10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Hukum

Foto Angie miliki BB adalah asli

Pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan, foto Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Angelina Sondakh, yang beredar di media massa adalah asli. Pada gambar tampak satu telepon selular dan BlackBerry (BB).

"Setelah diteliti, foto yang beredar itu adalah asli bukan palsu atau rekayasa," kata Roy Suryo, di Jakarta, Kamis.

Menurut Roy Suryo, meminta maaf kepada pihak yang berkepentingan karena banyak pertanyaan mengenai apakah foto itu asli atau palsu.

"Supaya masalah itu jelas karena banyak sekali pertanyaan kepada dirinya terkait persoalan tersebut," katanya.

Dia mengatakan, foto AS dengan BB yang banyak beredar saat ini di berbagai media memang asli dan dibuat pada pukul 14.30 WIB, Selasa, 2 Juni 2009.

Sedangkan lokasi pengambilan gambar tersebut berada di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Selatan dengan kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) merek Nikon D40.

Sebelumnya dalam persidangan kasus dugaan korupsi Wisma Atlet di Palembang, Sumsel, dengan terdakwa M Nazarudin, Angelina Sondakh, membantah dirinya mengunakan BB dalam berkomunikasi dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang alias Rosa pada awal 2010.

Angelina alias Angie memberikan keterangan sebagai saksi pada di sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, bahwa dirinya hanya mengunakan komunikasi dengan telepon selular kepada Rosa.

Dihadapan majelis hakim, Angie mengatakan bahwa mulai mengunakan BB awal tahun 2010 dan sebelumnya hanya dengan cara pesan singkat (SMS).

Sementara itu, kuasa hukum M Nazarudin, Hotman Paris Hutapea, mengatakan Angie telah berbohong, padahal fakta di persidangan mengunakan BB ketika menyampaikan pesan kepada Rosa.

Polisi akan tembak di tempat pelaku anarkisme

Kalau pelaku aksi anarkhisme tetap membandel maka dia bisa ditembak di tempat. Itu komitmen penegakan hukum bagi polisi menghadapi pelaku-pelaku aksi anarkhisme jika tetap membandel, sesuai dinyatakan Wakil Kepala Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna.

"Polisi memiliki enam tahapan sebelum akhirnya menembak pelaku anarkis," kata Sukarna, saat berkunjung ke Palu, Kamis.

Namun demikian, dia mengatakan polisi mengutamakan pembinaan untuk mencegah potensi gangguan hukum.

Belakangan ini terdapat pendapat pada masyarakat untuk membubarkan organisasi massa berbasis agama tertentu di Indonesia. Organisasi massa itu kerap melakukan aksi anarkhisme yang menimbulkan teror yang sangat menakutkan bagi masyarakat.

Mantan Kepala Polda Sumatera Utara ini juga mengatakan polisi juga sangat berhati-hati saat menangani konflik di tengah masyarakat, terutama jika akan melakukan tembak di tempat pelaku kerusuhan.

Menurut dia, tindakan bisa berbuah menjadi pelanggaran hak asasi manusia karena sejumlah pihak tidak melihatnya secara keseluruhan.

Menurut dia, menjadi polisi itu adalah berat. Kalau sedang menangani unjuk rasa dan terdapat lemparan batu maka polisi harus menghindar. "Jika membalas melempar batu maka dia bisa menjadi tersangka," kata Sukarna.

Dia mengakui saat ini banyak sejumlah tindakan anarkhis di sejumlah daerah di Indonesia, baik itu berupa tawuran antarwarga atau unjuk rasa yang berujung rusuh. Tindakan tegas sangat diperlukan sebelum kejadian itu berubah menjadi aksi anarkhisme yang lebih besar.

Saat ini intelijen polisi juga bekerja sama dengan masyarakat untuk berupaya mencegah terjadinya gangguan hukum di masyarakat.

Parlemen Belanda tolak rencana Indonesia beli Leopard

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan bahwa Parlemen Belanda secara resmi menolak rencana Pemerintah Republik Indonesia membeli 100 unit tank Leopard.

"Parlemen Belanda secara resmi sudah menolak. Informasi penolakan tersebut sudah saya terima beberapa hari yang lalu," kata dia sesaat setelah menghadiri peresmian Kapal Cepat Rudal (KRC) KRI Kujang, Kamis.

Ia mengatakan, jika pembelian itu terus dilakukan maka mereka akan mengajukan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Belanda.

"Informasi dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo sudah menyampaikan jika memang Parlemen Belanda menolak Pemerintah Indonesia tidak akan memaksakan," kata dia.

Hasanuddin mengatakan, jika pemerintah memang membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari luar negeri harus memenuhi berberapa syarat.

"Harus ada jaminan purna jual dari alutsista tersebut atau tidak ada embargo dari negara produsen, harga alusista yang layak dan ada tidaknya jaminan transfer teknologi dari produsen," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Surabaya diberitakan, Pembelian 100 unit Tank Leopard dari Belanda diharapkan selesai sebelum 2014.

"Sampai sekarang masih tahap penjajakan dan belum berhenti. Tim yang kami bentuk masih membahasnya dan diharapkan sebelum 2014 sudah selesai," ujarnya di Surabaya, Rabu malam.

"Sekali lagi saya tegaskan, kalau Belanda menjual kami beli, tapi kalau tidak kami pergi. Tunggu saja perkembangan berikutnya," kata mantan Pangkostrad tersebut.

Pihaknya juga mengatakan saat ini Jerman menjajaki dan menawari Indonesia. Menurut Pramono, tank buatan Jerman menjadi alternatif jika target awal tidak kesampaian.

"Memang ada tawaran dari Jerman. Hanya saja kami belum bersikap, tapi itu bisa dijadikan alternatif. Yang pasti sebelum 2014 sudah harus selesai," tutur mantan Danjen Kopassus tersebut.

Jika pembelian Tank Leopard yang alokasi anggarannya mencapai 280 Juta US Dollar berjalan mulus, diharapkan bisa menjadi prestasi serta menaikkan wibawa bangsa.

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday95
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week95
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2263
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153466

We have: 27 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017