10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Daerah

Globalisasi Mempengaruhi Kesatuan Nasional

Syarat terbentuknya kebangsaan adalah kehendak akan bersatu. Orang-orang Indonesia perlu merasa diri bersatu dan mau bersatu, pemikiran Ernest Renant ini menjadi penggerak spirit kejuangan Proklamator Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bahwa kita hari ini telah bangga menjadi bangsa Indonesia, semua pasti sepakat dan telah terealisasi. Pertanyaannya, apakah keinginan, semangat dan kemauan untuk bersatu tersebut telah menjiwai diri kita hari ini? Demikian diungkapkan H.Irgan Chairul Mahfiz dalam Sosialisasi Konsensus Kebangsaan MPR RI yg dilaksanakan di Kec.Serpong Kota Tangerang Selatan, Sabtu (14/2).

Karena adanya semangat atau kehendak bersatu sebagai komitmen kebangsaan, bangsa Indonesia melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Proklamasi 17 Agustus 1945 sejalan dengan demokrasi dalam bingkaian "Negara Kesatuan". Sejarah membuktikan bahwa semangat persatuan dan kesatuan nasional mampu menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi segala tantangan, hambatan, gangguan dan ancaman dari berbagai pihak yang ingin merongrong kedaulatan negara, ungkap Irgan yang saat ini menjabat Anggota DPR RI Dapil Banten III.

Mulai awal tahun 2015 Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana terbukanya arus barang dan jasa bagi 10 negara anggota ASEAN. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus ancaman berkembangnya ideologi kebangsaan. Untuk itu Irgan mengajak untuk generasi muda memperkuat karakter kebangsaan kita. (SP. Minggu,15 Feb 2015)

Banjir Kali Sentiong Menelan Korban

SP(Kamis,12 Feb 2015) Banjir yang melanda DKI Jakarta pada Senin 9 Februari 2015 lalu memakan korban. Mukhtar (35), seorang tukang becak tewas terseret arus di Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi Wiyono menjelaskan kejadian tersebut bermula saat Mukhtar dan tiga orang rekannya bermain-main di kali yang sedang meluap. Celakanya, dua dari empat orang tersebut, Mukhtar dan Wahid (19) tak bisa berenang, sehingga terbawa arus sungai.

"Ketika banjir kemudian ada yang main-main, seolah-olah banjir itu jadi hiburan. Kemudian ada yang iseng melempar uang dalam botol air mineral ke sungai untuk rebutan. Dua orang lalu hanyut," kata Wiyono saat ditemui di kantornya, Johar Baru, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015.

Dari dua yang hanyut, satu orang (Wahid) bisa diselamatkan karena tersangkut di jembatan tak jauh dari lokasi kejadian. Sementara Mukhtar tidak tertolong karena tenggelam terbawa arus sungai yang deras.

"Yang satu bisa diselamatkan karena ditolong 100 meter dari situ ada jembatan, sehingga bisa ditarik. Satu lagi tidak bisa ditolong karena terbawa arus ke bawah," ujar Wiyono menambahkan.

Ia menjelaskan, pencarian korban dilakukan selama kurang lebih 6 jam hingga jasad korban ditemukan. Pencarian melibatkan tim gabungan dari Satpol PP, SAR dan Kepolisian.

"Ditemukan jam 11 malam setelah airnya surut. Ternyata dia tersangkut di bawah jembatan yang sama," kata dia.

Setelah ditemukan, keluarga korban menolak diautopsi dan memilih segera memakamkan jenazah. Sedangkan satu orang yang selamat diperbolehkan pulang setelah dibawa ke puskesmas terdekat.

"Mau kita bawa ke rumah sakit untuk diautopsi, keluarganya tak mau, ya saya bilang bikin pernyataan bahwa tidak mempersalahkan dari segi hukumnya." (Viva.co.id)

Polisi Kena Gebuk TNI

SP (Jkt, Senin, 9 Feb 2015). Kompol Budi Hermanto masih tak terima digebuki Polisi Militer TNI AL saat razia di Bengkel Cafe, Jumat (6/2) dini hari. Dia membantah insiden pemukulan terjadi karena dirinya mengacungkan pistol. Menurut Budi, dia sedang dalam misi penyamaran karena itu tak membawa senjata.

Budi pun sakit hati diperlakukan bak pesakitan oleh para personel TNI AL tersebut. Dia mengaku digebuki di kafe sebelum dibawa ke mobil tahanan dan ikut dibawa saat razia keliling Jakarta.

"Kita diperlakukan tidak manusiawi saya dimasukkan ke mobil tahanan tapi malah dibawa keliling dibawa ke Kemang dibawa ke Kelapa Gading (markas POM TNI AL). Kita dikerangkeng. mereka tidak mau mendengar saya malah bilang saya mau ditembak 'saya tembak kepalamu'. Borgol tidak dilepas," kata Kompol Budi saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (9/2).

"Di Pom ada serka bilang 'apa masih kurang digebukin?' dia bilang itu di depan kolonelnya," kata Kompol Budi.

Menurut Kompol Budi, ada sejumlah kejanggalan saat pemeriksaan. Namun dia tak mau macam-macam karena merasa di markas TNI AL.

"Ya saya mengenali (orang yang memukul). Mereka pada saya menghadirkan pemukulnya tapi ada yang menggantikan pemukulan. Digantikan ada peran pengganti. Saya pikir buat apa ribut itu kandang mereka," jelasnya.

Sementara itu pihak TNI AL memberikan keterangan mereka memiliki bukti-bukti jika Kompol Budi dan rekannya menodongkan pistol dan membuat suasana keruh saat razia. (Merdeka.com)

Jabodetabek Masih Akan Diguyur Hujan

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.  
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis peringatan dini untuk Jabodetabek. Diperkirakan hujan berintensitas sedang hingga lebat akan terjadi pagi, sore dan malam hari ini.

"Masih terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Jabodetabek yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada pukul 05.00 WIB," demikian disampaikan BMKG di akun twitter resmi @infoBMKG, Minggu (2/2/2014) pagi.

Di antara wilayah yang diguyur hujan hujan berintensitas sedang hingga lebat adalah Ciputat, Tangerang, Serpong, BSD, Bintaro, Kebayoran, Lebak bulus, Pondok Aren, Pondok Cabe, Pasar baru, Grogol, Kuningan, Casablanka, Setiabudi, Jagakarsa, Ragunan, Sawangan, Cimanggis, Bojong, Depok, Bogor, Jatiasih, Bantar Gebang, dan Bekasi. 

"Kondisi ini (potensi hujan sedang hingga lebat) diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 08.00 WIB," jelasnya.

Lalu pada pukul 08.00 WIB, hujan akan meluas ke sejumlah wilayah lainnya. Yaitu wilayah Klender, Duren sawit, Kalimalang, Cawang, Cililitan, Ps Minggu, Pancoran, Kalibata, Ps Rebo, Kramatjati, Cinere, Cilandak, Cengkareng, Jelambar, Krukut, Kota, Glodok, Harmoni, Palmerah, Senayan, Blok M, Kemang, dan sekitarnya.

Sedangkan sore harinya, hujan ringan akan turun di sejumlah wilayah mulai dari Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Hujan sedang akan turun di Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Pada malamnya diperkirakan hujan sedang akan turun di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Bekasi. Hujan ringan akan turun di Bogor, Tangerang, Depok, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

Siswa SD Tenggelam di Linggan Bata

Kendal, SUARA PEMBANGUNAN.
Nasib tragis menimpa Yosi Septian Ardian Bin Darmadi (10). Murid SD Botomulyo Warga Jalan Cempaka Perumahan Cepiring Kendal yang sedang asyik mencari ikan di sekitar Linggan atau tempat pembuatan Batu Bata di samping SMK Bhakti Persada yang terletak di Jalan Sriagung KM 1,5 Botomulyo Cepiring.

Menurut penuturan Hari (38) warga yang tinggal di sekitar lokasi , saksi mata kejadian itu, dirinya sering memperingatkan sejumlah anak kecil yang saat hujan deras malah nekat mencebur ke lokasi Linggan yang penuh air, namun peringatan itu tak diindahkan.
“Mungkin karena asyik mencari ikan, anak anak itu tidak tahu jika kontur tanah di linggan itu semakin ke kiri semakin dalam dan curam namun tak terlihat karena genangan air. Saya tak melihat persis saat tenggelam karena saya didalam rumah, tau-tau ketika saya menengok keluar satu anak sudah tenggelam yang dua lainnya menangis di pinggiran kolam, sudah ada sejumlah warga yang menolong dan korban di bawa Bripka Supriyanto ke Puskesmas” tuturnya.

Kapolsek Cepiring AKP Asri Hermawan mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas korban meninggal akibat banyak cairan yang masuk ke rongga pernafasan dan masuk memenuhi paru paru dan menutup jalan nafas, dia menambahkan saat musim hujan seperti ini dirinya dan anggota memang selalu memprioritaskan pemantauan terhadap debit air sungai dan hal alin yang berkaitan dengan keselamatan warga.

“Kami himbau kepada seluruh warga agar mengawasi anak anaknya agar tidak bermain di daerah rawan bahaya seperti pinggir sungai dan tempat seperti linggan dan sawah, karena potensi tenggelam dan tersambar petir tetap ada jika kita lengah” papar Kapolsek.
Saat ditemui di Puskesmas Cepiring, nampak orang tua korban sangat terpukul, mereka tak menyangka anaknya tenggelam di Linggan.

*sumber : liputan6.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday227
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week385
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2553
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153756

We have: 57 guests online
Your IP: 23.20.162.200
 , 
Today: Nov 20, 2017