10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kriminal

Polisi Aceh Sedang Memburu Penjahat Cyber

Takengon, SUARA PEMBANGUNAN.
Aparat kepolisian Polres Nagan Raya menyatakan terus memburu penjabat cyber (dunia maya/internet) berinisial HB dari LSM Komite Penyelamat Moral Bangsa (KPMB) Nagan Raya beralamat di Jalan Meulaboh-Takengon yang dilaporkan oleh politisi Partai Demokrat Kabupaten Nagan Raya, Malem Muda. HB diduga telah mengunduh video mesum orang lain dan kemudian meng-upload kembali video tersebut ke situs Youtube dengan mencantumkan nama yang lain.

"Pelaku kejahatan cyber ini sedang kita buru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo SIK melalui KBO Reskrim Ipda Tri Andi Darman menjawab Serambi Indonesia (Tribunnews Network), Selasa (15/1/2013).

Ipda Tri Andi Darma menjelaskan, pihak kepolisian menduga kasus kejahatan cyber yang terjadi itu karena adanya persoalan pribadi antara pelaku dan Malem Muda. Namun sejauh ini pihak kepolisian belum bisa memastikan hal itu karena masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Ditanyai apakah kasus video mesum yang memuat nama Malem Muda selaku politisi Partai Demokrat Kabupaten Nagan Raya dan anggota dewan itu karena adanya masalah internal partai, secara tegas Ipda Tri Andi Darma mengaku belum mengetahuinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota DPRK Nagan Raya dari Partai Demokrat melapor ke polisi karena tindakan penjahat cyber (dunia maya/internet) yang mengunduh satu video mesum tahun 2006 kemudian meng-upload kembali video tersebut ke situs Youtube dengan mencantumkan judul baru atas nama dirinya.

"Ini betul-betul kejahatan yang luar biasa terhadap saya. Video mesum orang lain yang pernah tersebar luas pada tahun 2006 di-upload kembali ke situs Youtube dengan mencantumkan nama saya," kata Malem Muda, anggota DPRK Nagan Raya yang melapor ke Polres Nagan Raya karena menjadi korban cyber crime (kejahatan dunia maya).

Berdasarkan penelusuran Serambi, hampir bisa dipastikan video mesra yang mengatasnamakan Malem Muda tersebut adalah kasus lama yang hampir terlupakan yaitu heboh seorang pejabat publik (oknum wali kota dari salah satu kota di Kalimantan) dengan teman wanitanya. Video lama yang mencantumkan judul baru
(seolah-olah laki-laki yang sedang bermesraan itu adalah Malem Muda) tercatat diunggah ke situs Youtube pada 13 Desember 2012.

Sumber : tribunnews.com

Berkat GPS Mobil Curian Berhasil Kembali

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pencuri mobil dibekuk petugas Polsek Metro Kemayoran di wilayah Bekasi Timur bersama mobil Daihatsu Terios hasil curiannya, Minggu (23/12/2012). Tersangka, JA, 45 tahun, dapat dilacak melalui alat GPS yang terpasang di mobil yang ia curi.

Penangkapan tersangka berawal dari laporan kasus pencurian mobil milik Aleks di Jalan Sumur Batu, diterima Polsek Kemayoran. Dalam aksinya, pelaku sempat merusak pintu garasi sebelum membawa kabur mobil milik korban. Peristiwa itu kemudian dilaporkan Aleks ke polisi.

Upaya polisi mengungkap kasus itu tak terlepas dari alat Global Position System (GPS) yang terpasang di mobil tersebut. Di bawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Kemayoran AKP Heru, tim Buser mengikuti jejak pelaku. Hingga akhirnya petugas menemukan mobil yang dicari tengah terparkir di pinggir jalan dekat sebuah perumahan di Bekasi Timur. Namun polisi tak melihat pelaku di dalam mobil tersebut.

Dari jarak jauh, polisi terus mengamati dan menanti kedatangan pelaku. Usaha petugas membuah hasil, JA langsung dibekuk setelah beberapa jam menunggu pelaku. “Kami masih mengembangkan kasus ini, pelaku kemungkinan punya jaringan,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Kemayoran, AKP Heru.

"Kepada polisi, lelaki ini mengaku sudah belasan kali melakukan aksi kejahatan serupa,” kata AKP Heru.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

Wartawati Jadi Kurir Narkoba

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap komplotan pengedar sabu di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Dari enam pelaku yang diamankan, salah satunya seorang wartawati dari media cetak nasional.  Wartawati itu berinisial AC. Dia berstatus sebagai calon reporter.

"Salah satu pelaku ini kebetulan profesinya wartawan yang menyerahkan sabu 2,6 kilogram itu statusnya calon reporter, ini tentu mengingatkan masalah narkoba bisa menyasar ke profesi mana pun," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Benny Mamoto dalam keterangan persnya di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (13/11).

Dikatakan Benny, keterlibatan AC dalam sindikat peredaran narkoba ini terkait erat dengan pasangannya yang berkewarganegaraan Kamerun. Saat ini pihaknya tengah mendalami peran dari keduanya.

"Kebetulan suaminya ini orang Kamerun. Dan masih kita proses lebih lanjut apakah suaminya yang mempengaruhi dan mendikte masih dalam proses," katanya.

Dalam pengembangan kasus ini, petugas menangkap suami AC yang berinisial J alias B di Apartemen Mediterania Garden. Di apartemen J dan tempat tinggal AC di Jonggol, Jawa Barat, petugas menemukan berdus-dus lembaran 100 US Dollar dan 100 Euro palsu serta material kertas uang palsu.

"Kami menemukan bahwa ada titik hubung antara sindikat narkoba dengan sindikat yang produksi uang palsu. Ini temuan yang menarik untuk dikembangkan apakah sindikat ini terkait dengan sebelumnya," ungkap Benny.

Dikatakan Benny, berdus-dus uang palsu itu jika diperiksa dan dideteksi nyaris sama dengan aslinya. Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan penyidik Polri untuk mengembangkan kasus uang palsu ini.

"Kerjasama dengan penyidik Polrí khusus untuk kasus uang palsunya karena banyak warga juga yang ditipu," kata Benny.

Di tempat yang sama tersangka lainnya berinisial M (26) mengaku baru pertama kali mengedarkan narkoba. Dia mengatakan belum lama mengenal pria Nigeria yang tertangkap bersamanya saat itu.

"Baru pertama kali, yah soalnya diiming-imingi uang, kerjanya cuma ngambil barang aja," ujar M saat ditanya wartawan.

Terungkapnya kasus ini semakin menambah panjang deretan nama perempuan Indonesia yang telah terjebak menjadi kurir narkoba. Sementara itu BNN akan mengembangkan jaringan narkoba Nigeria ini dan segera menangkap pengendali sindikat tersebut yang diduga kuat dari seorang napi yang berada di lembaga pemasyarakatan.

Sumber: Merdeka.com

Ari Wibowo Kadang Menjual Istri

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Sungguh bejat aksi Ari Wibowo. Bapak dua anak ini tega menganiaya anaknya dengan cara melindas dengan motor. Tak hanya itu, sang istri juga kerap dia jual kepada lelaki hidung belang.

"Iya dia sedang diproses terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak. Dia juga mungkin kena human trafficking," ujar petugas unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Depok yang enggan disebutkan namanya kepada merdeka.com, di Mapolres Depok, Sabtu (10/11).

Kejadian tersebut terungkap sejak Sabtu (3/11) lalu. Saat itu suami istri yaitu Ari Wibowo dan Rosiana terlibat pertengkaran hebat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Pertengkaran di rumah itu membuat Rosiana ke luar rumah sambil membawa anaknya, Ananda (4). Sedangkan anak pertamanya Exel juga lari ke arah kanan rumah.

Melihat anak istrinya lari, Ari tambah naik pitam. Dia mengejar dengan menggunakan sepeda motor Scorpio merah. Sang istri pun ditabrak dan Ananda, anaknya kandungnya sendiri dilindas.

Melihat kejadian itu, warga di sekitar Kompleks BNI, Kampung Prigi, RT 01/05, Sawangan, Depok langsung menangkap Ari. Namun pelaku tidak dihajar warga.

Warga lalu menyarankan agar Rosiana melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib. Malam hari itu juga sekitar pukul 21.00 WIB, Ros mengadukan perlakukan suaminya kepada aparat kepolisian, dan pelaku langsung ditangkap.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas PPA Satreskrim Depok, selain dianiaya Ros ternyata juga sering dijual oleh suaminya. Ros diminta melayani nafsu para lelaki hidung belang.

"Ngakunya dia dijual juga. Dia dijual antara Rp 300 sampai Rp 500 ribu sekali kencan," terangnya.

Sumber: Merdeka.com

Penyebar Video Mesum di Tegal Berhasil Diringkus

Tegal, SUARA PEMBANGUNAN.

Ketiga tersangka itu adalah Makmur (23), Hasanudin (23) dan Siswanto (23). Ketiga pemuda bejad itu warga Desa Danawarih, Balapulang, Kabupaten Tegal, Jateng. Sementara sepasang kekasih yang menjadi korban adalah pelajar SMA yang sedang asyik berpacaran di sebuah lapangan desa setempat.

Peristiwa itu terjadi 3 bulan lalu Sepasang kekasih yang menjadi korban saat itu sedang memadu kasih di sebuah lapangan. Tiba-tiba datang tiga pelaku. Mereka langsung memaksa korban berhubungan intim dengan mengancam akan membunuh dengan sebilah pisau tentara (bayonet).

Karena takut ancaman ketiga pemuda itu, korban melakukan apa yang disuruh, lalu perbuatan mesum korban direkam menggunakan HP. Tidak hanya disitu saja perbuatan bejad 3 pemuda itu, hasil rekaman itu disebar luaskan hingga ke jejaring sosial youtube.

"Para tersangka memaksa dan mengancam korban menggunakan batu dan bayonet. Korbanpun secara terpaksa mau berhubungan badan. Takut dengan ancaman korban akhirnya menuruti dan selanjutnya ketiga tersangka merekam dan menyebarluaskan via telepon genggam serta situs jejaring sosial dengan durasi 6 menit," kata Kapolres Tegal, AKBP Nelson Perdamaian di Mapolres Tegal, Rabu(17/10).

Setelah video tersebut tersebar luas, para tersangka kabur karena mengetahui sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Tegal. Berkat penyelidikan dan pengejaran jajaran Reskrim Polres Tegal, ketiga tersangka berhasil diringkus.

Nelson menambahkan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari adanya laporan korban kemudian pihaknya melakukan penyelidikan melalui situs youtobe.

"Dari situlah melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus para tersangka, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kita jerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan tersangka kita tahan di Mapolres Tegal," pungkasnya.

Sementara itu tersangka Siswanto mengaku saat itu ada orang pacaran, kemudian diintip dan didekati. Mereka disuruh telanjang dan dipaksa supaya mereka berhubungan intim.

"Waktu itu hanya iseng, karena mereka pacaran disemak-semak siang hari, tujuannya supaya kapok," tutur Siswanto.

Sumber : merdeka.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday139
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week139
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2307
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153510

We have: 70 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017