10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Budaya

Pelajar Dibolehkan Nyicil Beli Tiket Lady Gaga (L)

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengecam keras penjualan tiket konser kepada kalangan pelajar yang notabene masih dibawah umur. Apalagi dengan memberikan kemudian tiket dapat dicicil.

Big Daddy selaku promotor Konser bertajuk The Born This Way Ball memang piawai ‘menjerat’ calon penonton. Beragam layanan dan kemudahan mereka tawarkan. Salah satunya bagi pelajar yang berduit cekak, namun ingin menonton aksi panggung Lady Gaga, mereka bisa mencicilnya.

Sebagaimana diketahui pihak promotor menyediakan tiket mulai harga Rp 465.000 hingga Rp 2,25 juta per lembar.  Khusus pelajar cukup dengan menunjukkan kartu identitas pelajar, mereka boleh mencicil pembelian tiket dengan dua kali pembayaran.

’’Bagi para pelajar yang ingin menonton konser Lady Gaga tetapi belum punya cukup uang, tidak perlu khawatir, karena Big Daddy menyediakan program cicilan dua kali,’’ ujar Michael Rusli, Presiden Direktur Big Daddy dalam jumpa pers di Jakarta beberapa waktu silam.

Bahkan Big Dady juga menyediakan tiket khusus bagi para perempuan dan anak. Menurut Rusli, sejumlah kemudahan dan kenyamanan memang sengaja diberikan pihak Big Daddy agar konser spektakuler tersebut dapat berlangsung meriah.

’’Ladies dan children akan ada area khusus,satu set area, untuk kenyamanan mereka. Soalnya, ada kekhawatiran dengan crowd sebesar ini. Jadi, kami tanamkan kenyamanan,’’ paparnya.

Sovi (15), seorang “little monster”, julukan untuk penggemar Lady Gaga merasa senang sudah memiliki tiket masuk yang dibelinya dengan cara mencicil. “Saya bayar separuh dulu, terus sebulan lagi bayar separuh lagi. Tapi kalau konsernya dibatalkan gimana, ih sebel deh sama FPI,” ungkap gadis belia yang sudah siap dengan kostum unik dan seksi khas “Mother Monster”.

Dijual bebasnya tiket konser untuk kalangan pelajar itu mendapat protes keras dari KPAI, berpotensi konsumtif, penampilan, lirik lagu dan gagasan Lady Gaga sangat mungkin “meracuni” anak-anak dan pelajar.

"Yang saya ketahui, promotor pertunjukan melalui media relation-nya menegaskan, pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga. Ini jelas demoralisasi anak bangsa," kata Komisioner KPAI Maria Ulfa di Jakarta (23/5).

Menurutnya, pihak penyelenggara harusnya bisa memilah-milah penontonnya, karena banyak juga anak usia ABG yang menjadi fans Lady Gaga."Harusnya ini difilter untuk 18 tahun keatas. Diluar negeri saja keluar peraturan itu (18 tahun keatas), disini kenapa disodorkan ke anak sekolah?" terangnya.Maria menambahkan, polisi bisa saja menindak hal ini karena bisa melanggar Undang-Undang tentang perlindungan anak dan UU anti pornografi.

"Polisi bisa saja bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Apalagi ada payung hkumnya yaitu UU anti pornografi dfan perlindungan anak," pungkasnya.

Kedubes AS ikut Ngurus Lady Gaga (L)

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Kontroversi konser Lady Gaga tampaknya makin melebar. Kedutaan Besar Amerika pun sampai-sampai ikut mengurusi konser spektakuler tersebut.

Dubes Amerika Serikat (AS) Scott Marciel mengirim tim keamanan ke Polri guna membahas konser Lady Gaga. Tim itu dikirim bukan untuk melakukan intervensi, hanya sebatas urusan keamanan.

"Jadi betul ada pertemuan, tapi itu dari pihak keamanan kami yang membahas aspek keamanan. Tapi terlepas dari itu, kita tidak terlibat dengan polisi mengenai masalah ini," terang Marciel di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5).

Marciel pun menegaskan, pihaknya sama sekali tidak ikut campur atau mempengaruhi siapapun di Indonesia terkait konser ini. Sepenuhnya keputusan ada di tangan masyarakat Indonesia.

"Ini kami membiarkan warga indonesia memutuskan tapi kami berharap pendapat dan pandangan warga indonesia secara keseluruhan didengar," terangnya.

Lady Gaga merupakan penyanyi asal AS. Marciel menegaskan, walau disebut-sebut Lady Gaga penyebar paham lesbian dan gay, sepenuhnya apa yang dilakukan di AS adalah bagian kebebasan berekspresi.

Sumber : pesatnews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

LBH Buddhis Indonesia Juga Menolak Lady Gaga (L)

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Polemik seputar rencana konser Lady Gaga masih menjadi perbincangan hangat publik Indonesia. Kali ini penentangan datang dari umat Buddha yang tergabung dalam LBH Buddhis Indonesia.
"Kami pengurus LBH Buddhis Indonesia – Pusat berdasarkan masukan-masukan umat Buddha anggota LBH Buddhis Indonesia dan memperhatikan pemberitaaan media massa, dengan ini menyatakan LBH Buddhis Indonesia menolak digelarnya konser Lady Gaga di indonesia," tutur Ketua LBH Buddhis Indonesia-Pusat Budiman.
Hal tersebut disampaikannya lewat surat tertuju ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang dikirimkan ke detikcom, Rabu (23/5/2012).
Ada 5 alasan, menurut LBH Buddhis, yang membuat Lady Gaga tak layak menggelar konser di Indonesia. Lady Gaga dianggapnya sebagai ikon pornografi/pornoaksi dan pro gay/lesbi.
Berikut isi lengkap pernyataannya:
1. Bahwa Lady Gaga pernah mengaku sebagai seorang biseksual. "Saya rasa, saya menganggap diri saya biseksual. Tapi rasanya juga tak adil kalau saya mengatakannya begitu karena saya tak pernah jatuh cinta pada wanita. Sayatertarik pada wanita secara seksual, tapi saya selalu tertarik pada pria gay,” jelas Gaga, seperti dilaporkan Gather.com.
2. Bahwa Lady Gaga icon pornoaksi dan pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis. Ini bisa disaksikan melaluivideonya yang tersebar di you tube.
3. Bahwa sesuai pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan adanya promotor pertunjukan yang menegaskan pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga dimana ini jelas merupakan demoralisasi anak bangsa yang menjerumuskan anak pada budaya hedonis (pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindariperasaan-perasaan yang menyakitkan).
4. Bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,menghormati kebhinnekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkat dan martabat setiap warga negara sebagaimana diatur dalam UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
5. Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifatkhusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masadepan sebagaimana dimaksud dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sumber : detik.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

SDA Tetap Menolak Konser Lady Gaga (L)

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Menteri Agama Suryadharma Ali bersikukuh menolak penyelenggaraan konser Lady Gaga di tanah air. Alasannya, tidak hanya berkaitan dengan nilai pornografi.
Pria yang akrab disapa SDA itu menjelaskan, pertimbangan untuk menolak konser Lady Gaga tidak sekadar penampilannya yang berunsur pornografi. Tapi ada nilai lain yang patut juga dipertimbangkan pemerintah.
Bahkan, SDA membandingkan Lady Gaga dengan sejumlah penyayi seksi dalam negeri dan luar negeri seperti Julia Perez, Beyonce Knowles, dan Katy Perry.
"Kenapa Jupe bisa, Katy Perry bisa, Beyonce bisa? Ada orang yang memandangnya sebagai entertain saja, tapi kalau Lady Gaga mungkin dianggapnya ideologis," ujar SDA, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/5).
Meski secara penampilan, deretan nama artis yang disebut SDA sama-sama berpenampilan seksi, namun secara ideologi Lady Gaga berbeda. Nilai ideologis, kata dia, perlu juga menjadi pertimbangan negara dalam memberikan izin penyelenggaraan konser tersebut. "Ada nilai-nilai yang harus diperhatikan," katanya.
Melihat pesan dalam syair lagu Lady Gaga dan penampilan dalam tiap konsernya, SDA bersikukuh menolak konser Lady Gaga di tanah air.

Sumber : antaranews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Pembangun "piramid" di Gunung Padang Masih Misterius

Cianjur, SUARA PEMBANGUNAN.

Siapa pembangun punden berundak di Situs Gunung Padang masih belum diketahui. Tim arkeologi masih melakukan penelitian.
Pastinya, punden berundak dalam bentuk batu-batu besar berukuran 1,5 meter yang ditumpuk di sebuah bukit ala piramid itu dibangun ribuan orang. Siapa mereka dan kemana mereka sekarang, misterius.
"Apakah cikal bakal nenek moyang kita belum diketahui dengan jelas. Termasuk juga siapa yang membuat bangunan yang luar biasa besar di Gunung Padang," jelas Ketua Tim Arkeolog Ali Akbar saat berbincang, Minggu (20/5/2012).
Tim arkeolog memperkirakan bangunan kompleks punden berundak tempat pemujaan itu berada di area seluas 75 hektar.
Diduga ada struktur masyarakat di sana. Tim arkeolog menemukan tembikar dan gerabah yang ditaksir dibuat di masa pra sejarah.
"Hasil survey menemukan serpihan batuan silicied limestone. Serpihan ini umumnya merupakan limbah saat membuat beliung persegi. Beliung persegi itu alat batu masa prasejarah khususnya dari periode neolitik," terangnya.
Untuk memastikan dan menjawab pertanyaan tersebut, temuan yang diperoleh masih akan dianalisis secara petrografi di laboratorium.
"Hasil analisis laboratorium dan ekskavasi berikutnya dari Tim Arkeologi diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Tim Arkeologi akan bekerja sampai tanggal 30 Juni 2012. Kita tunggu saja hasilnya," tuturnya.

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday98
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week256
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2424
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153627

We have: 57 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017