selain itu, sekitar 90 persen wilayah Jakarta telah berubah menjadi kawasan-kawasan yang penuh dengan permukiman warga dan pusat-pusat pertokoan, sehingga ketika terjadi hujan air dikonversi menjadi aliran permukaan.
Masalah ini, menurut ia menjadi salah satu kondisi yang memperburuk penyerapan dan pengaliran air hujan menuju sungai dan laut.

Oleh karena itu, drainase-drainase yang ada di Jakarta sudah patut diperbaiki dan bila perlu pemerintah juga hendaknya memperbanyak jumlah  saluran air tersebut, tambahnya. (antaranews.com)

SDA Himbau Orangtua Awasi Anaknya Berinternet

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Polisi berhasil menangkap Deden Marta terkait pengelolaan situs porno yang melibatkan anak-anak. Untuk itu, Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar orang tua terus menjaga anak-anaknya.

"Yang pertama saya mengimbau kepada orangtua untuk harus menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan anak," ujar Menag di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (27/2/2014).
Menag juga meminta pihak kepolisian supaya terus mengusut kasus tersebut. Menurutnya kasus pengelolaan situs porno tersebut tidak hanya melibatkan satu orang saja.
"Yang kedua saya meminta peran polisi untuk mengusut pelaku. Karena pasti ada dalangnya dan dia harus diberi hukuman seberat-beratnya," ujarnya.
Menag juga berpesan sebaiknya orangtua mengawasi anaknya dalam pemakaian internet. Menurutnya internet merupakan jaringan yang sangat bebas dan bagi anak hal tersebut sangat membutuhkan pengawasan.
"Dan yang terakhir kita sangat bebas dan juga memberi perhatian. Saat internet bebas, tayangan bebas. Ini bisa berpengaruh pada perilaku seks anak-anak yang semestinya belum sewaktunya karena disuguhi hal seperti itu," tutup Suryadharma yang juga ketua umum PPP.

*sumber : detik.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday35
mod_vvisit_counterYesterday124
mod_vvisit_counterThis week548
mod_vvisit_counterLast week1227
mod_vvisit_counterThis month2537
mod_vvisit_counterLast month4119
mod_vvisit_counterAll days1150213

We have: 7 guests online
Your IP: 23.20.86.177
 , 
Today: Okt 21, 2017