10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Hukum

Dosen UIN Jadi Tersangka, Gara-gara Nulis di Blog

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Mantan Ketua Komite Sekolah SMAN 70, Musni Umar ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik. Ini lantaran ia mengkritisi mantan Kepala Sekolah SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Pernon Akbar yang diduga melakukan praktik korupsi di sekolah tersebut.
Febri Hendri, Koordinator Monitoring Korupsi Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendampingi Musni mengatakan, Musni yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah ini dilaporkan oleh Ricky Agusyady yang merupakan Ketua Komite Sekolah SMAN 70 saat ini.

"Saya tidak tahu apa permasalahan yang dituduhkan saudara Ricky. Namun dalam blognya, Pak Musni ada menulis kata-kata 'Pernon Akbar, Kepsek SMAN 70 patut diduga dalam rangka melanggengkan praktik korupsi di SMAN 70 untuk tujuan memperkaya diri'," kata Febri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/7/2012).

Musni menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 10.00 WIB tadi dengan didampingi Zainal selaku kuasa hukumnya. Hingga berita ini dimuat, Musni masih menjalani pemeriksaan di Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Febri melanjutkan, Musni menyampaikan sejumlah keganjilan dalam pengelolaan keuangan SMAN 70 dalam artikel 'Dr Musni Umar: Teladani Kejujuran Rasululah SAW dalam Memimpin Sekolah' yang dituangkan dalam blog pribadinya setelah ia dilengserkan dari jabatans ebagai Ketua Komite Sekolah.

"Pak Musni ini Ketua Komite SMAN 70 periode 2009-2012," katanya.
Dalam blognya itu, Musni mengungkapkan bahwa SMAN 70 mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) sekitar Rp 15 miliar pertahun. Akan tetapi, tulis Musni, pengelolaannya tidak dilandasi transparansi dan akuntabilitas, sehingga sulit dikatakan ada kejujuran dan amanah dalam pengelolaan dana sekolah.
"Padahal dana SMAN 70 yang berasal dari pemerintah hanya sekitar Rp 4,7 miliar, selebihnya bersumber dari orang tua siswa," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Febri, Musni juga mengungkapkan kejanggalan pada rekening pribadi Pernon Akbar sebesar Rp 1,2 miliar. "Kalau ICW melihat kejanggalan, gaji di luar PNS Rp20 juta perbulan itu sangat ganjil," ujarnya.
"Yang perlu dilihat, apakah itu grativikasi atau bukan. Kami akan kumpulkan data-data dan akan kita laporkan balik ketua komite sekolah ini," imbuhnya.
Lebih jauh, Febri menyayangkan langkah polisi yang menetapkan Musni sebagai tersangka UU ITE. Padahal, kata dia, Musni berupaya membongkar dugaan korupsi di SMA 70.
"Seharusnya ini (pencemaran nama baik) tidak diproses, karena bila diproses lebih lanjut, ini bagian pembungkaman terhadap publik oleh komite sekolah, kami tidak ingin itu terjadi," katanya.
Sebagai simbol dukungan terhadap Musni, ICW membawa sapu lidi. Sapu lidi melambangkan upaya memberantas korupsi.
"Sebagai simbolik ada pembersihan besar-besaran di lingkungan sekolah terutama RSBI agar terbebas dari korupsi," tutupnya.

Sumber : detik.com

KPK Terus Selidiki Korupsi Al Qur'an

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Permainan suap menyuap saat ini identik dengan penggunaan kode-kode, seperti istilah buah-buahan yang muncul dalam kasus wisma atlet. Hal yang sama terjadi kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran. Bedanya, dalam kasus yang menyeret anggota Komisi VIII itu, menggunakan istilah-istillah berbahasa Arab.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, para aktor kasus dugaan korupsi ini kerap sekali menggunakan istilah-istilah berbahasa Arab dalam percakapan mereka. Penyidik KPK sempat dibuat bingung dengan adanya kode-kode ini. Beruntung, arti istilah yang digunakan, tidak berbeda jauh ketika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia.
Istilah-istilah itu digunakan untuk berbagai keperluan, seperti melakukan pertemuan tersembunyi, pemberitahuan adanya proyek dan juga mengenai imbalan.
"Mereka menggunakan bahasa-bahasa Arab seperti Toyyib (baik) dan Maktab (tempat atau pemondokan). Menyelidiki kasus ini, kita benar-benar dibuat mengelus dada," ujar salah seorang pejabat KPK yang menangani kasus ini.
Pejabat ini mengambil kesimpulan, istilah-istilah yang digunakan para 'pemain' terkait dengan lingkungan mereka. Istilah bahasa Arab muncul karena lingkungan mereka ada di Kemenag dan Komisi VIII yang membidangi agama.
"Kalau wisma atlet itu sepertinya mereka memang biasa makan buah-buahan," ujarnya setengah berkelakar.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan sprintdik (surat perintah dimulainya penyidikan) sudah keluar dengan penetapan anggota DPR berinisial ZD sebagai tersangka. 
Komisioner lainnya Zulkarnain mengatakan, KPK memang dalam beberapa waktu belakangan intensif melakukan penyelidikan dalam perkara ini. KPK sudah menetapkan tersangka anggota DPR berinisial ZD terkait proyek senilai Rp 35 miliar pada 2011 ini.
"Ya sedang ditelusuri perannya lebih jauh, memang kita ada penyelidikan selama ini," tutur Zulkarnain kepada detikcom, Jumat (29/6/2012) pagi.

Gantung Diri Karena Nilai Turun di Sekolah

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Diduga karena prestasi sekolahnya menurun, seorang siswi kelas 1 SMK di Jakarta Timur nekat gantung diri di lantai dua kediamannya, Senin (25/6/2012) siang. Korban gantung diri dengan menggunakan dasi seragam sekolah.

Siti Annisa Salihatin, 16 tahun, dengan masih mengenakan seragam sekolah warna abu-abu dan putih ditemukan tewas tergantung di lantai dua rumahnya di Jl. Sidih RT 04 RW 07, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Diduga Siti yang akrab disapa Nisa, kecewa saat menerima nilai semester bayangan, menurun drastis. Padahal semester sebelumnya pelajar SMK Pertiwi Jakarta Timur itu duduk di peringkat ke dua terbaik di kelasnya.

Adalah Komarudin, 25 tahun, kakak Nisa, yang pertama menemukan remaja itu tergantung. “Saya mau ambil handuk, tahu-tahu saya lihat adik saya tergantung di plafon tempat jemuran di lantai dua,” ungkapnya. Saat itu, rumah sedang sepi karena orangtua mereka; pasangan Suhar, 54 tahun, dan Jaroh, 50 tahun, tengah jualan buah di Pasar Induk Kramatjati.

Kaget melihat adiknya tak lagi bernyawa, Komarudin, sulung dari empat bersaudara berteriak minta tolong. Tetangga pun berdatangan. Dua tetangga, Nakim dan Idam, bergegas menurunkan tubuh remaja yang tergantung menggunakan dasi yang disambungkan dengan gesper yang biasa dipakainya ke sekolah. Nisa dilarikan ke Klinik Al-Fauzan untuk mendapat pertolongan.

Namun anak ketiga dari empat bersaudara itu sudah tak bernyawa. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan otopsi dengan alasan kematian Nisa sebagai musibah kecelakaan. Jasadnya dibawa pulang dan disemayamkan di rumah. Meski begitu, polisi tetap meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk keluarga orangtua korban. 

Kapolsek Metro Kramatjati, Kompol Imran Gultom, yang datang ke lokasi mengatakan keluarga korban mengungkapkan gadis itu stres setelah mendapat rapot bayangan semestrer 2. Soalnya, nilai pelajarannya merosot drastis.

“Ibu korban mengatakan kemungkinan anaknya malu dengan nilai yang menurun. Jadi, dugaan awal kami, motif korban bunuh diri adalah karena permasalahan nilai sekolahnya.” ungkap Kapolsek.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya
Posting : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Aset Teroris Medan 5,9 M Disita Polisi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI masih menelusuri keterlibatan tersangka kasus terorisme, Rizky Gunawan dengan jaringan teroris lain. Polisi baru menemukan bukti keterlibatan Rizky dalam jaringan bom di Solo dan pelatihan militer di Poso.

»Dia pencari dana kegiatan terorisme, dari kegiatan hacking dia mengumpulkan uang hingga Rp 7 miliar,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian, Komisaris Besar Kepolisian Boy Rafli saat dihubungi, Ahad, 24 Juni 2012.

Boy memaparkan, uang yang didapat Rizky dengan meretas sebuah situs Multi Level Marketing ini digunakan untuk membeli aset di Medan sebesar Rp 5,9 miliar, untuk pelatihan militer di Poso sebesar Rp 667 juta, dan untuk pembiayaan aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Penuh Keputon, Solo. »Dia menyiapkan juga dana untuk makan dan logistik lainnya,” kata Boy.

Rizky yang memiliki kemampuan di bidang Informatika Teknologi (IT) ditangkap polisi pada tanggal 3 Mei 2012 di Gambir, Jakarta. Pada tanggal 21 Juni lalu, dia bersama empat rekannya yang ditangkap di Medan dan Bandung dibawa Densus 88 untuk menunjukan aset senilai Rp 5,9 miliar mereka di Medan. Akan tetapi, Boy tidak dapat memaparkan lebih detail empat identitas tersangka ini

Boy membantah bahwa Densus 88 melakukan penangkapan empat tersangka teroris lain pada saat penggeledahan dan penyitaan aset di Medan. Sedangkan informasi sebelumnya menyatakan, Densus telah menangkap empat orang yaitu istri Rizky bernama Suwita, Tomi Irawan, Kusnan, dan Winangsah. »Tidak ada penangkap di Medan, Densus 88 ke Medan hanya menyita aset,” kata dia.

Lima tersangka terorisme ini, menurut Boy, sudah kembali ditahan di Markas Komando Brigadir Mobil, Kelapa Dua, Depok. Densus 88 masih menyelidiki peran tiap tersangka dan kaitannya dengan jaringan-jaringan teroris yang lain.»Untuk sementara kami fokus pada penyidikan aset dan dua jaringan tersebut,” kata Boy.

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

MUI Akan Mengirim Surat Ke SBY Perihal Kondom

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait program penggunaan kondom Kementerian Kesehatan. 

"Kalau ini kebijakan pemerintah tentu saja kita protes untuk kepentingan umat. Indonesia ini kan bukan negara sekuler," ujar Ketua MUI Amidhan,Rabu 20 Juni 2012.

Namun sebelum MUI menyampaikan surat ke presiden, pihaknya terlebih dulu melihat perkembangan ke depan, apakah sikap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi akan berubah untuk tidak mengkampanyekan penggunaan kondom. 

"Kalau itu sudah kebijakan pemerintah, kita akan sampaikan surat kepada presiden selaku pimpinan pemerintahan. Ini negara beragama, negara ber-Tuhan sesuai Pancasila. Sehingga semua kebijakannya itu harus mengacu ke sana," tuturnya.

Dia mengkritik Nafsiah Mboi sebagai Menteri Kesehatan yang baru saja dilantik. "Seyogyanya sebagai menteri yang baru, seharusnya membuat satu gelar pembangunan dibidang kesehatan yang merupakan terobosan, bukan yang menentang agama lah," kata Amidhan.

"Ya itu mungkin persepsi Menkes baru. Mungkin itu pencegahan yang dimaksud. Tapi dia tidak melihat akar masalahnya. Intinya bagaimana berhubungan dengan yang tidak seharusnya, itu yang harus ditanamkan," tuturnya.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sendiri menegaskan tidak pernah mengatakan mau meningkatkan kampanye kondom di kalangan umum, siswa-siswa dan remaja.

"Tetapi tetap kami kampanyekan kondom ke setiap pelaku hubungan seks berisiko. Karena itu adalah salah satu indikator MDG," kata dia di kantornya Jalan Rasuna Said Jakarta, Rabu 20 Juni 2012.

Dia menambahkan, seks berisiko di Indonesia terjadi pada semua umur, suami istri atau di luar hubungan pernikahan. "Yang kami maksud dengan seks berisiko adalah seks dengan risiko penularan penyakit atau risiko kehamilan yang tidak direncanakan," kata Nafsiah.

Hubungan seks berisiko juga terjadi di kalangan remaja. "Mau nggak mau harus kita hadapi itu. Mengutip data BKKBN, tahun 2010, sebanyak 2 juta remaja melakukan aborsi. Berarti anak-anak kita, adik-adik kita melakukan hubungan seks berisiko," kata dia.

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday81
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week81
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2249
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153452

We have: 13 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017