10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Budaya

Sedih, Foto Autopsi Istri Tersebar

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.   
Luka karena kehilangan istri tercinta Virginia Anggraeni belum kering, hati Saipul Jamil kembali tergores. Kali ini Ipul dikejutkan dengan beredarnya foto autopsi mendiang sang istri.
Pria kelahiran 31 Juli 1980 itu pun mengaku terpukul dan sedih mendengar foto autopsi sang istri tersebar. Ia seperti kehabisan kata-kata untuk menjelaskan rasa sedihnya.
"Sedih, kok tega ya yang nyebarin," ungkapnya kepada detikHOT, Kamis (3/5/2012).
Virginia meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di tol Padalarang pada 3 September 2011 lalu. Kecelakaan itu juga meninggalkan sedikit persoalan bagi Ipul.
Mantan suami Dewi Persik itu harus berurusan dengan kepolisian karena kecelakaan itu. Bahkan sampai saat ini Ipul masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Purwakarta, Jawa Barat atas kejadian itu.

Sumber : detik.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Asal Muasal Nama Kota Banyuwangi

Banyuwangi, SUARA PEMBANGUNAN

Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang terletak di ujung paling Timur Pulau Jawa, memiliki pelabuhan yang bernama Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Konon asal mula nama kota tidak terlepas dari sebuah legenda air.

Menurut cerita orang – orang tua di sana, ada  kerajaan besar yang diperintah oleh seorang raja dan punya putra namanya Raden Banterang. Putra satu – satunya ini suka berburu.

Suatu waktu Raden Banterang berburu kijang di hutan dan saking semangat dia terpisah dari rombongannya. Bukan kijang yang didapat Raden Banterang, namun ia bertemu putri asal Klungkung Bali namanya Surati.

Surati mengaku menyelamatkan diri ke hutan dari kejaran musuh, sementara ayahnya gugur dalam mempertahankan kerajaaan. Mendengar hal tersebut sang pangeran, Raden Banterang pun jatuh hati lalu ingin mempersunting Surati.

Tapi ternyata, yang membunuh keluarga Surati adalah ayah Raden Banterang. Maka, Rupadaksa kakak Surati mengajak balas dendam. Namun Surati menolak, ini membuat Rupadaksa marah lalu diam-diam ia meletakan ikat kepala di bawah bantal Surati lalu pergi.

Di lain tempat, Randen Banterang mendapat pesan dari seseorang tentang adanya orang yang akan membunuhnya. Sebagai bukti, ada ikat kepala di bawah bantal Surati.

Raden Banterang mengecek bawah bantal Surati, dan menuduh calon istrinya itu akan membunuh keluarga kerajaan.  Lalu Surati diceburkan ke sungai. Meskipun sudah dijelaskan oleh Surati, Randen Banterang tetap kalap.

Bahkan akan membunuh Surati dengan pedangnya. Sebelum akhirnya menghilang di tengah sungai,  Surati  berpesan, jika air sungai itu menjadi bening dan harum baunya, berarti dirinya tidak bersalah, tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti dia bersalah.

Tidak berapa lama, terjadilah sebuah keajaiban. Bau harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. Sejak saat itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota itu.

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Rano Karno: Indonesia Kehilangan Tokoh Film Berdedikasi

Tangerang, SUARA PEMBANGUNAN

Rano Karno, aktor yang juga Wakil Gubernur Provinsi Banten tampak hadir melayat Misbach Yusa Biran di Eka Hospital, Serpong, Banten.

"Indonesia kehilangan tokoh film nasional yang memiliki dedikasi sangat bagus," kata aktor yang pernah meraih penghargaan internasional "The Best Child Actor" dalam Festival Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan saat ditemui usai melayat di Eka Hospital, Rabu (11/4).

Sutradara dan penulis skenario senior Indonesia Misbach Yusa Biran meninggal pada pukul 07.00 WIB di Eka Hospital, Serpong.

Almarhum Misbach Yusa Biran, lahir di Lebak, Banten, 11 September 1933.

Mendapatkan penghargaan status Fellows dari Asosiasi Arsip Audiovisual Asia Tenggara-Pasifik (Southeast Asia-Pacific Audiovisual Archive Association, SEAPAVAA) di Bangkok, Thailand di 2010.

Dan ini beberapa film yang disutradarai Misbach Yusa Biran:

Pesta Musik La Bana (1960)
Holiday in Bali (1962)
Bintang Ketjil (1963)
Panggilan Nabi Ibrahim (1964)
Apa Jang Kautangisi (1965)
Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966)
Menjusuri Djedjak Berdarah (1967)
Operasi X (1968)
Honey Money and Djakarta Fair (1970)
Sumber : wartakota.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Melahirkan Usia 10 Tahun, itu Biasa

Kolombia, SUARA PEMBANGUNAN

Melahirkan di usia sangat muda adalah hal biasa di kalangan penduduk asli Kolombia, yakni masyarakat suku Wayuu. Gadis 10 tahun ini misalnya, harus merasakan sakitnya proses bersalin ketika anak perempuan seusianya masih main boneka.

Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.

Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.

Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.

Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.

Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.

Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.

"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego seperti dikutip dariHuffington Post, Jumat (6/4/2012).

Sumber : detikHealth.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Maher Zain : "Number One For Me"

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Dua tahun pasca album ‘Thank You Allah’ laris di pasaran, Maher Zain kembali merilis album kedua berjudul ‘Forgive Me’ Senin (2/4) di Jakarta. Penyanyi soul dan R&B Islami tersebut kini menjagokan singel baru berjudul ‘Number One For Me,’ yang diciptakan khusus untuk ibunya.

“Mudah-mudahan, dengan lagu ini semakin banyak orang yang sadar tentang pentingnya memperlakukan ibu dengan sebaik mungkin,’ kata Maher di Jakarta, Senin. Ia berharap tema lagunya yang bersifat universal ini, dapat dinikmati seluruh ibu di dunia, baik muslim ataupun non-muslim.

Maher mengaku alasan memilih ‘Forgive Me’ sebagai judul album untuk mengingatkan pendengar akan pentingnya meminta maaf. Mengingat sifat dasar manusia yang diakuinya tak pernah luput dari kesalahan.

“Saya sama seperti semua manusia pada umumnya yang banyak melakukan salah. Saya harap album ini mengingatkan pada pentingnya meminta maaf dengan hati yang tulus,” ujarnya.

Di album yang diakui digarapnya sendiri selama setahun ini, Maher juga ikut menggandeng putri kecilnya Ayat Zain, yang baru berusia satu tahun, untuk bernyanyi di lagu ‘My Little Girl’.

Dari total 14 lagu, penyanyi kelahiran Tripoli, Libanon, 16 Maret 1981 ini juga menyelipkan dua lagu berbahasa Indonesia, ‘Ku Milikmu’ dan ‘Tuntun KepadaMu’

 

Sumber : http://www.dakwatuna.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday100
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week100
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2268
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153471

We have: 32 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017