10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Hukum

Anggota ISIS Pembuat Situs SARA

Jakarta - Minggu, 22-03-2015. Salah satu di antara empat terduga anggota Negara Islam atau ISIS yang ditangkap Detasemen 88 Anti-Teror pada Sabtu (21/3/2015) diduga berperan untuk menyebarkan paham radikal. Orang itu juga diduga telah membuat situs yang mengangkat isu SARA demi menyebarkan kebencian."Memang membuat situs web untuk menanamkan kebencian, kemudian upaya terjadi permusuhan atau SARA," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Terduga ISIS itu, lanjut dia, juga mendistribusi buletin-buletin hasil terjemahan bacaan asing untuk penyebaran paham kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghadadi itu.Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. "Tim gabungan anti terorisme dari Densus, BNPT, Polda Metro Jaya sekarang masih menggeledah di daerah Tangerang, Pertukangan, Tambun, dan Gunung Putri Bogor.

Jadi prosesnya masih berlangsung," ucap Rikwanto.Densus 88 Anti-Teror mengamankan empat orang terduga teroris pada Sabtu kemarin. Mereka berinisial KW, AH, FR, dan AM. Polri menduga mereka berperan memfasilitas para simpatisan ISIS berangkat ke Irak dan Suriah. Mereka juga menghimpun sejumlah dana untuk perekrutan relawan hingga ongkos pemberangkatan ke Irak dan Suriah.Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, ada 514 WNI yang telah bergabung dengan ISIS. Kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu dianggap menjanjikan kesejahteraan bagi mereka yang bergabung dengan ISIS. Maka mereka yang hendak bergabung pun telah menjual harta di tanah air dan berangkat ke Irak dan Suriah. (*tribunnews.com)

KENAPA NASDEM IKUT MENDESAK YASONNA DICOPOT

JAKARTA - Rabu, 18-3-2015. Desakan agar Presiden Joko Widodo segera mereshuffle Menkumham Yasonna Laoly dari jabatannya, semakin menguat.

Tidak hanya datang dari Fraksi Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta beberapa partai yang tergabung di Koalisi Merah Putih (KMP), desakan bahkan sudah muncul dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Politikus Nasdem Zulfan Lindan dalam dialog interaktif di salah satu stasiun televisi swasta kemarin mengatakan, menteri yang tidak mampu menjalankan tugasnya memang harus diganti.

"Kalau Menkumham (Yasonna Laoly) memang dianggap tidak bisa bekerja seperti yang diharapkan, bagi saya sah-sah saja dia direshuffle," ungkap Zulfan.

Dia mengatakan, dalam sebuah pemerintahan, reshuffle bukan hal luar biasa. Karena itu, meski NasDem partai pendukung pemerintahan duet Jokowi-Jusuf Kalla, tapi kata Zulfan, NasDem akan berpikir obyektif.

Artinya, tidak akan melakukan pembelaan mati-matian kepada menteri yang tidak bisa mendukung program-program pemerintah.

Zulfan juga menyayangkan setiap kebijakan yang diambil Yasonna berbuntut kontroversi. Padahal, Yasonna notabene menteri yang berlatar belakang kader partai.

"Menteri yang dari partai semestinya lebih tahu dan menguasai dibanding menteri yang bukan berasal dari partai. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI," tukas anggota DPR RI kelahiran Banda Aceh tersebut. (sis) **jpnn.com

SDA Ajukan Praperadilan dan Menuntut KPK

SP (senin, 23 Feb 2015). Tersangka kasus korupsi dana haji, Suryadharma Ali didampingi tim kuasa hukum, Humphrey R. Djemat dan Johnson Panjaitan mengajukan permohonan pra peradilan, Senin, 23 Februari 2015.
Permohonan pra peradilan diajukan terhadap KPK karena ingin mencari keadilan akibat tindakan penyidik dan pimpinan KPK yang semena-mena menetapkan dirinya sebagai tersangka padahal belum mempunyai bukti permulan yang cukup dalam menetapkan status tersangka terhadap dirinya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Penasihat Hukum Suryadharma Ali menilai penetapan tersangka SDA oleh KPK merupakan hal yang melanggar hukum. Pasalnya, KPK dinilai tidak memiliki cukup bukti untuk menetapkan tersangka. Oleh karena itu, Humprey Djemat menegaskan akan menuntut KPK secara perdata ganti rugi senilai Rp 1 Triliun.

"Kami akan menuntut ganti rugi kepada KPK senilai 1 Triliun rupiah," kata Humprey dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Ia menambahkan bahwa tuntutan ini dilakukan sebagai ganti rugi ketidakjelasan KPK atas penetapan bekas Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus korupsi dana haji. Ia menganggap status tersangka yang telah diterima SDA selama sembilan bulan terakhir telah merugikan SDA baik secara materi maupun moril.
"tindakan penyidik dan KPK semena-mena terhadap penetapan tersangka. Padahal mereka belum punya bukti permulaan yang cukup dalam penetapan status tersangka," lanjutnya.

Satus tersangka Suryadharma Ali sendiri kini genap berusia sembilan. Sebelumnya sejak 22 Mei tahun lalu ia dinyatakansebagai tersangka kasus korupsi dana haji. Suryadharma selaku Menteri Agama disangka melakukan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013.

Dia dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 KUHPidana.

Modus penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang diduga dilakukan Suryadharma antara lain dengan memanfaatkan dana setoran awal haji oleh masyarakat untuk membiayai pejabat Kementerian Agama dan keluarganya naik haji. Keluarga yang ikut diongkosi antara lain para istri pejabat Kementerian Agama. (cnnindonesia.com)

"Goyang Dumang" Kena Kasus Lagi

Pelantun "Goyang Dumang" Cita Citata belum habis dirundung malang, kini ia dera kasus baru
dan di adukan ke Komnas HAM oleh salah satu tokoh masyarakat Papua, Johannes Gluba Gebze.

Cita Citata dinilai menyinggung warga Papua/ Budaya Papua, dengan membuat pernyataan secara terbuka di depan media. Menghadapi kasus ini, Penyanyi dangdut ini akhirnya meminta maaf. Dan menjelaskan kronologi kejadiannya.
Mengapa dirinya bisa mengucapkan kata-kata tersebut
Waktu itu Cita pakai baju Papua terus media tanya 'kenapa mukanya nggak dicorengin?'
Karena khasnya dicorengin. Terus Cita jawab, "Harus dicantikin jadi nggak kayak orang papua'.
Jadi nggak bermaksud menghina, Cita minta maaf, ini bukan bela diri. Tapi benar-benar minta maaf sebesarnya pada warga Papua,"
ujarnya didepan para awak media di Warung Rempah, Kranggan, Bekasi, Senin (16/2/2015).

Cita juga berharap agar Johannes Gluba Gebze, tidak membesarkan masalah ini. Cita beritikad baik ingin meminta maaf secara langsung kepada Johannes.
"Cita harap masalah ini tidak dibesarkan. Cita juga sadar salah. Kalau Cita diharuskan datang, Cita dengan senang hati datang," ujar pelatun Goyang Dumang itu .
Cita mengaku bangga saat mengenakan baju adat Papua. Ia bahkan sempat mengunggah fotonya di akun Instagram pribadinya. Cita sangat meyesal harus ada kesalahpahaman seperti ini dan memohon agar dirinya dimaafkan.
"Cita benar-benar minta maaf. Seribu maaf karena cita tidak bermaksud seperti itu, tidak bermaksud SARA atau menghina," tandas Cita.

Sebelumnya, kepala suku Papua Selatan, Johannes Gluba Gebze, diwakili oleh tim kuasa hukumnya, Dedi J, melaporkan Cita ke Komnas HAM karena telah menyinggung orang Papua. Dalam sebuah acara televisi, Cita menyebutkan dirinya lebih cantik dari orang Papua.
Karena kata-katanya itu, Cita diberikan waktu satu hingga tiga minggu untuk mengklarifikasi serta meminta maaf kepada warga Papua. (SP, Rabu-17 Feb 2015)

Pecandu Narkoba Tidak Perlu Mendekam Di Penjara

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pihak Polri telah menyatakan komitmennya untuk menyelamatkan pecandu narkoba agar direhabilitasi dan tidak perlu mendekam di tahanan.

Kapolri Jendral Poliri Sutarman mengatakan sesuai dengan Undang-undang, bagi pecandu dan korban narkotika yang dengan kesadarannya sendiri melaporkan ke petugas tidak akan diproses atau tuntut pidana.

"Saya imbau bagi orangtua yang tahu putra putrinya ketergantungan, segera laporkan ke kita, tidak perlu malu-malu. Nanti akan direhab," ujar Sutarman, Minggu (26/1/2014).

Sutarman menambahkan pihak Polri akan mendukung penuh dan memfasilitasi jika ada generasi muda yang melapor. Nanti usai melapor, para pecandu akan dikirim ke tempat rehabilitasi.

*sumber : tribunnews.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday103
mod_vvisit_counterYesterday62
mod_vvisit_counterThis week249
mod_vvisit_counterLast week1041
mod_vvisit_counterThis month1464
mod_vvisit_counterLast month4129
mod_vvisit_counterAll days1156796

We have: 37 guests online
Your IP: 107.20.120.65
 , 
Today: Des 12, 2017