10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kriminal

Digebuki Warga Gara-gara Bakar CD Istri

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Seorang pria paruh baya digebuki warga karena membakar celana dalam (CD) istrinya di dalam rumah kontrakan mereka di Jalan Pejompongan Dalam RT 13 RW 07 Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2012) malam.

Muhammad Ridwan,38 tahun, pelaku yang membakar celana dalam istrinya ini mengaku melakukannya agar istrinya pulang ke rumah karena sudah seminggu tidak pulang. Pelaku melakukan perbuatannya itu didasari oleh perintah dukun yang ia datangi di daerah Cisauk, Tangerang.

Dukun tersebut menyuruh pelaku membakar celana dalam istrinya agar kembali pulang. Perintah dukun tersebut langsung dikerjakan oleh pelaku sesampai di rumahnya.

Ketika sedang membakar celana dalam istrinya, ternyata ada warga yang melihatnya. Khawatir akan terjadi kebakaran, warga kemudian berusaha memadamkan dengan menyiramnya dengan sebuah botol minuman kemasan, tetapi sayang kobaran api bukan mengecil, malah kian membesar karena isi dalam botol tersebut adalah minyak tanah.

Setelah berhasil memadamkan apinya, warga langsung menggebuki pria asal Manado ini. Petugas polisi yang datang ke lokasi segera membawanya berikut barang bukti celana dalam, korek api dan botol minuman kemasan berisi minyak tanah ke Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

MUI : Jangan Generalisir Rohis Sebagai Sarang Teroris

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Ketua Fatwa MUI Ma'ruf Amin meminta organisasi rohani islam (Rohis) tidak digeneralisir sebagai sarang teroris. Menurutnya, penyebutan Rohis sebagai sarang teroris akan menimbulkan stigma negatif terhadap organisasi di sekolah tersebut.


"Jangan digeneralisir seperti itu. Pernyataan yang demikian justru akan menimbulkan sikap saling curiga," ujar MA;ruf kepada merdeka.com, Sabtu (15/9).

Menurut Ma'ruf, jika ada indikasi sebuah Rohis yang digunakan sebagai sarana pengkaderan teroris, aparat diminta langsung bertindak. Tetapi sebaiknya tidak menggeneralisir bahwa semua Rohis adalah sarang teroris.

"Kalau memang ada tangkap saja langsung, tapi jangan digeneralisir. Akibatnya nanti akan saling tuding dan saling lempar," imbuhnya.

Sebelumnya Metro TV menampilkan tayangan mengenai pola rekruitmen teroris muda. Dalam tayangan tersebut, Metro TV menyebut bahwa sasaran rekruitment teroris muda dari siswa SMP dan SMA di sekolah umum. Mereka yang masuk target rekruitmen adalah siswa yang masuk organisasi di masjid-masjid sekolah. Siswa yang tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah.

Namun dalam running teksnya, Metro TV menyebut tayangannya tersebut bersumber dari penelitian Bambang Pranowo dari UIN Jakarta. Metro TV juga membantah telah menyebut bahwa Rohis sebagai sarang teroris.

Sumber : merdeka.com

Raja Narkoba Surabaya Di Bekuk Polisi

Surabaya, SUARA PEMBANGUNAN.

Direktorat Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri membekuk dua 'Raja Narkoba' asal Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, total barang haram berupa sabu, ekstasi, dan ketamin yang dimiliki tersangka mencapai Rp 96 miliar lebih.

Angka itu berdasarkan jumlah barang bukti yang disita dari Azhar Abram alias Jeri (40), warga Perumahan Puri Maharani, Sukodono dan Agus Warsito alias Aliong (53), warga Lebak Indah Utara I, Surabaya.

Barang bukti berupa 15 kilogram atau 29 bungkus plastik sabu-sabu, 120 ribu butir ekstasi (ineks) warna pink dengan logo gajah dikemas dalam 24 bungkus plastik, serta 70 butir ekstasi warna krem/hijau muda dikemas dalam 15 bungkus plastik. "Total ekstasi sebanyak 190 ribu butir," kata Dirnarkoba Polda Jawa Timur, Kombes Bambang Triyanto, Sabtu (15/9) malam.

Kedua tersangka kini telah berada di Mabes Polri Jakarta, setelah dikirim melalui penerbangan Garuda, sore tadi. Direktur Direktorat Narkoba Mabes Polri Brigjen Arman Depari saat jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta mengatakan, sabu dan ekstasi yang disita merupakan barang kualitas satu.

"Barang lebih kecil dari ekstasi biasa, tetapi berkualitas baik dan efeknya dua kali lipat. Dan bila mengkonsumsi ekstasi yang berwarna merah ini seperti dua kali mengkonsumsi pil ekstasi lainnya,"

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, harga pasaran sabu dengan kualitas utama mencapai hingga Rp 2 juta per gramnya. Artinya dengan barang bukti yang diperoleh polisi seberat 15 kilogram bernilai Rp 30 miliar.

Sementara untuk ekstasi dengan kualitas super, harga di tingkat para pemakai bisa mencapai Rp 350.000 per butirnya. Dengan total 190.000 butir pil yang disita, barang haram itu bernilai Rp 66,5 miliar.

Nilai ini belum ditambah dengan 10 kg bahan baku sabu (ketamine) yang nilainya juga tidak murah.

Bantah Kecolongan

Terkait penangkapan kedua tersangka tersebut, Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya membantah telah kecolongan.

"Penangkapan kedua pelaku ini, adalah hasil kerjasama antara Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri dan Ditnarkoba Polda Jatim. Pengungkapan sindikat narkotika berskala internasional itu, merupakan hasil pengembangan dari Jakarta," kata Dirnarkoba Polda Jawa Timur, Kombes Bambang Triyanto.

Untuk pengembangan kasus ini, Polda Jatim menyerahkan penanganan kasus kepada Mabes Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan dua pengedar narkoba kakap ini, bermula dari penangkapan tersangka Syahril yang kedapatan membawa 20 ribu butir ekstasi dan beberapa gram sabu di wilayah Merak, Banten, beberapa waktu lalu.

Setelah dikembangkan, petugas mendapatkan nama Jery yang hendak mengirimkan barang haram tersebut ke Surabaya, Jawa Timur. Akibatnya Jery yang hendak menuju Surabaya menggunakan kereta, dibekuk di Stasiun Gambir, Jakarta. Dari situ, petugas kembali mengembangkan kasus tersebut ke pelaku lainnya bernama Aliong yang berdomisili di Surabaya.

Dari rumah Aliong, petugas menemukan barang bukti berupa 200 ribu ekstasi warna abu-abu, kuning dan merah, 15 kg sabu dan 10 kg bahan baku sabu (ketamine). Dan polisi menduga ekstasi itu milik para tersangka berasal dari Belanda dan sabu serta ketamin dari Iran.

Sumber : merdeka.com

Mucikari Memiliki 2600 PSK Ditangkap Di Bali

Denpasar, SUARA PEMBANGUNAN.
Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, menangkap Yunita alias Keyko 34 tahun, seorang mucikari handal penjual wanita penghibur yang memiliki jaringan ke berbagai wilayah di Indonesia. Wanita itu mengaku memiliki stok wanita pemuas yang jumlahnya sampai 2.600 orang.
Yunita yang kos di Jalan Dharma Husada, Surabaya dibekuk di rumahnya di Pulau Bali. "Dia kami kejar selama empat hari dan tertangkap di Bali," kata Kepala Unit Kejahatan Umum Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Iwan Hari, Senin 10 September 2012.
Penangkapan Yunita diawali ocehan anak buahnya yang lebih dulu dibekuk polisi di Surabaya. "Dari keterangan anak buahnya itu, kami mengejar tersangka," kata Iwan. Polisi menyebut, sebenarnya ada beberapa tersangka lain yang diburu, dan Yunita sebagai bos besarnya.
Saat menangkap wanita dua anak itu, polisi juga menyita uang tunai Rp1.950.000, tabungan BCA, ATM BCA, empat buah catatan anak buah, tiga lembar slip pengiriman uang, 13 lembar slip BCA, empat unit Blackberry, satu unit HP Nokia, 16 out captured BBM, dan sebanyak 1.600 lembar foto wanita seksi dagangannya.
Dalam pemeriksaan, Yunita mengaku bisnis jual cewek dilakoni sejak delapan bulan silam. Sedikitnya, ada 20 wanita cantik 'siap jual' berada di Surabaya. "Di Surabaya ada 20 wanita, daerah lainnya banyak," kata dia. Untuk sekali main, tarifnya antara Rp 1 hingga Rp1,5 juta.
Ia mengaku, pemasaran cewek penghibur itu dilakukan dengan cara menawarkan melalui foto lebih dulu. Kliennya termasuk pejabat dan pengusaha kaya yang membutuhkan.
Akibat sepak terjangnya, Yunita dijerat melanggar pasal 506 jo 296 KUHP, pasal 2 dan 8 UU RI No 21 tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan manusia alias trafficking. "Ancaman hukamannya di atas 10 tahun penjara," kata Iwan.
Sumber : vivanews.com

Pegawai SPBU Di Rampok 85 Jt

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Dua pegawai SPBU yang akan menyetorkan uang ke bank menjadi korban perampokan di Jl. Cipinang Jaya, Jatinegara, Jakarta Timur. Tak hanya merampas uang hasil penjualan, perampok juga melumpuhkan korban dengan membacoknya.

Aksi perampokan tersebut terjadi pada Senin (10/9/2012), sekira pukul 10:15 WIB. Saat itu, kedua pegawai SPBU Cipinang Jaya, Wawan Kurniawan dan Suprapto, tengah mengendarai motor menuju Bank Mandiri di Jl Cipinang Jaya, Jatinegara, Jakarta Timur.

Korban membawa uang hasil penjualan SPBU yang akan disetor ke Bank Mandiri tidak jauh dari SPBU tempat mereka bekerja.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, korban dipepet oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Setelah dipepet, salah seorang pelaku yang berada di belakang motor, mengayunkan sebilah pedang sebanyak dua kali dan mengenai lengan kedua korban. Tak bisa berbuat banyak, korban pun merelakan uang Rp 85 juta, yang merupakan hasil penjualan di SPBU tersebut dibawa kabur pelaku.

Sementara, menurut keterangan seorang tukang parkir yang berada dekat dengan lokasi, kedua pelaku beraksi menggunakan sepeda motor Supra Fit yang tak diketahui nomor polisinya. Kedua pelaku menggunakan jaket hitam dan helm penuh.

Kini, kedua korban tengah mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Premiere, Jatinegara, Jakarta Timur. Keduanya mengalami luka di lengan bagian kanan. Sementara, saksi-saksi di lapangan telah dibawa ke Polsek Metro Jatinegara untuk dimintai keterangan.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday138
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week296
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2464
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153667

We have: 69 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017