10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Khazanah Islam

80 Negara Ikut Dalam Aksi GMJ

Puluhan ribu rakyat Palestina ikut serta dalam Global March to Jerusalem (GMJ) dari beberapa bagian Jalur Gaza pada hari Jum'at (30/3/2012) menuju penyebrangan Beit Hanoun di utara Jalur Gaza.

Komite Hamas mengatakan bahwa puluhan bis membawa para demonstran dari beberapa bagian Jalur Gaza di tengah-tengah partisipasi para demonstran yang lain yang juga ikut dalam protes internasional GMJ tersebut.

Perdana Menteri pemerintah Gaza, Ismail Haneyya, juga ikut berpartisipasi dalam long march itu bersama dengan delegasi parlemen Mesir yang sedang mengunjungi Gaza.

Dr. Ahmad Abu Halabeyya, anggota tinggi Komite Nasional GMJ, mengatakan bahwa partisipasi yang besar di Gaza, Tepi Barat dan dari luar Palestina menunjukkan bahwa Yerusalem (Al-Quds) adalah tanah suci yang didukung oleh masyarakat internasional tidak hanya rakyat Palestina.

Ahmad menambahkan bahwa ia berharap partisipasi sekitar 3 juta orang dari 80 negara dunia yang berbeda.

Selain itu, puluhan ribu rakyat Yordania para aktivis solidaritas asing dan arab juta ikut serta dalam aksi GMJ pada hari Jum'at yang diberkahi itu di daerah Kafrain di utara Lembah Yordania di dekat perbatasan Yordania-Palestina.

Pemimpin Ikhwanul Muslimin yang ikut serta dalam GMJ mengatakan, "Al-Aqsa saat ini ada di hati-hati kami dan perkumpulan ini yang partisipannya dari seluruh dunia mengambil bagian dalam menuntut diakhirinya penjajahan dan pengembalian hak-hak rakyat Palestina yang telah mengorbankan ribuan syuhada dan ribuan tahanan".

Dr. Yahya Halloum, koordinator dari GMJ mengatakan bahwa delegasi dari 80 negara berpartisipasi dalam aksi demonstrasi ini, diantaranya adalah India, Indonesia, Malaysia, Perancis, Inggris, Maroko, Malaysia yang masing-masing menyampaikan pesan dukungan mereka untuk Palestina. (siraaj/www.arrahmah.com)

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

79 Delegasi Indonesia ikut GMJ di Yordania

Yordania, SUARA PEMBANGUNAN

79 Orang Delegasi Indonesia di bawah koordinasi MER-C yang Ikut akan mengikuti longmarch GMJ di Yordania (30/3/2012).

Dimana delegasi rute 1 sebanyak 28 orang berangkat dari Karachi (Pakistan) melalui konvoi darat, sementara delegasi rute 2 sebanyak 51 orang terbang langsung dari bandara Suta ke Bandara Queen Alia, Amman.

Delegasi Indonesia bersama jutaan rakyat sipil dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul dan melakukan kampanye damai di perbatasan Israel – Yordania pada hari ini.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan sejumlah lembaga peduli Palestina seperti MER-C, VOP (Voice of Palestina), Aqsa Working Group (AWG), Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Forum Indonesia Muda (FIM), Front Pembela Islam (FPI), I Love Muhammad Network, Perwakilan Mahasiswa dan juga 3 orang jurnalis dari TV One, Metro TV dan Harian Umum Republika.

Sumber : www.gmj-indonesia.org
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Dahsyatnya Kekuatan Do'a

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Hari ini aku ingin bercerita, bukan hanya tentang keponakanku yang lucu, tapi lebih dari itu..

Namamya Rafly baru berusia 10 th dan kini duduk dibangku SD klas 6
Ia amat rajin belajar dan banyak bertanya dan belajar tentang berbagai hal bersamaku.
Salah satu pelajarannya yg kami berdua suka adalah membaca Al-Qur'an

Pada suatu hari, sedang belajar ia terlihat gelisah. Dia biasanya menyimak apa yang diajarkan -
tetapi kali ini dia tidak bisa berkonsentrasi. Karena salah satu kelerengnya hilang. Tiba-tiba Rafly berkata:
“Om, bolehkan aku bersujud dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku?”
Tentu saja dgn senyum ak mengizinkannya, lalu Rafly bersujud dgn khusu' menutup matanya dan berdoa dengan sungguh-sungguh. 
Kemudian dia bangkit dan melanjutkan pelajaran.

Keesokan harinya, Ak dihinggapi rasa takut tentang Rafli. Takut doa keponakanku tidak terjawab dan dengan demikian melemahkan imannya. Maka dengan khawatir ak bertanya: “Sayang apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?”

“Tidak Om”, jawab anak itu, “Tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi.”

Hahhh... takjub ak dibuatnya dgn jawabanya itu. Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendakNya. 

Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkannya mengalir dan mengizinkan Allah menjawab dengan cara-NYA.
**Sahabat, jangan pernah meremehkan kekuatan DOA**

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Mengintip Ragam Wajah Islam di Moskow

Meningkatnya jumlah imigran asal negara bagian di Kaukasus dan negara pecahanan Uni Soviet, membuat Moskow tampil dengan ragam wajah. Terlebih, para imigran ini membawa serta-merta kebudayaan yang kental dengan Islam.

Banyaknya jumlah imigran ini juga memberikan perubahan dan pekerjaan baru. Salah satu contoh yang signifikan yakni munculnya sejumlah toko dan kafe 'halal' dibuka di sudut-sudut Kota Moskow.

Toko dan kafe itu pun hadir dengan ragam jenis makanan dan segmentasi pembeli. Dari restoran mahal di mana anda dapat menghabiskan USD200 untuk makan siang, sampai toko yang menjual makanan murah untuk dibawa pulang.

Penjualan panganan khas Asia Tengah pun menjadi marak, seperti roti dan samosa. Samosa adalah makanan halal yang populer di Moskow.

Tetapi bukan hanya makanan halal dan masjid yang menunjukan kehadiran Islam, kehidupan masyarakat secara umum pun sedikit berbeda sejak runtuhnya Uni Soviet di ibukota yang diprakarsai Vladimir Lenin itu.

Perubahan itu salah satunya akulturasi budaya tengah dan utara. Zarif, salah satu imigran Muslim dari Tajikistan, tinggal di Moskow bersama istrinya, Yelena, yang menganut Kristen Ortodoks.

Mereka tinggal di sebuah apartemen tanpa kamar di bagian utara Moskow. Seperti keluarga lainnya, keduanya memiliki pekerjaan dan berupaya untuk pindah ke tempat tinggal yang lebih besar.

Zarif yang Muslim dan Yelena yang berasal dari keluarga Kristen Ortodoks, mengatakan awalnya pernikahan mereka sulit untuk mendapatkan dukungan, tetapi sekarang semua sudah berubah.

"Saya terkadang membeli ikon Kristen untuk keluarga ipar saya yang Ortodok dan mereka membelikan saya buku-buku Muslim atau kalender. Saya bahkan dapat pergi ke gereja dengan mereka untuk acara keluarga. Dan ketika saya menjalankan puasa mereka tidak makan di depan saya. Kami hidup saling menghormati dan rukun," kata Zarif.

Jumlah orang Rusia yang menganut Islam pun meningkat. Peningkatan jumlah Muslim di Moskow bukan hanya karena peningkatan kaum imigran dari Asia Tengah. Fenomena masuk Islam pun menjadi marak.

Adalah Ali Vyacheslav Polosin, mantan pendeta Kristen Ortodok dan seorang politikus yang secara terang-terangan mengaku sebagai mualaf.

Dahulu, ia merupakan politikus yang berada di garis depan untuk mengkampanyekan agar Hari Natal Ortodok menjadi hari libur nasional Rusia. Tetapi 12 tahun yang lalu, dia pindah ke agama Islam.

Aktivitas Polosin kini menjalankan pusat dukungan Muslim di Moskow, mengajar, dan memberikan nasihat kepada orang Rusia yang baru menganut Islam atau Mualaf.

Selain Polosin, sejumlah mualaf di Moskow pun berubah menjadi aktivis. Salah satunya Ayesha Larisa. Perempuan yang bekerja bersama Polosin itu mengatakan telah memiliki anggota sebanyak 10 ribu perempuan mualaf.

"Mereka butuh bantuan dan nasihat kami. Kami mengajari mereka cara beribadah atau membantu mereka jika memiliki masalah dengan anggota keluarganya," ungkap Larisa.

Kehidupan beragama di Moskow makin terbuka setelah Uni Soviet runtuh. Islam pun menjadi agama terbesar kedua di Rusia, meski gaungnya tidak terlalu mencolok di Moskow.

Namun, sejumlah pengamat kehidupan beragama mengatakan kondisi tersebut tampaknya akan berkembang. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya imigran dari negara muslim bekas Uni Soviet yang bekerja di kota-kota besar macam Moskow.

Mereka datang serta membawa budaya, tradisi, dan keyakinannya, yang membuat kehidupan Moskow lebih berwarna.

Sumber: www.metrotvnews.com
Posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Ibnu Sina Dokter Pertama di Dunia

IBNU SINA dokter pertama di dunia dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Karya Ibnu Sina, fisikawan terbesar Persia abad pertengahan , memainkan peranan penting pada Pembangunan kembali Eropa.

Ibnu Sina, Ab? ‘Al? al-Husayn bin ‘Abdull?h bin S?n? (Persia ?????? ???? Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : ??? ??? ?????? ?? ??? ???? ?? ????) sering dilatinkan Ibnu Sina adalah seorang Persia, fisikawan, filosofis, dan ilmuwan yang lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, d**enal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Awal Kehidupan
Kehidupannyan d**enal lewat sumber – sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.

Meskipun bermasalah besar pada masalah – masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku – bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan – kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata – katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak d**enal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode – metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa “Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat – obat yang sesuai.” Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.

Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh – musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk menulis beberapa karya paling awalnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju keruntuhannya pada Desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan. Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui distrik Nishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu opening untuk bakat – bakatnya. Shams al-Ma’äli Qäbtis, sang dermawan pengatur Dailam, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri idmana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga d**erjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

Sumber : http://forum.vivanews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday60
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week218
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2386
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153589

We have: 22 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017