10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Kriminal

Mayat Ngambang Di Ancol

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Pengunjung tempat hiburan Ancol, Jakarta Utara dikejutkan oleh sesosok mayat pria yang mengambang di Pantai Carnaval Ancol, Kamis malam. Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup.

Kepala Kepolisian Sektor Pademangan, Komisaris Andri Ananta menduga, mayat tersebut belum lama tewas. Sebab tubuhnya tidak rusak bahkan kaus putih yang dikenakannya masih dalam keadaan utuh.
"Namun kami masih memastikan penyebab kematiannya, apakah tewas tenggelam berenang di pantai atau karena hal lain. Nanti akan kami pastikan korban pengunjung atau bukan," ujar Andri saat dihubungi, Jumat 31 Januari 2014.
Selain mengenakan kaus berwarna putih, korban juga memakai celana pendek. Saat diperiksa, pihak kepolisian menemukan ponsel dan uang Rp370 ribu di saku celananya."Identitas korban masih kami telusuri dari SIM Card (ponsel)," kata Andri. Mayat pria itu saat ini ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, untuk kepentingan autopsi.
*sumber : vivanews.com

Maling Tabung Gas itu Mati Tenggelam

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Kapolsek Metro Makasar, Komisaris Sutarjo, mengatakan identitas mayat lelaki dengan tangan diborgol yang ditemukan di Kali Sunter (sebelumnya ditulis kali Cipinang), tepatnya di Gang Radar Utara RT 06/09, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, sudah diketahui.

Korban bernama Sahuri alias Sudrun (36), warga Kompleks Taman Pondok Gede RT02/01 Jati Rahayu, Bekasi. Identitasnya terungkap karena keluarga korban mendatangi RS Polri.

Menurut keterangan istri korban, sehari-hari suaminya bekerja sebagai pemulung. Sutarjo menambahkan, berdasarkan pemeriksaan saksi, ternyata Sadrun merupakan pelaku pencuri tabung gas yang tertangkap tangan warga kemudian diamankan petugas Polsek Cipayung.

"Jadi aksi Sudrun ini diketahui warga yang langsung menangkap dan menghakiminya. Namun, saat akan dibawa warga ke Polsek Cipayung, korban yang tangannya sudah diborgol berupaya kabur dengan menceburkan diri ke aliran Kali Sunter," kata Sutarjo, Jumat 24 Januari 2014.

Sutarjo menambahkan, setelah menceburkan diri ke kali, Sudrun ditemukan sudah tak bernyawa oleh warga.

Saat ini petugas tengah memeriksa enam saksi lainnya termasuk warga yang memborgol. Selain itu pihaknya juga masih menunggu hasil otopsi RS Polri Kramat Jati. Hal ini dinilai penting untuk memastikan penyebab tewasnya korban.

"Kami ingin tahu, dia tewas karena dianiaya atau karena tenggelam. Hal ini diperlukan untuk upaya hukum selanjutnya," jelas Sutarjo.
*sumber : vivanews.com

4 Karyawan Transjakarta Berbuat Cabul

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Petugas pengamanan bis Trans Jakarta tertangkap melakukan tindakan asusila di Halte Harmoni, Jl Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat. Petugas yang berjumlah 4 orang ini mencabuli seorang karyawati swasta berinisial YF (29) yang turun di halte tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. YF naik Bus Trans Jakarta jurusan Pulogadung-Harmoni tersebut dari depan RS Islam Cempaka Putih. Wanita yang bekerja di kawasan Pluit, Jakarta Utara ini mengenakan celana pendek dan kaos.

"Tiba di halte Atrium Senen, korban pingsan karena penyakit asmanya kambuh," kata Tatan.

Petugas kemudian menurunkan YF di halte Harmoni dan memanggil 4 orang rekannya untuk mengobatinya. Petugas berinsial ED kemudian membawanya ke ruang genset yang berada di belakang halte. Tak lama kemudian ketiga temannya menyusul.

"Dalam kondisi pingsan, korban dicabuli oleh 4 orang petugas tersebut," ujarnya.

Sekitar 15 menit kemudian, YF tersadar. Menyadari kondisi pakaiannya yang tersingkap, perempuan yang tinggal di Jalan Sumur Batu, Kemayoran itu ini panik dan berteriak meminta tolong.

Polisi yang kebetulan sedang berjaga di lokasi tersebut langsung menuju ke ruang genset dan mengamankan 4 orang pria tersebut.

"2 pelaku sempat kabur, kami amankan di kos-kosan di Jakarta Timur," kata Tatan.

Kini keempat orang tersebut telah ditahan di Mapolres Jakarta Pusat. Mereka dikenakan pasal 281 KUHP, dengan ancaman pidana 3 tahun kurungan. Sementara YF masih dalam kondisi shock dan belum dapat dimintai keterangan.

*Sumber : detik.com

5 Pelajar SMA Merampok

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Sekelompok pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) nekat merampok pengendara motor di Jalan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013) petang. Lima pelaku berhasil dibekuk Polsek Metro sawah Besar, Rabu (16/10/2013) subuh.

"Kami amankan lima orang pelaku. Mereka DD, 18 tahun, AS, 17 tahun, AL, 18 tahun, IM, 19 tahun, dan HS, 18 tahun, berhasil ditangkap polisi. Sementara dua rekan lainnya RE, 20 tahun dan EK, 21 tahun berhasil kabur," kata Kapolsek Metro Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga di Mapolsek Metro Sawah Besar, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Dari penangkapan tersebut polisi menyita satu potongan besi menyerupai celurit, satu buah tas, arit, empat batu dan satu potong bambu. Menurut Kapolsek, saat kejadian korban yang bernama Muhammad Ananda Erjzaki, 17 tahun, berboncengan sepeda motor dengan rekannya M Izzudin Qasam, 17 tahun.

Keduanya tiba-tiba dicegat dan dianiaya oleh para pelajar tersebut hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. Mereka juga merampas STNK dan ponsel Samsung Galaxy Tab, sertacharger.

Korban Muhammad Ananda Erjzaki mengalami luka robek di kepala belakan akibat luka sabetan besi, sedangkan M Izzudin Qasam mengalami luka tusuk di bagian perut. Kini ke dua korban itu dirawat di RS Husada.

*sumber : Humas Polda Metro Jaya

Penjaga Rumah Menjarah Rumah Majikan

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Diberi kepercayaan menjaga rumah majikan, seorang pria justru membobol rumah tersebut dan membawa kabur sejumlah barang berharga.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Anggur 3, Kel. Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Tersangka kemudian menjual barang-barang senilai total Rp60 juta ke penadah dan tukang loak.

Tersangka bernama Jemani, 31 tahun, akhirnya berhasil ditangkap petugas Polsek Metro Cilandak di Terminal Bus Lebak Bulus saat akan pulang ke kampung halaman di Jawa Timur, Selasa (24/9/2013) sore.

Petugas menyita barang bukti hasil kejahatan yang sudah dijual seperti kulkas, AC, TV dan lainnya. Tersangka beserta barang bukti dibawa ke polsek untuk kepentingan penyidikan.

Kapolsek Metro Cilandak, Kompol HM Sungkono, Rabu (25/9/2013) menjelaskan, sejak Oktober 2012, pemilik rumah, Indra, 49 tahun, pindah ke Ponorogo, Jawa Timur. Ia pun menitipkan rumahnya kepada mantan karyawannya, Jemani, dengan mendapat gaji tiap bulannya.

Rupanya Jemani melupakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Pria ini justru menjual harta benda majikan majikannya secara satu persatu. Kasus ini diketahui saat korban main ke Jakarta dan menjumpai rumahnya dalam keadaan berantakan. Korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Metro Cilandak.

Petugas dipimpin Kanit Reskrim, AKP Alam Nur berhasil menangkap Jemani setelah memburunya selama 3 hari.

*sumber : Humas Polda Metro Jaya

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday111
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week111
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2279
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153482

We have: 43 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017