10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kriminal

21 Pemuda Kebayoran di Giring Polisi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Sebanyak 21 pemuda ditangkap polisi ketika sedang pesta ganja ketika sedang nongkrong di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013) dinihari tadi. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan satu kantong plastik berisi ganja kering siap pakai.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Anom Wibowo, mengatakan penangakapan ke 21 pemuda itu berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas puluhan pelaku di Taman Mataram, Kebayoran Baru. Sebelum ditangkap, para pelaku juga sempat menganiaya salah satu seorang warga di lokasi kejadian.

“Dari informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Dan benar, puluhan pemuda kedapatan sedang pesta ganja di taman,” ungkap Kapolsek.

Guna penyelidikan lebih lanjut, ke 21 pemuda tersebut kemudian digelandang ke Polres Metro Jakarta Selatan.

*Sumber : humas polda Metro Jaya

66 Preman Digaruk Operasi "Cipta Kondisi"

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Selama sepekan, Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat menjaring 66 Preman dari beberapa lokasi yang dianggap rawan kejahatan. Dalam operasi kepolisian Cipta Kondisi tersebut, Polisi juga menyita 35 senjata tajam.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Hendro Pandowo,Sik,MM mengatakan, ada puluhan preman yang meresahkan itu tertangkap saat mereka melakukan aksi kejahatan di perempatan lampu merah Coca Colla,Cempaka Putih, fly over Senen dan perlintasan Kereta Api bongkaran Tanah Abang dan sekitar Monas Gambir.

Wakapolres menuturkan terjaringnya 66 preman dan anak jalanan ini merupakan tindak lanjut perintah Pimpinan untuk membersihkan kejahatan premanisme yang notabene sudah membahayakan bagi keamanan pengendara maupun pejalan kaki.

Operasi premanisme ini difokuskan pada empat kawasan yang dianggap rawan yang ada di Tanah Abang, Senen, Cempaka Putih dan Gambir. Hasilnya, selama sepekan telah berhasil membekuk puluhan preman di perempatan lampu merah dan dari tangan mereka petugas menyita 35 senjata tajam berbagai jenis.

“Ada 66 yang terjaring dalam operasi preman, setelah dipilah-pilah ternyata hanya 31 orang akan diproses karena terbukti melakukan dan memiliki senjata tajam, sedangkan 35 orang lagi hanya dibina,”tegas Wakapolres.

*Sumber : Humas Polda Metro Jaya

ABG Mesum di Kamar Mayat

Sukabumi, SUARA PEMBANGUNAN

Entah apa yang ada di dalam pikiran Nasrudin (30) saat itu. Kuli bangunan itu nekat berbuat mesum dengan kekasihnya di tempat yang tidak umum, yakni areal kamar mayat.
Peristiwa tersebut terjadi saat Endang, seorang satpam Rumah Sakit Sekarwangi Sukabumi, Jawa Barat, tengah melakukan patroli. Melihat ada tindakan yang mencurigakan, satpam tersebut mengecek dan mendapati sejoli tengah melakukan hubungan badan.
Warga yang geram mengetahui itu, kemudian membawa Nasrudin dan pacaranya yang masih duduk di SMP di Sukabumi itu ke kantor satpam. Mereka bahkan hampir menjadi bulan-bulanan massa jika petugas dari Polsek Cibadak tidak cepat turun tangan.
Demi keamanan, sejoli ini pun dibawa ke Mapolsek Cibadak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Di hadapan petugas, Nasrudin mengaku pernah dua kali melakukan perbuatan mesum di kamar mayat itu. Keduanya terlibat kisah asmara saat Bunga (bukan nama sebenarnya) masih duduk di bangku kelas 1 SMP.
Untuk melampiaskan hasrat birahinya, pelaku biasanya menyambangi sekolah Bunga dan membawanya ke tempat-tempat sepi, termasuk di wc kamar mayat RSUD Sekarwangi yang baru saja dibangun.
Sementara itu, orangtua Bunga yang datang ke kantor polisi mengaku kaget dan tidak percaya jika anaknya berbuat mesum dengan pelaku.

(*)nandia@suarapembangunan

Judi Online Digrebek Polisi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Kepolisian Sektor Metro Taman Sari mengungkap judi online di sebuah warung internet di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat pada Ahad pagi, 3 Maret 2013. Kepala Unit Reskrim Komisaris Erick Frendiz menyatakan dari lokasi kejadian berhasil diringkus tiga orang pelaku berinisial Hen (34), Her(51), dan Sum (41).

"Dua orang sudah tersangka, yaitu Hen dan Sum perannya sebagai bandar. Sementara Sum statusnya masih saksi," ujar Erick, Ahad 3 Maret 2013. Judi online yang melayani beragam permainan, seperti mickey mouse, kata Erick, mampu menuai keuntungan sebesar Rp 200 juta dalam sebulan.

Cara taruhannya pun cukup mudah. Erick menjelaskan, setiap orang yang ingin bermain mesti mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akun. Setelah mendapatkan akun, pemain kemudian diberikan sebuah kata kunci (password) agar bisa masuk dalam permainan. "Kalau sudah dapat password tinggal main dan pasang nominal uang yang dipertaruhkan," ujar Erick.

Dari para pelaku polisi menyita barang bukti berupa enam unit komputer , uang tunai Rp10. 870.000, delapan buah telepon genggam dan satu kartu ATM. Para tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. "Kami masih melakukan pengembangan karena diduga ada jaringan lainnya," ucap Erick.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

Pemerkosa RI adalah Ayahnya Sendiri

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pengacara ayah gadis RI, Djarot Widodo, mengatakan Kepolisian Resor Jakarta Timur telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadapbocah RI, 11 tahun. Menurut Djarot, tersangkanya adalah ayah korban sendiri, berinisial S, 55 tahun. Tersangka telah ditahan dan menjalani rekonstruksi. "Iya dia sudah di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Djarot Kamis 17 Januari 2013.

Menurut dia, dalam rekonstruksi di Rawabebek, Jakarta Timur itu tersangka S sudah mengenakan papan status sebagai tersangka. Djarot mengatakan polisi telah membawa S kembali ke Polres Jakarta Timur. Soal kronologi rekonstruksi ia tak mau banyak bicara. "Nanti Polres saja," ujar ia.

Dihubungi terpisah, paman korban, Bihin, membenarkan bahwa S telah ditetapkan jadi tersangka. Cerita itu ia dapatkan saat berkunjung ke rumah keluarga korban. Bihin menemui mereka usai tersangka diperiksa oleh Polres Jakarta Timur. Dia tidak menemukan S. "Ternyata sudah ngaku di Polres, jadi ditahan," ujarnya.

Menurut Bihin, pengakuan tersangka itu didengar langsung oleh ibu korban dan anaknya pertamanya. Keduanya, kata dia, kaget dan tak menyangka bahwa S melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anaknya sendiri. "Nggak pernah terbayang sebelumnya," ujar dia, ”Anaknya langsung mau pukul bapaknya.”

Polres Jakarta Timur belum mengkonfirmasi kabar ini. "Akhir pekan nanti ada jawabannya (tersangkanya)," kata Kapolres Jakartai Timur Komisasri Besar Mulyadi Kaharni kepada Tempo saat ditemui di lokasi banjir Kampung Pulo kemarin. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar M. Saleh membantah adanya penetapan tersangka dalam kasus RI. »Belum ada yang ditetapkan tersangka, masih kami selidiki," kata Saleh.

Sebelumnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres akarta Timur, telah memeriksa 19 saksi terkait kasus dugaan tindak kekerasan seksual terhadap RI. Dari 19 saksi, dua orang dicurigai sebagai pelaku pemerkosaan.

RI menderita demam tinggi dan kejang-kejang pada pada Oktober 2012. Orang tuanya beberapa kali membawa dia berobat ke puskesmas dan klinik pengobatan. Tapi kesehatan RI tak kunjung pulih. Orang tua baru membawanya ke RS Persahabatan setelah bocah itu tidak sadarkan diri pada akhir Desember tahun lalu. Di sinilah dokter menemukan luka di vagina dan anus RI. Dokter menduga luka itu akibat kekerasan seksual. Bocah ini meninggal pada Ahad 6 Januari lalu. Polisi melakukan visum dan otopsi terhadap jasad RI.

Karena RI meninggal secara tidak wajar, Komisi Nasional Perlindungan Anak membentuk tim investigasi. Hasilnya, dugaan pemerkosaan itu cukup kuat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia turut memantau perkembangan kasus ini. Bahkan, pada 11 Januari lalu, Sekretaris KPAI Muhammad Ikhsan datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menanyakan hasil otopsi terhadap jasad RI. "Berdasarkan hasil otopsi, RI terjangkit virus gonorrhea," kata Ikhsan. Virus ini menyebar lewat hubungan seksual. Virus itulah yang kemudian diduga menyebabkan RI menderita radang otak yang merenggut nyawanya.

Sumber : tempo.co.id

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday144
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week302
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2470
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153673

We have: 71 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017