10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kriminal

Siswi SMK Diberi Penenang lalu Di Perkosa Bergilir

Tangerang, SUARA PEMBANGUNAN.

Satu dari tiga tersangka pemerkosa siswi SMK di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, NDR (15), dibekuk petugas Polresta Kabupaten Tangerang, Kamis (11/10). Dalam aksinya pelaku berhasil memperkosa korban setelah mencampur obat penenang dengan minuman bersoda.

Tersangka adalah TN (15), warga di Kampung Jengkol, RT 07/02, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Ia ditangkap di rumahnya setelah satu bulan buron.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, peristiwa ini berawal dari perkenalan korban NDR dengan tersangka T serta dua rekannya, N alias P dan A alias H lewat telepon salah sambung. Kemudian mereka pun janjian untuk kopi darat (bertemu).

"Lalu pada 8 September 2012, sekitar pukul 06.30 WIB, ketiga tersangka dengan menggunakan sepeda motor menjemput korban saat hendak berangkat sekolah. Korban dibawa ke sebuah lapangan bola di Kampung Jengkol, Kabupaten Tangerang," katanya, Jumat (12/10).

Di sana, ternyata tersangka telah menyiapkan minuman soda yang telah dicampur obat penenang dan miras. Lalu korban dipaksa meminum minuman tersebut, hingga tubuhnya lemas.

"Saat itu lah, ketiga tersangka menyetubuhi korban secara bergiliran," ucap Shinto.

Sadar dirinya telah diperkosa, peristiwa tersebut di laporkan kepada orangtua korban. Orangtuanya kemudian melaporkannya ke Polres. Namun, saat pengembangan, ketiga pelaku sudah melarikan diri. Lalu pada Kamis (11/10) kemarin, tersangka T berhasil di bekuk di rumahnya.

"Kami melakukan pengejaran selama 1 bulan, dan baru satu tersangka yang berhasil diamankan. N dan A masih dalam pengejaran kami ," tambah Shinto.

Atas perbuatannya, tersangka tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 81 ayat 1 atau Pasal 82 UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

Sumber : merdeka.com

Wartawan Peras Kepala Sekolah

Garut, SUARA PEMBANGUNAN.

Tiga wartawan yang mengaku bertugas di sebuah tabloid mingguan ditangkap anggota Polsek Cibalong, Garut Jawa Barat. Ketiganya diduga memeras sejumlah kepala Sekolah Dasar (SD) di kawasan Kecamatan Cibalong.

Kapolres Garut, AKBP Enjang Hasan Kurnia mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berkat laporan para korban yang telah menyerahkan uang.

"Karena merasa diperas setelah memberikan uang, para korban yang merupakan pengelola SD, kemudian melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polsek Cibalong ", ujar Enjang Kamis (11/10/2012).

Ketiga pelaku yang berinisial Rn, Bn dan Mh diamankan di Mapolres Garut termasuk mobil Xenia dengan nomor polisi F 1770 BR.

"Kita amankan di Mapolres Garut untuk proses hukum, beserta mobil yang dipergunakan oleh para oknum wartawan," tutur Enjang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh jajaran Polsek Cibalong, petugas berhasil menyita uang tunai Rp 4,6 juta yang diduga hasil memeras, dokumen dan kartu identitas wartawan.

"Kita tidak akan pandang bulu, siapapun yang melanggar hukum akan kita proses sesuai aturan hukum berlaku," tegasnya.

Sumber : detik.com

Tertipu Belanja Online di Internet

Kotabumi, SUARA PEMBANGUNAN.

Evi Herlina (31), warga Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, mengaku menjadi korban penipuan jual beli barang melalui Facebook.

Akibatnya, ia mengalami kerugian sebesar Rp 12,5 juta. Evi, Selasa (9/10) menjelaskan bahwa pada 21 September 2012 lalu, dirinya tergiur membeli sejumlah tas merek WeBe yang ia ketahuinya lewat Facebook.Saat itu, cerita Evi, sang pemilik Facebook mempromosikan tas merek WeBe dengan harga Rp 950 ribu per tas. Singkat cerita ia kemudian menghubungi pelaku untuk memesan 13 buah tas. Selanjutnya, ia mentransfer sejumlah uang melalui rekening 0202536860 atas nama Setiya sebesar Rp 2,5 juta.

Karena pelaku mengaku akan segera mengirimkan barang pada siang harinya. Korban pun kembali mentransfer uang sebesar Rp 10 juta ke rekening yang sama.

Namun hingga dua minggu usai mentransfer uang tersebut, korban belum juga menerima kiriman pesanan tas. Tak putus asa, korban tetap berusaha menghubungi pelaku. Sayang, nomor telepon pelaku sudah tidak aktif lagi, begitu juga kontak BlackBerry Messenger-nya. "Sementara pertemanan di Facebook telah diblokir," katanya.

Akhirnya, korban melaporkan kasus yang dialaminya ke Polres Lampung Utara.Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Bunyamin mengatakan, pihaknya pernah menerima laporan serupa yang dialami Evi. Namun, kata dia, modusnya berbeda-beda, seperti pembelian tiket pesawat, pembelian pulsa handphone, dan pembelian Blackberry.

"Kita sudah menerima sekitar lima laporan penipuan dengan modus penjualan online," katanya.Bunyamin mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat melakukan transaksi secara online. Masyarakat, sambungnya, diminta untuk lebih teliti dan cermat terhadap penjual."Kalau mau beli sistem online, sebaiknya konsultasi dengan rekan, sehingga dapat meminimalisir tindakan penipuan," ucapnya.

Sumber : tribunnews.com

Wartawan Ikut Berkomplot Penipu

Tangsel, SUARA PEMBANGUNAN.

Aparat Polsek Metro Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lagi-lagi mencokok komplotan penipuan yang disertai pemerasan.

Bahkan, satu dari lima pelaku diketahui oknum wartawan mingguan yang terlibat dalam sindikat tersebut.

Modus yang dilakukan para sindikat penipuan ini adalah berpura-pura menjadi keluarga korban kecelakaan lalu lintas dan memeras korban.

"Sindikat penipuan ini berjumlah lima orang, salah satu dari mereka adalah seorang wartawan dari koran Merdeka Pos," jelas Kapolsek Ciputat, Komisaris Polisi Alip, kepada wartawan, Kamis (4/10/2012).

Alip menceritakan, kelima pelaku ini ditangkap atas laporan dari masyarakat yang telah menjadi korban penipuan.

Mereka kerap memeras korban dengan berpura-pura menjadi keluarga kecelakaan lalu lintas lalu meminta biaya pengobatan.

Sementara SK (33), pelaku yang merupakan wartawan mingguan Merdeka Pos mengaku dia menggunakan kartu wartawan guna memperlancar aksinya dalam menipu korban.

"Saya berpura-pura menjadi keluarga korban kecelakaan lalu lintas dan meminta biaya pengobatan," aku SK.

SK juga mengaku, dia sering mendapatkan data korban kecelakaan lalu lintas dari pihak Rumah Sakit dengan berpura-pura ingin mencari berita.

Atas perbuatannya, SK dan ke empat temannya dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.(yud)

Sumber : kabar6.com

Perbuatan Cabul Sopir Mikrolet M.42

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Bewok, sopir cabul Mikrolet M 42 jurusan Mampang-Ragunan dibekuk keluarga korban dan diserahkan ke Mapolres Jakarta Selatan, karena melakukan tindakan asusila di dalam angkot. Selain memperlihatkan alat kelamin kepada korban, dia juga melakukan masturbasi dengan posisi sambil menyetir angkutan yang dia bawa.

"Tangan kiri megang setir, tangan kanan masturbasi sambil melihat saya dari spion, saya curiga pas nengok benar dia lagi gituan," terang korban, Ane saat dihubungi wartawan, Minggu (30/9).

Ane mengisahkan, kejadian cabul yang menimpa dirinya. Saat itu Ane hendak mengambil uang dalam ATM di Rumah Saskit Asri, Duren Tiga Kalibata, Jakarta Selatan. Karena lokasinya lumayan jauh, dia putuskan naik angkot untuk menuju ATM. Kondisi penumpang dalam angkot saat itu ada sekitar 8 sampai 9 orang. Namun ketika sampai di Jl H Ali, empat orang penumpang turun.

Begitu juga dengan penumpang lainnya, ketika sampai di Jl Buncit 10 mereka semua turun dan hanya tinggal korban sendiri. Saat kondisi sepi itu lah, Bewok meminta Ane untuk duduk tepat di belakangnya. Namun dikira Ane akan menolong, justru sang sopir memamerkan alat kelaminnya dan terlihat sang sopir melihatnya lewat kaca spion sambil memegang kelaminnya.

"Posisi saya awalnya duduk di tengah sederet dengan sopir ketika sepi saya diminta lebih maju yang dekat pintu jadi dempetan sama sopirnya. Saya tidak berpikir apa saya menghadap ke jalan," papar Ane.

Ane sendiri mengaku trauma atas kejadian asusila dari sopir mesum tersebut, dia mengatakan bahwa dirinya jadi takut untuk menaiki angkutan umum.

"Saya masih trauma. Jadi takut naik angkot, saya enggak mau naik angkot," kata Ane.

Dia sendiri akhirnya mencabut laporannya ke Mapolres Jakarta Selatan. Ane mengatakan bahwa dia ingin memberi pelajaran ke pelaku karena pada saat ditangkap, Bewok tidak mengakui perbuatannya.

"Saya cabut laporannya, karena saya tidak dirugikan, saya secara fisik tidak dirugikan. Cuma saya minta dikasih pelajaran sama polisi. Pokoknya saya minta dia jera, karena pas disergap dia tidak mengaku," ujarnya.

Sumber : merdeka.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday115
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week115
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2283
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153486

We have: 47 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017