10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Pendidikan

4 Tip Agar Tidak Bertengkar Saat Mudik

Lebaran tiba dan waktunya pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga besar. Namun bagi beberapa pasangan, mudik justru bisa memulai pertengkaran suami-istri. untuk menghindari masalah-masalah yang bisa terjadi ketika pulang kampung, lihat dulu beberapa tips yang dirangkum dari The Sun berikut ini:

1. Tentukan Pulang ke Kampung Halaman Siapa
Kebanyakan pertengkaran suami istri disebabkan karena tekanan keluarga masing-masing untuk pulang ke kampung halaman. Sebelum mudik, bicarakan dari jauh-jauh hari dan putuskan terlebih dahulu kemana Anda akan pergi. Apakah kampung halaman suami atau ke tempat Anda. Berikan pula alasan logis kenapa Lebaran tahun ini harus dihabiskan disana. Jika kesepakatan sudah didapat, hubungin orangtua masing-masing jika Anda atau pasangan tidak bisa menghabiskan hari raya di sana.

2. Biaya yang Dikeluarkan
Saat hari raya apalagi di kampung halaman dengan keluarga besar, Anda akan tanpa sadar mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang penting seperti pergi ke tempat wisata atau belanja. Apalagi Anda dan suami juga harus menyisihkan uang untuk keponakan-keponakan yang masih kecil. 

Banyaknya pengeluaran tak terduga tersebut dapat memicu pertengkaran sepulangnya Anda ke rumah. Untuk itu, lebih baik Anda memperkirakan pengeluaran, siapkan bujet dan jangan mengeluarkan lebih banyak lagi dari uang yang ada di dompet Anda. Hindari menggunakan kartu kredit atau ke mesin ATM agar tetap pada bujet Anda.

3. Hubungan dengan Keluarga Pasangan
Tidak bisa dipungkiri masuk ke dalam keluarga pasangan adalah hal yang tidak mudah. Untuk pasangan pengantin baru, tiga hari di kediaman keluarganya bisa terasa sangat lama jika Anda tidak pintar mengambil hati keluarga. Untuk memulai hubungan baik, Anda bisa mencoba membuka percakapan dengan bahasan ringan kepada anggota keluarganya. 

Jika Anda dalam situasi dimana mertua berselisih paham dengan Anda, lebih baik mengalah dan setuju dengan pendapatnya untuk menghindari suasana yang tidak enak selama Anda di sana. Hindari asyik sendiri dengan handphone atau gadget Anda yang lainnya untuk memberi kesan menghormati keluarga suami.

4. Waktu Berdua dengan Pasangan
Ketika sedang kumpul keluarga, waktu Anda dan suami akan tersita dengan rangkaian acara yang telah disiapkan. Apalagi jika anak tidak mau jauh-jauh dari Anda. Untuk itu, ajak anak untuk bermain dengan para sepupunya dan berikan anak-anak kesibukan dengan aktifitas permainan yang seru. Sehingga ketika malam hari, Anda dan suami mempunyai waktu berdua tanpa gangguan.

Sumber : wolipop.com

Permasalahan Sosial Tidak Pernah Selesai

Sleman, SUARA PEMBANGUNAN.

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Koentjoro, menilai selama ini banyak yang salah memahami persoalan anak jalanan sehingga menyebabkan kekeliruan saat mencari cara penanggulangan permasalahannya.

"Penanganan anak jalanan sering tidak tepat, sehingga permasalahan sosial yang melingkupinya tidak pernah selesai bahkan cenderung terus meningkat," kata Koentjoro di Yogyakarta, Sabtu (30/6/2012).

Menurut dia, yang perlu dipahami adalah yang membedakan anak jalanan dengan anak-anak lainnya, yakni norma dan nilai-nilai yang mereka yakini selama dalam hidupnya.

"Banyak hal dilakukan anak jalanan dan dianggap tidak pantas bagi orang lain, namun oleh anak jalanan hal itu dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang dianggap wajar," katanya.

Koentjoro menambahkan, untuk itu dalam menangani anak jalanan sebaiknya dilakukan upaya pendekatan ke arah kehidupan yang normal. "Bantu mereka untuk memahami norma-norma yang umum dipahami di tengah masyarakat, barulah perkenalkan dengan nilai-nilai baru. Jika sudah begitu, mereka pun siap diterjunkan kembali ke masyarakat," imbaunya.

Kementerian Sosial sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah daerah yang intinya, Satuan Polisi Pamong Praja dilarang melakukan razia kepada anak jalanan karena dinilai pelaksanaan razia yang dilakukan kerap berujung pada cara pemaksaan untuk melakukan penangkapan.

Penertiban yang dilakukan melalui cara pemaksaan dinilai tidak akan menyelesaikan permasalahan. Untuk itu, penanganan anjal ataupun anak terlantar seharusnya dilakukan dengan melibatkan para pekerja sosial yang profesional, sebab mereka lebih memahami seluk-beluk pemasalahan anjal dan akar permasalahannya. [ant]

Sumber : seruu.com

Selamatkan Anak Indonesia dari Film Negatif dan Video Game

Malang, SUARA PEMBANGUNAN.

Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak masyarakat untuk menyelamatkan anak Indonesia dari keburukan moral. Mengingat, banyaknya film yang beredar begitu cepat di masyarakat tanpa sensor. Salah satunya adalah film porno.

LSF mengakui, cepatnya peredaran film-film bernilai negatif itu salah satunya disebabkan kecanggihan teknologi. Kalau dulu membuat film harus pakai roll film. Untuk membawa atau memindahkan pun agak sulit. Sekarang, tinggal menancapkan flash disk, tunggu beberapa menit, film sudah berhasil ditransfer.

Kecanggihan teknologi tidak hanya menguntungkan kehidupan manusia. Di samping itu, banyak pula sisi-sisi negatif yang perlu diantisipasi supaya tidak merusak generasi muda.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan LSF, Nunus Supardi saat membuka Diskusi dan Sosialisasi LSF 'Memasyarakatkan Kesadaran Swasensor Pertunjukkan dan Tayangan Televisi' di hotel Santika, Sabtu (26/5/2012).

"Dengan kecanggihan teknologi ini, kami (LSF) sulit sekali mensensor. Karena itu, kami harapkan swasensor oleh masyarakat bisa berjalan Guna mencegah nilai negatif. Selamatkan anak Indonesia dan lindungi masyarakat dari dampak negatif perfilman," papar Nunus.

Tidak kalah bahayanya, kata Nunus, merebaknya video game hingga pelosok desa juga mengancam generasi muda. Apalagi kalau generasi muda ini memainkan permainan kekerasan. Perlu diingat, otak pada masa anak-anak berjumlah satu miliar masih kosong. Ibarat flash disk yang masih memiliki kosong, diisi apapun akan masuk.

"Kalau anak-anak dicekoki permainan seperti ini, maka akan mempengaruhi otak anak. Hanya di Indonesia permainan seperti ini tidak ada sensor, sementara di Amerika, Australia, Singapura dan negara lainnya sudah menerapkan batasan permainan seperti ini," katanya.

Sosialisasi swasensor di tingkat II (kabupaten/kota) di Jawa Timur baru pertama kali dilakukan di Kota Malang. Sebelumnya, sosialisasi ini dilakukan di tingkat ibukota provinsi. "Yang lebih penting, para orang tua dan dewasa mau melakukan swasensor dan memberitahukan kepada anak-anak agar generasi muda," pungkasnya

Sumber : tribunnews.com
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Internet sebagai Alat Untuk Mencerdaskan Masyarakat

Bandung, SUARA PEMBANGUNAN

Indonesia sebagai salah satu negara pengguna jejaring sosial terbanyak dalam dunia maya seharusnya dapat menggunakan kekuatan teknologi untuk membangun masyarakat yang cerdas dan produktif.

Pendapat itu disampaikan oleh kata Guru Besar Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Supangkat dalam seminar "Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Indonesia" di Aula Barat ITB, Bandung, Selasa (24/4).

Menurut Suhono Supangkat, saat ini penggunaan jejaring sosial dan internet oleh masyarakat Indonesia masih bersifat konsumtif.

"Kita harus mengubah pola pikir bagaimana mengubah sikap konsumtif menjadi produktif. Karena itu harus dibangun berbagai wahana agar masyarakat kita bisa produktif dan kreatif di dunia maya," tuturnya, seperti dikutip dari Antara.

Upaya itu, lanjut Suhono, juga diperlukan agar Indonesia mendapat bagian keuntungan dari dunia maya yang berkembang semakin pesat.

"Selama ini kita tidak mendapat apa-apa, karena itu harus dipikirkan bagaimana Indonesia bisa mendapat bagian," ujarnya.

Suhono mencontohkan salah satu upaya untuk menggunakan jejaring sosial sebagai alat pencerdasan masyarakat adalah pembuatan situs www.goesmart.com oleh e-Indonesia Initiatives Forum.

Kanal tersebut meminjam tampilan seperti "facebook" yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, para pengguna memanfaatkan jejaring sosial mirip "facebook" itu untuk saling bertukar materi pelajaran sekolah dari SD sampai SMA.

Saat ini peserta situs itu mencapai sekitar 4.500 orang yang terdiri atas para guru,murid, dan orang tua murid di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Guru dapat mengunggah materi pelajaran ke situs tersebut dan murid bisa mempelajarinya sebagai materi tambahan selain yang didapat dari sekolah. Selain itu, murid dan guru juga bisa berinteraksi langsung melalui forum diskusi.

Suhono mengatakan terdapat tim khusus yang menyeleksi materi yang diunggah oleh para guru sehingga materi tersebut sesuai dan pantas dipelajari oleh para murid.

Saat ini para guru yang terlibat dalam situs tersebut melakukan aktivitasnya secara sukarela. Namun, Suhono yang Ketua e-Indonesia Initiatives Forum itu mengatakan ia sedang mengupayakan kerja sama dengan beberapa perusahaan agar guru yang terlibat dalam situs itu mendapat insentif.

"Kami juga mengupayakan agar situs ini mencapai 10 ribu pengguna," ujarnya.

Suhono juga berharap situs itu dapat menyandang misi sosial sehingga bisa diakses di tempat tertentu secara gratis oleh para murid dari kalangan tidak mampu yang terpaksa putus sekolah.

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Bocah 7 tahun Pandai Mengolah Bola

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Bisa jadi masa depan dunia persepakbolaan Indonesia akan cemerlang, dengan munculnya bocah 7 tahun yang pandai mengolah bola lewat kakinya yang mungil.

Tristan Alif Naufal, siswa kelas 2 SD Pesanggrahan ini cukup popular. Gara-garanya, video yang diunggah di YouTube, yang hingga kini belum diketahui siapa pengunggahnya, memperlihatkan keistimewaan bakat Tristan dalam olah bola. Setidaknya ada empat video tentang Tristan di situs video tersebut yang membuat bocah penggemar dua pilar Liverpool, Steven Gerrard dan Luis Suarez, itu dijuluki banyak pihak Wonderkid atau Messi dari Indonesia.

Kemahiran kakinya bermain bola yang di buktikan dengan berlatih serius di dua akademi sepak bola milik dua klub besar Inggris, Arsenal (SSI Arsenal) dan Liverpool (International Football Academy and Soccer Schools). Tristan menjadi siswa di dua sekolah sepak bola tersebut sejak Juli 2011 dan mendapat beasiswa mulai tiga bulan kemudian.

Kemampuan Tristan juga sudah diakui di dua klub itu. Buktinya, Tristan selalu tampil di kejuaraan KU-10, bukan KU-8 yang sebenarnya sesuai dengan umurnya. Namun, Ivan mengatakan bahwa badan Tristan masih tergolong pendek.

”Saya suka Gerrard (Steven Gerrard) sama Luis Suarez. Messi juga suka. Kalau Indonesia, saya suka Andik Vermansyah,” ucap Tristan yang lahir 12 Desember 2004.

Meski terfokus ke sepak bola, Ivan Trianto (ayahnya) sama sekali tak melupakan urusan sekolah bagi Tristan. Dia tetap berusaha agar pendidikan si anak tak tertinggal. Karena itu, tiap Sabtu Tristan tak boleh bermain sepak bola. ”Dia les. Tristan sendiri juga sangat senang kalau ikut les. Dia marah-marah kalau sampai bolos,” ujar Ivan kepada Suara Pembangunan dirumahnya (4/3/2012).

Sejak kepopulerannya terdongkrak di jejaring youtube, banyak pihak yang berusaha mengambil keuntungan. Celakanya, mayoritas di antara mereka tak berkaitan dengan sepak bola. Antara lain, production house maupun produk makanan yang berniat menjadikan Tristan sebagai bintang iklan. Ivan menegaskan tak tergiur dengan semua tawaran tersebut. Sebab, dia hanya ingin si anak menjadi pesepak bola, bukan selebriti.  Hal ini pun di akui ibunya, Irma S. Lansano.

Dia berharap pemerintah ikut “menyelamatkan” anaknya demi masa depan sepak bola Indonesia.

Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday243
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week401
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2569
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153772

We have: 64 guests online
Your IP: 23.20.162.200
 , 
Today: Nov 20, 2017