10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Hukum

Ketua Fraksi P.Demokrat Nyabu

Tenggarong, SUARA PEMBANGUNAN.

Belum hilang dari ingatan kita tentang Calon Legislatif Pekalongan yang nekat jualan sabu demi mendapatkan dukungan pada Pemilihan Calon Legislatif 2014 nanti.

Ini malah Ketua Fraksi Partai Demokrat sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur tertangkap polisi setelah kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu di rumah kontrakannya Jalan Teratai, Kelurahan Panji, Tenggarong, Jumat malam (20/9/2013).

Aji Dendi ditangkap saat bersama teman dekat nya berinisial MY yang juga ikut mengonsumsi barang haram tersebut. 
Dari penangkapan itu polisi berhasil mengamankan sabu seberat 0,5 gram yang dibagi dalam dua paket kecil.  satu paket diketemukan di dalam sebuah kotak warna biru  di dalam laci kerja, lengkap dengan pipetnya, Satu paket lainnya ditemukan di dalam kamar bagian depan, tepatnya di bawah ranjang milik Dendy.  Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Kukar AKBP Abdul Karim, saat ini kedua tersangka  sudah diamankan di Mapolres Kukar untuk kepentingan penyidikan. 
“Selama dua hari terakhir ini Dendy tidak kooperatif dan baru mau dimintai keterangan pada Minggu sore kemarin dan didampingi kuasa hukumnya, Parlindungan Pasaribu SH. Kami terus mengejar pemasok sabu terhadap Aji Dendy, yang berinisial MD,” jelasnya menutup wawancara.

*sumber : antaranews.com

Salah Parkir Cabut Pentil

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan operasi penertiban parkir liar. Ada yang berbeda dalam penertiban kali ini, pasalnya petugas langsung mencabut pentil ban motor kendaraan.

Operasi dilakukan di Jalan KH. Hasyim Ashari, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, di depan pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas dan dibawah flyover Roxy, pada Selasa lalu.

Operasi cabut pentil kali ini  dilakukan oleh puluhan petugas Suku Dinas Perhubungan yang dibantu dengan Polisi, Garnisun dan Satpol PP.
"Sebanyak 375 kendaraan roda dua berhasil dicabut pentilnya sehingga kendaraan tersebut dalam keadaan kempes roda depan dan belakang," ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, M Akbar, diruang kerjanya, Kamis 19 September 2013.

Akbar menjelaskan, setelah petugas melakukan pencopotan pentil sepeda motor, pihak Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat menempelkan stiker bertuliskan bahwa pentil dicabut oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Akbar menambahkan, langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pengguna kendaraan sepeda motor yang sering parkir sembarangan. Aksi pencabutan pentil terpaksa dilakukan karena warga sering mengacuhkan aturan dan imbauan yang diterapkan Pemerintah DKI Jakarta.

"Sesuai aturan mereka melanggar ketentuan Perda nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Penertiban yang dilakukan hanya mencabut pentil dan mengempeskan ban kendaraan oleh Dishub dan tilang oleh pihak kepolisian," jelasnya.

Dishub, kata Akbar sudah menyedikan tujuh titik parkir di kawasan tersebut. Di antaranya di Jalan Tanjung Selor, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Tempat parkir itu ditujukan untuk karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas.

Setiap satu titik, kata dia, bisa menampung 50 sepeda motor dengan luas lahan per titik ada sekitar 6 x 3 meter persegi, namun area ini tidak dimanfaatkan warga yang membawa sepeda motor.

*sumber : vivanews.com

Penyerangan Cebongan Diungkap

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Tim Investigasi kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman merilis hasil penyelidikan. Hasilnya 11 anggota dinyatakan terlibat. Ketua Tim Investigasi Brigjen Unggul K Yudhoyono dalam jumpa pers di Dinas Penerangan TNI AD menyebut pelaku penyerangan melibatkan anggota Grup 2 Kopassus yang berjumlah 11 orang.11 orang itu terdiri dari satu eksekutor. Sisanya delapan orang bertindak sebagai pendukung. Mereka menggunakan mobil Toyota Avanza biru dan Suzuki APV warna hitam. Sementara dua orang lagi berada di mobil Daihatsu Feroza.Jumlah anggota Kopassus penyerang Lapas Cebongan mengingatkan kita pada jumlah anggota Tim Mawar yang melakukan penculikan terhadap aktivis 1998. Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan kopassus Grup IV. Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi.


Sumber : merdeka.com

Irgan : Malaysia Berbahaya Bagi TKI

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, bertambahnya jumlah TKI yang menjadi korban perkosaan oleh majikan mempertegas Malaysia sebagai negara yang masuk zona berbahaya bagi TKI.

Apa yang disampaikan Irgan menanggapi pemerkosaan TKI Penata Laksana Rumah Tangga oleh majikannya di Seremban, Negeri Sembilan pada Senin (5/11/201), belum lama setelah seorang TKI pekerja kedai makan yang diperkosa tiga polisi Malaysia.

”Hal itu belum meliputi sejumlah penderitaan lain yang dirasakan TKI selama berada di negara itu, sehingga membuat Malaysia sudah seperti zona bahaya bagi TKI,” ujar Irgan dalam rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi pengawasan TKI ini menilai, asumsi memosisikan Malaysia sebagai zona bahaya tak berlebihan. Karena sudah banyak TKI yang sengaja dirusak kehormatannya oleh aparat resmi atau pihak tertentu.

”Selama karakter petugas hukum, pengguna, dan jaringan perekrutnya di Malaysia bermental buruk dan terus mengorbankan TKI, jelas tak ada peluang untuk TKI mendapatkan keleluasaan serta penghormatan,” tukas Irgan.

Pemerintah harus memahami kenyataan nasib TKI di Malaysia yang semakin tak memperoleh perlakuan baik, karenanya memerlukan antisipasi di antaranya memulangkan seluruh TKI, khususnya yang bekerja di rumah tangga dan perkebunan.

”Memulangkan TKI adalah upaya terhormat dibanding membiarkan mereka selamanya menjadi target pelecehan, pembunuhan, pengepungan, dan pemenjaraan,” tegas Irgan menambahkan Indonesia perlu menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Sementara TKI profesional atau di tingkat semi terampil dan terampil yang bekerja di pabrik-pabrik, tidak adalah masalah untuk tetap dipertahankan. Mengingat mereka sudah bisa melindungi dirinya meski tanpa campur tangan dan perlindungan negara.

Sumber : tribunnews.com

Menteri Amir : Akui Ada Mafia Soal Grasi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin tidak menampik tudingan adanya mafia yang bermain dalam pemberian grasi terhadap narapidana. Meski demikian, kata Amir jumlah para mafia itu hanya segelintir orang saja. "Kalau ada, itu oknum. Mungkin, mengambil keuntungan, satu dua, ya," kata dia di kompleks Istana Negara, Selasa (13/11/2012)

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak dapat digeneralisir dengan mengatakan mafia menguasai proses pemberian grasi. Sebab, faktannya lebih banyak narapidana yang ditolak permohonan grasinya dibandingkan dengan yang diterima.

"Bisa dibayangkan, kalau ada orang yang mengatakan mafia bermain, sudah pasti lebih banyak yang dikabulkan daripada yang ditolak. Kalau itu mafia, tidak mungkin anak kecil yang dikabulkan, tentu bandar yang dikabulkan. Nah itu saja, logika itu yang kita pakai," ujarnya.

Selain itu, dia juga meyebut \Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya mengabulkan 10% dari total pengajuan grasi yang masuk ke meja Presiden.

"Yang ditolak 90% yang dikabulkan 10%. Dari 127 orang meminta permohonan grasi. Yang dikabulkan 10 anak-anak kecil, tunanetra 1 orang, 4 Warga Negara Dewasa, dan 2 WNA," tandasnya

Sumber : seruu.com.

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday139
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week297
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2465
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153668

We have: 69 guests online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017