10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Budaya

Bungker Misterius Ditemukan di RS Kariadi Semarang

Semarang, SUARA PEMBANGUNAN.

Sebuah bungker misterius yang diduga peninggalan jaman kolonial Belanda ditemukan di kawasan proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) RS Kariadi Semarang. Bungker tersebut ditemukan oleh pekerja proyek saat menggali tanah menggunakan alat berat tiga hari lalu, Sabtu (23/6/2012).

Karyawan kontraktor bagian keselamatan kerja, Mujiyono mengatakan, pihaknya menemukan pintu saat menggali bagian bawah bukit yang tadinya terdapat tempat pembuangan sampah di dekatnya.

"Untuk membuat IPAL, kami menggali dari atas ke bawah. Lalu ketika sampai di bawah kami menemukan tempat tersebut," kata Mujiyono di RS Kariadi, Jalan Dr. Sutomo, Semarang, Selasa (26/6/2012).

"Kami menggali tanah di sekitar goa secara manual sejak Sabtu lalu," imbuhnya.

Setelah diukur, bungker tersebut memiliki ketebalan 42 cm, lebar 2 meter, dan kedalaman 5,2 meter. Ketinggiannya diperkirakan mencapai 2 meter. Belum diketahui apakah masih ada akses ke ruang bawah tanah atau tidak karena masih terdapat timbunan tanah setebal 70 cm.

"Nanti timbunan tanah tersebut akan kami gali secara manual untuk mengetahui apa yang ada di dalam goa. Tadinya juga ada pintu besi tua yang sudah karatan setinggi 110 cm," pungkasnya.

Mujiyono juga menjelaskan, dari material batu bata yang terlihat pada bungker, diduga sudah ada sejak jaman Belanda. Selain itu terdapat instalasi listrik model kuno di dalam yang terhubung dengan tempat lampu yang berada di atas dinding.

"Dilihat dari batu batanya yang tebal, seperti yang ada pada bangunan Lawang Sewu dan Stasiun Tawang," tutur Mujiyono sembari mengukur ketebalan batu bata dengan tangan.

Sementara itu Humas RS Kariadi, Darwito mengatakan untuk bangunan RS sendiri sudah berdiri sejak jaman kolonial Belanda tahun 1925, namun di dalam denah RS tidak ada bungker dan hanya berupa bukit.

"Bangunan RS sudah ada sejak jaman kolonial tahun 1925. Di denah RS hanya terdapat bukit di sana," ujar Darwito.

Sumber : detik.com

Pesmol, Kuliner Khas Betawi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Menyambut HUT Kota Jakarta ke 485 ini sengaja kami mengingatkan anda satu masakan yang khas tradisional, yakni Pesmol Ikan yang berciri warna kuning. Menu Ikan Bandeng ini masih cukup digemari warga Betawi.

Di masa lalu, bandeng adalah ikan yang paling bergengsi bagi masyarakat Betawi. Bandeng selalu menjadicenter-piece untuk kiriman Lebaran, antaran untuk calon besan, dan juga sajian di perhelatan. Berbeda dengan ikan gabus yang murah dan dianggap sebagai makanan sehari-hari.

Tidak heran bila sangat banyak resep khas Betawi yang memakai bandeng sebagai bahan utama. Salah satunya adalah bandeng pesmol. Nama yang unik ini belum ditemukan asal-usulnya. Siapa tahu, mungkin dulu ada Nyonya Belanda yang menyebutnya sebagaivisschotel (fish dish) yang karena diucapkan dari mulut ke mulut dengan berbagai logat kemudian menjadi pesmol.

Bila diperhatikan sekilas, masakan bandeng pesmol Betawi ini sangat mirip dengan masakan yang di Jawa - khususnya Jawa Timur - dikenal sebagai ikan masak acar kuning. Bedanya, bila di Jawa masakan itu bernuansa asam karena memakai sedikit cuka, dan dihias dengan berbagai sayuran seperti timun dan wortel - untuk memperkaya nutrisi dan mempercantik penyajian - pesmol Betawi hanya memakai tomat iris di dalamnya.

Sekadar catatan, ikan masak acar kuning di Jawa itu di Tatar Sunda disebut sebagai pesmol juga, sekalipun berbeda dengan pesmol khas Betawi.

Pesmol Betawi mencuatkan nuansa gurih dari kemiri yang cukup banyak dipergunakan dalam bumbunya. Harum kencur dan ketumbar juga merupakan penanda khas lainnya dari masakan Betawi ini. Hanya dengan satu lauk saja, kegurigan pesmol bandeng dijamin membuat nasi sebakul pun bakal tandas.

Selain bandeng, ikan lain yang jamak digunakan untuk dimasak pesmol adalah ikan gurame dan mujair. Bahkan, untuk hidangan sehari-hari yang lebih murah, ikan gabus dan ikan kembung pun dapat digunakan.

Untungnya, sekalipun masakan Betawi kini sudah semakin terpinggirkan, bandeng pesmol masih cukup sering dan populer disajikan dalam berbagai jamuan makan maupun perhelatan. Bandeng pesmol bahkan lebih populer bila dibanding dengan pecak gurame atau gabus pucung - masakan-masakan khas Betawi lainnya.

Disarikan dari berbagai Sumber oleh : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Film Di Timur Matahari "Ada damai di Papua"

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Menjelang liburan, film keluarga "Di Timur Matahari" produksi Alenia Pictures mungkin bisa jadi pilihan.
Film ini mampu memanjakan mata penontonnya dengan keindahan alam Papua yang mampu membuat Anda berdecak kagum.
"Ini adalah film yang membawa pesan perdamaian yang dibawakan oleh anak-anak Papua, dan film ini juga didedikasikan untuk pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Papua," ujar Produser Eksekutif Alenia Pictures, Nia Sihasale Zulkarnaen.pada jumpa pers di Jakarta awal pekan ini.
Film yang lokasi pengambilam gambarnya dilakukan di Tiom, Papua, merupakan gambaran nyata tentang yang terjadi di Papua.
"Saya sungguh berharap, agar semua anak Indonesia yang menyaksikan film ini dapat lebih mengenal Papua, terutama belajar tentang perdamaian," ujar sutradara Di Timur Angin, Ari Sihasale.
Film keenam dari Alenia Pictures ini, mengisahkan tentang kehidupan lima anak Papua, yang mengharapkan pendidikan memadai, akibat guru yang tidak kunjung datang di tengah perang suku.

Film ini sudah bisa disaksikan dibioskop-bioskop pada tanggal 14 Juni esok.

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Bachtiar Chamsyah Menikah Lagi

Banjarnegara, SUARA PEMBANGUNAN.

Bachtiar Chamsyah, Politisi PPP yang mantan Mensos ini berbahagia, karena membina bahtera rumah tangga untuk kedua kalinya. Bachtiar menyunting Indah Hayati atau Iin, seorang mantan pegawai Kemensos. Bachtiar menikah setelah beberapa lama menjadi duda.

"Pak Bachtiar menikah pada 10 Juni kemarin. Akadnya di Banjarnegara, Jawa Tengah," kata Sekjen PPP Romahurmuziy menjawab konfirmasi detikcom, Senin (11/6/2012).

Politisi yang akrab disapa Romi ini menerangkan, istri pertama Bachtiar sudah wafat. Tentu wajar bila Bachtiar mencari pendamping hidup baru. Iin merupakan mantan sekretaris Bachtiar semasa menjadi anggota DPR dan Mensos.

"Istrinya namanya Mbak Iin," terang Romi.

Bachtiar kini berusia 67 tahun, menjabat sebagai Mensos tahun 2004-2009. Setelah itu, Bachtiar terseret kasus korupsi di Kemensos. Dia divonis bersalah oleh pengadilan Tipikor. Bachtiar bebas akhir Mei lalu.

Bachtiar berstatus duda sejak 2009. Istrinya, Roshidah Hanum, meninggal karena sakit kanker.

Sumber : detiknews.com

Mendikbud: RUU PT Tak Melawan Kebebasan Akademik

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menjelaskan, ditundanya pengesahan Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) oleh DPR disebabkan karena Kemendikbud menilai diperlukan penyempurnaan draft RUU-PT. Ia juga menolak anggapan sebagian pihak yang menolah RUU PT dengan alasan melawan kebebasan akademik.

Nuhmenjelaskan, landasan awal dari RUU-PT adalah membuka secara luas kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik. "Apa iya RUU-PT mengekang kebebasan akademik? Saya rasa justru sebaliknya," kata Nuh, Jumat (8/6/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Dijelaskan Nuh, kebebasan akademikbisa dilihat daridiberikannya kewenangan penuh pada perguruan tinggi untuk mengembangkan akademik keilmuan di segala bidang sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Selain itu, setiap perguruan tinggi (negeri) juga diberikan keleluasaan untuk memilih jenis tata kalola keuangannya, otonom, atau semi otonom.

"Otonomi itu kan ada pada pengelolaan akademik, juga tata kelola keuangan," ujarnya.

Sementara itu,dengan semangatkebebasan mimbar akademik, kata Nuh,pihaknya mewajibkan setiap mahasiswa (S1,S2, dan S3) mempublikasikan karya ilmiahnya sebagai salah satu syarat kelulusan. Selain masuk dalam RUU-PT, aturan itu juga diatur oleh Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud dan berlaku mulai lulusan setelah Agustus 2012.

"Karya ilmiah menjadi percuma jika tak dipublikasi secara luas. Itu mengapa ada kebebasan mimbar akademik, kebebasan mempublikasikan. Saya tidak melihat RUU-PT ini bertentangan dengan kebebasan akademik," ujarnya.

Sumber : kompas.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday70
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week70
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2238
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153441

We have: 2 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017