10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Budaya

Lady Gaga Gagal Konser, Ada yang Gigit Jari

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Hanya media sekuler dan Kafir liberal sepertinya yang berang ketika muncul gerakan penolakan masyarakat atas Lady Gaga yang direncanakan akan menggelar konsernya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Juni 2012 mendatang. Kaum liberal yang selama ini mati-matian membela kemaksiatan dipastikan akan kembali gigit jari, depresi dan frustasi, seraya menuding aktivis Islam anti maksiat telah melakukan kekerasan atas nama agama.

Semua orang sudah tahu ternyata, ternyata bukan hanya dari kalangan umat Islam yang menolak Lady Gaga, umat Kristen dan Katolik di dunia, bahkan negara Atheis seperti Cina pun menyatakan keberatan yang sama atas kehadiran Lady Gaga. Di Korea Selatan, misalnya, penyanyi erotis yang dijuluki “Mother Monster” ini dinilai mempropagandakan homoseksualitas dan pornografi dalam lirik lagu-lagunya.

Di Tanah Air, Pendeta Jerika Habibu Gosal yang berasal dari kalangan Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) dan Gereja Bethel Indonesia (GBI) mengatakan “Jangan kita orang Indonesia dukung budaya antichrist, artis-artis yang menyebarkan gaya hidup satanic. Karena  jelas bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang ketimuran dan agamis.”

Konser dunia Gaga ditujukan untuk mempromosikan album terbarunya, Born This Way, yang konon terjual satu juta kopi dalam lima hari pertama penjualan. Lady Gaga mengatakan dalam akun Twitternya, "Sangat senang! Panggung merupakan satu hal yang lebih dari mimpi saya. Saatnya gladi bersih sekarang!" Kepada 23 juta pengikutnya di Twitter, Gaga mengatakan, "Saya akan menampilkan tur terbaik dalam hidup ini.”

Penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu memang dikenal sangat vokal dalam membela hak kaum homoseksual lewat lagu-lagunya. Kota Seoul menjadi kota pertama dalam rangkaian konsernya yang bertajuk "Born This Way Ball Tour" di Asia. Setelah Korea Selatan, pelantun "Marry The Night" itu menggelar konser di Hongkong, Jepang, Taiwan, Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Ketika umat Kristen menolak, seleb asal Indonesia Julia Perez malah bertindak konyol, ia beren cana membuat sensasi untuk menyambut kedatangan Lady Gaga di Tanah Air.  Seperti diberitakan infotainment sebelumnya, Jupe akan mengenakan  BH kepala babi..

SMA Negeri 4 Juara Lomba Debat Ilmiah

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Lomba Debat Ilmiah 4 Pilar Bangsa antar SLTA se Jakarta Pusat yang berlangsung di Universitas Jayabaya Sabtu(12/5/2012) diraih oleh siswi-siswi kelompok SMA Negeri 4 Jakarta Pusat, dengan nilai tertinggi 2798. Juara 1 berhak mendapat hadiah uang tunai Rp.2.250.000,- dari anggota MPR RI Okky Asokawati (Artis).

Hasil sidang dewan juri yang terdiri dari Universitas Jayabaya, Depnaker dan GMPI, mengumumkan  juara 2 diraih oleh SMA Negeri 5 dengan nilai 2762 dan juara ketiga didapat oleh SMA Negeri 35 dengan nilai 2646.

Debat Ilmiah yang cukup meriah ini dihibur oleh 2 rapper dari group Sweetycru, Mereka membawakan lagu-lagu yang membuat acara debat tidak membosankan.

Seusai membagi-bagi hadiah dan sertifikat ibu okky berkenan menutup acara dan berfoto bersama para pemenang lomba debat ilmiah.(*)

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Mitos Gunung Salak

Bogor, SUARA PEMBANGUNAN.

Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lerengnya. 
Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.

Dari mitos masyarakat yang berkembang, bahwa di Gunung Salak inilah  Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang dan menjelma menjadi macan.
Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.
Kenapa memilih di lokasi itu dibangun pura? Konon, pada tahun 1981 silam, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan. Batu menyan ini setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.
Dengan mitos tersebut, tak heran Gunung Salak jadi terkenal angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, tak sedikit pendaki Gunung Salak mengaku ada yang mendengar gamelan atau pun melihat penampakan-penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Para pendaki pun disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan 'lelembut' penunggu Gunung Salak.
Tak sedikit pula terjadi kecelakaan pesawat yang jatuh di Gunung Salak. Kecelakaan ini pun disangkut-pautkan hal-hal gaib, termasuk kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.
Gunung Salak adalah gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Malam Ini Candi Borobudur Akan Diterangi Ribuan Lampion

Borobudur, SUARA PEMBANGUNAN.

Malam ini, sebuah pemandangan tak biasa bisa Anda lihat di kawasan Candi Borobudur. Ribuan pengunjung akan memadati kawasan Borobudur, dan bersama-sama melepaskan lampion untuk menerangi langit di atas candi. Cantik!

Tanggal 6 Mei ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Seluruh umat Buddha akan merayakannya dengan beribadah di vihara. Salah satu tempat di Indonesia yang ramai dikunjungi saat hari Waisak adalah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar yang dibangun pada abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Magelang, atau sekitar 40 km dari Yogyakarta. Ada banyak arca Buddha yang bisa Anda lihat saat berkunjung ke Borobudur.

Hampir setiap hari kawasan Candi Borobudur dipenuhi wisatawan yang datang. Bertepatan dengan hari Waisak yang yang jatuh pada hari Minggu (6/5/2012), Candi Borobudur akan semakin padat oleh wisatawan dan umat, terutama pada malam hari. Saat itu, Anda bisa melihat ritual acara puncak perayaan Waisak di sana.

Dilihat dari buku 501-Must-Be-There-Event, Minggu (6/5/2012), setiap tahunnya kawasan Candi Borobudur akan dipenuhi ribuan umat Buddha untuk merayakan puncak Waisak. Mereka akan menerangi candi dengan melepaskan lampion ke langit.

Sebelum melepas lampion, ada satu ritual yang harus umat lakukan, yaitu Pradaksina. Pradaksina adalah mengelilingi bangunan candi searah jarum jam sebanyak 3 kali. Saat itu, puji-pujian kepada Buddha terdengar dari mulut umat.

Setelah pradaksina, umat mulai melepaskan lampion putih ke langit. Langit Borobudur yang semula gelap pun berubah terang seketika. Ribuan lampion menghiasi dan menerangi langit dengan cahayanya. Jika berkesempatan menyaksikan acara ini, pastikan Anda mengabadikan momen cantik ini dengan kamera.

Pelepasan lampion dipercaya umat Buddha sebagai doa agar harapan dan cita-cita mereka tahun ini terkabul. Selain itu, pelepasan lampion juga merupakan satu lambang penghormatan kepada Sang Buddha, yang telah memberikan jalan terang kepada manusia.

Sumber : detik.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Gratis, Training Jurnalistik bagi Mahasiswa

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Lembaga Swadaya Masyarakat, Lazuardi Birru bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA (LPJA) dan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) menggelar Pelatihan Jurnalistik Islam cinta damai, untuk mahasiswa se-Jabodetabek.
"Diharapkan mahasiswa ini dapat menjadi agen kampanye Islam cinta damai melalui weblog pribadi, jejaring sosial, media massa online, dan terutama melalui portal lazuardibirru.org," kata Ketua Lazuardi Birru, Dhyah Madya, dalam siaran pers yang dikirim di Jakarta, Sabtu.
Lazuardi Birru adalah LSM yang memiliki perhatian pada isu radikalisme dan terorisme serta menentang segala bentuk kekerasan atas nama agama dan fokus mengampanyekan Islam cinta damai, kebhinnekaan, dan toleransi.
Pelatihan gratis ini berdurasi tiga bulan dari 6 Mei sampai 29 Juli 2012 dengan total 13 kali tatap muka di kelas dan berlangsung setiap hari Minggu pukul 10.00--13.00 WIB, di LPJA, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Menurut Dhyah Madya, pemuda sangat akrab dengan internet sehingga mereka disebut sebagai generasi "digital native" lantaran lahir dan hidup saat semua teknologi sudah serba digital. Di situlah mereka bisa menjadi agen kampanye yang efektif jika dibekali ketrampilan jurnalistik.
Media berbasis internet dengan daya jangkaunya yang sangat luas, ujarnya, menjadi media kampanye wacana yang efektif. Sayangnya, seringkali media ini juga digunakan untuk menyiarkan hal-hal negatif seperti pornografi, radikalisme, bahkan kekerasan atas nama agama.
Karena itulah pihaknya bekerja sama dengan ANTARA selain untuk memberikan pelatihan jurnalistik, lebih dari itu juga untuk menumbuhkan kepekaan pemuda akan kebhinnekaan bangsa Indonesia.
Pelatihan dengan tema "Mewujudkan Islam Cinta Damai Melalui Jurnalisme Berbasis Pemuda" itu dibuka oleh  Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Asro Kamal Rokan, pada Minggu pagi, 6 Mei di LPJA dan dilanjutkan dengan Diskusi Panel bertema Peran Mahasiswa dalam Kampanye Antikekerasan Atas Nama Agama.
Narasumber dalam Diskusi Panel adalah Asro Kamal Rokan Dhyah Madya (Ketua Lazuardi Birru), dan Nasir Abas (Pengamat Radikalisme-Terorisme dan Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah).
Ia menjelaskan, target pelatihan ini adalah melahirkan jurnalis warga (citizen journalist) yang aktif mengampanyekan perdamaian. 
"Jurnalisme warga menjadi tren baru lantaran semua orang bisa menginformasikan dan mengampanyekan hal apapun tanpa harus menjadi jurnalis profesional. Publikasinya tidak hanya berskala lokal melainkan global. Ini kesempatan baik yang harus kita manfaatkan," ujar Dhyah.
Pelatihan ini, lanjut Dhyah, menggunakan kurikulum jurnalistik terpadu dengan dilengkapi tambahan materi Islam dan keindonesiaan sebagai fokus utama program kampanye Lazuardi Birru. Materi pelatihan meliputi materi umum, materi keahlian tulis dan fotografi.
Sementara itu Nasir Abas melihat bahwa acara ini cukup efektif untuk menanamkan ideologi Islam rahmatan lil alamin karena digelar secara intensif dalam rentang waktu cukup panjang. 
Dukungan senada datang dari Asro Kamal Rokan, mantan Pemimpin Umum LKBN Antara, yang mengatakan, generasi muda harus bisa memanfaatkan media karena media massa dapat menjadi agen perdamaian yang berpihak pada masyarakat sebagai korban konflik dan radikalisme.
"Dalam konflik dan kekerasan di tengah masyarakat, kekerasan karena politik, radikalisasi atas nama agama dan suku, media semestinya membawa air dalam percikan api, bukan membawa bensin," tegas Asro.

Sumber : antaranews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday144
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week144
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2312
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153515

We have: 71 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017