10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Khazanah Islam

Pemulung Yang Berhati Mulya, Merawat 30 Bayi Terlantar

China, SUARA PEMBANGUNAN.

Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk tidak menolong sesama. Inilah yang diyakini Lou Xiaoying, seorang pemulung di Cina. Sepanjang hidupnya hingga kini, ia telah menyelamatkan lebih dari 30 bayi terlantar yang dibuang orang tuanya di tempat sampah.

Wanita berusia 88 tahun dan saat ini tengah menderita gagal ginjal bersama suaminya, Li Zin, yang meninggal 17 tahun lalu, merawat empat dari anak-anak itu dan menyerahkan yang lain untuk diadopsi oleh teman-teman dan keluarganya.

"Meskipun saya sudah mulai tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi-bayi itu dan membiarkannya hingga mati di tempat sampah. Jika kita memiliki cukup kekuatan untuk mengumpulkan sampah, maka bagaimana mungkin kita tak bisa merasa akan sesuatu yang amat penting yaitu nyawa manusia. Semua nyawa manusia sangat berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang dapat meninggalkan bayi begitu saja di jalanan," jelasnya.

Menurutnya, ia amat berbahagia ketika melihat anak-anak itu tumbuh sehat, kuat, dan bahagia. Saat ini Lou tengah berjuang bagi hidupnya sendiri akibat gagal ginjal. Ia memiliki satu putri biologis (anak kandung), Zhang Caiying (49) yang juga mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi terbuang. Di tengah keterbatasan, Zhang masih harus menyokong biaya berobat ibunya.

Sumber : tempo.co.id

Sejarah Tahun Hijriah

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Salah satu kemudahan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, Dia jadikan perhitungan hari, bulan dan tahun berdasarkan munculnya hilal (bulan sabit), yang muncul dari arah barat di saat matahari tenggelam. Hal ini bisa diketahui oleh semua pihak baik individu maupun masyarakat umum. Bila telah terlihat hilal, maka masuklah malam itu sebagai bulan baru dan berakhirlah bulan yang lalu. Dari sini diketahui, bahwa perhitungan waktu sehari-hari dihitung sejak tenggelamnya matahari, bukan dari terbitnya, karena awal bulan dihitung dengan tenggelamnya matahari. Inilah sejarah tahun Hijriah yang berkaitan dengan penetapan pergantian bulan.

Salah satu bukti terhadap hal ini adalah adanya perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya untuk melihat hilal dalam menentukan bulan Ramadhan dan Syawwal. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Apabila kalian melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah. Namun bila mendung menghalangi kalian, perkirakanlah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sejarah tahun Hijriah dalam penetapan tahun pertama
Pada zaman Khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, beliau mengumpulkan manusia untuk membicarakan darimana dimulainya tahun Islam. Dan ini terjadi kurang lebih pada tahun 16 H atau 17 H. Kemudian muncullah berbagai pendapat, di antaranya:
Pertama: Dihitung dari kelahiran Rasulullah
Kedua: Dihitung dari kematian beliau
Ketiga: Dihitung dari hijrahnya beliau
Keempat: Dihitung sejak beliau menjadi rasul.

Kemudian diputuskan oleh Umar bin Khaththab, bahwa dimulainya perhitungan tahun Islam adalah dari hijrahnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Karena sejak disyariatkannya hijrah, Allah Ta’ala telah memisahkan antara yang haq dan yang batil. Pada waktu itu pula awal pendirian negara Islam. Inilah sejarah tahun Hijriah dalam penentuan tahun pertama.

Penetapan bulan pertama dalam sejarah tahun Hijriah

Setelah ditentukannya awal perhitungan tahun Islam, terjadi silang pendapat untuk menentukan bulan apa yang dipakai sebagai sebagai permulaan tahun baru. Ada yang berpendapat Rabi’ul Awwal, karena di waktu itu dimulai perintah hijrah dari Makkah ke Madinah. Pendapat lain mengatakan bulan Ramadhan, karena di bulan itu diturunkannya Al-Qur’an. Namun silang pendapat ini tidak berjalan lama, setelah sebagian besar dari kalangan sahabat seperti Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum ajma’in sepakat, bahwa tahun baru Islam dimulai dari bulan Muharram. Di mana di bulan itu banyak hal-hal atau aktifitas yang diharamkan. Di antaranya tidak boleh mengadakan peperangan, kecuali dalam keadaan diserang maka diperbolehkan melawannya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 191)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu maka seranglah ia seimbang dengan seranganya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 194)

Dari sinilah dikatakannya Muharram sebagai bulan haram.

Sumber : www.fadhlihsan.wordpress.com

4500 kantor Pos Online Siap Menerima Saluran Zakat

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran umat Islam melakukan penyetoran zakat, Infaq/shodaqoh dan dana Qurban, Rumah Zakat menggandeng Pos Indonesia untuk pelaksanaan penerimaan Zakat, Infaq/shodaqoh dan Dana Qurban. Rumah Zakat dan Pos Indonesia secara resmi meluncurkan layanan Weselpos Rumah Zakat Rabu (26/9). Peluncuran layanan Weselpos Rumah Zakat ini dilakukan oleh Direktur Utama Pos Indonesia Dr. I Ketut Mardjana dan Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Nur Efendi. Weselpos Rumah Zakat ini meliputi layanan pembayaran Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) dan Qurban di seluruh Kantor Pos Online se-Indonesia.

“Keuntungan lain yang didapat dari penyetoran Zakat, infaq/shodaqoh dan Qurban serta Program khusus Ramadhan melalui layanan “weselpos rumah zakat” adalah adanya layanan tambahan berupa SMS NOTIFIKASI, jelas Mardjana.

Pengirim (donatur/muzakki) akan mendapatkan SMS notifikasi dari Rumah Zakat dengan berita bahwa dana yang dikirim lewat Pos sudah diterima oleh Rumah Zakat. SMS notifikasi ini sangat membantu pengirim akan adanya “kepastian” berita tentang dana yang disetor melalui weselpos Rumah Zakat sudah diterima dengan baik.

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, mengemukakan, layanan ini memudahkan para muzakki/donatur untuk membayarkan donasinya melalui 4.500 jaringan Kantor Pos online di seluruh Indonesia, Malaysia, Korea, dan Hongkong. “Dengan hadirnya Layanan Weselpos Rumah Zakat, para muzakki dan donatur yang jauh dari kantor Rumah Zakat bisa membayarkan donasinya melalui Kantor Pos terdekat,” kata Efendi.

Bahkan, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, Korea, dan Hongkong pun tidak akan kehilangan channel untuk membayarkan ZIS dan Qurban dengan hadirnya layanan Weselpos Rumah Zakat di perwakilan Pos Indonesia di negara-negara tersebut.

Gara-gara "Iddah" Pemimpin Yahudi Memeluk Islam

Amerika, SUARA PEMBANGUNAN.

Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Sumber : republika.co.id

Kakek Tertinggal Rombongan Umroh Telah Kembali

Tertinggal dari rombongan jamaah umroh, Maliki (75) menginap selama 20 hari di Masjidil Haram, Makkah. Maliki kini gembira sesudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Tanah Air.
"Saya selalu sedih bila teringat dengan istri, anak dan cucu-cucu,"kata Maliki kepada wartawan di kediamannya, Minggu (02/09/2012).
Dijelaskan Maliki yang berada di Mekah hampir selama satu bulan ini, dia tertinggal dari rombongan jamaah umroh dari Baturaja saat sai putaran ke-5. Saat itu kakinya terasa sakit luar biasa dan sulit digerakkan. Dia kemudian menepi dan minum air putih yang saat itu terasa sangat enak.
"Saya habis dua gelas. Dan tiba-tiba mata saya mengantuk. 30 menit saya tertidur, dan saat terbangun rombongan sudah sepi. Tapi saya melanjutkan sai yang tinggal dua putaran," katanya.
Meskipun sendirian, Maliki melakukan tahalul atau memotong rambut. Saat itu dia mencoba mengingat-ingat jalan ke penginapan, tapi lantaran sudah malam, dia kembali Masjidil Haram, lalu tertidur dekat rak 355. Sejak saat itu Maliki terpisah dari rombongan.
Setelah sebulan, Maliki ditemukan biro perjalanan umroh. Sejak Sabtu (01/09/2012) dia telah sampai di rumahnya. Hingga Minggu (02/09/2012), saudara, anak, cucu, serta para tetangga tidakputus-putusnya datang ke kediaman Maliki.
Suasana pun tampak haru. Pihak keluarga sambil berucap syukur, tak henti meneteskan air mata, sebab dipertemukan kembali dengan Maliki, yang terpisah sekitar satu bulan dari rombongan jamaah umroh yang diberangkatkan Biro Perjalanan Umroh PT Cahayah Kabah.
Kakek dari 22 cucu ini tampak segar saat menerima para tamunya. Dia pun mengaku sangat bersyukur bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya.

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday220
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week378
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2546
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153749

We have: 54 guests online
Your IP: 23.20.162.200
 , 
Today: Nov 20, 2017