10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Politik

Ustad Mashadi : PKS Bubarkan Diri dan Minta Maaf pada Rakyat Indonesia

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Gonjang- ganjing yang saat ini menimpa PKS hingga petingginya harus berurusan dengan KPK, ditambah lagi beberapa tokoh  penting PKS tidak bisa lagi memberikan contoh yang baik kepada umat, membuat pendiri Partai Keadilan (PK) – yang merupakan embrio dari PKS – merasa jengah dan kecewa. Bentuk kekecewaan itu membuat sang tokoh pendiri partai, ustadz Mashadi mengusulkan agar PKS sebaiknya dibubarkan saja.

“Saya minta supaya PKS itu membubarkan diri dan seluruh asetnya dijual dikembalikan ke masyarakat dan kemudian minta maaf  kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar ustadz Mashadi di depan ratusan orang yang menghadiri acara diskusi “Parpol Islam: Solusi Atau Masalah” yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam (FSI) FISIP UI, Rabu lalu.

Pernyataan tegas ustadz Mashadi tersebut disampaikannya sewaktu menanggapi paparan para pembicara dalam acara diskusi tersebut. Alasan beliau meminta agar PKS dibubarkan karena dirinya merasa sangat sedih dan kecewa melihat orang-orang yang dahulu bersama dengan dirinya bisa sampai tersangkut kasus korupsi. Baginya ditangkapnya LHI oleh KPK dan dipanggilnya Hilmi Aminuddin ke KPK merupakan sesuatu yang tidak bisa beliau bayangkan sebelumnya. “Ini benar-benar unpredictable tokoh partai dakwah bisa terlibat kasus seperti ini,” katanya dengan nada kecewa. Menurut beliau jika PKS itu diistilahkan sebagai sebuah brand atau merk dagang, maka PKS sudah tidak layak lagi untuk dijual.

Ditangkapnya LHI dalam kasus korupsi oleh KPK, bagi beliau sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Tidak masuk akal pemimpin puncak jamaah dakwah di Indonesia ditangkap oleh KPK dan ditahan atas tuduhan korupsi,” tegas ustadz Mashadi.

Selain meminta agar PKS membubarkan diri, beliau juga membantah pernyataan salah seorang pembicara diskusi Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, SH yang mengatakan orang-orang yang sekarang di dalam tubuh PKS hanya mengadopsi ideologi Ikhwanul Muslimin. Namun menurut beliau justru PKS itu merupakan representatif Ikhwanul Muslimin yang ada di Indonesia.

Dikenal sebagai sosok bersahaja, ustadz Mashadi termasuk generasi awal gerakan Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) di Indonesia. Di era reformasi, beliau bersama dengan ustadz Abu Ridho-lah yang sangat getol mewacanakan agar jamaah Tarbiyah membentuk partai politik dengan alasan memanfaatkan momen yang terjadi saat itu. Dan di tahun 1999 resmi berdiri partai politik yang berasal dari jamaah tarbiyah dengan nama Partai Keadilan (PK) – yang setelah tidak lolos electoral treshold berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Karena kesederhanaannya sewaktu menjadi anggota legislatif di era PK, Ustadz Mashadi di pemilu 2004 menjadi salah satu ‘jualan’ PKS untuk meraih simpati masyarakat. Dan terbukti pada pemilu 2004, PKS meraih suara yang signifikan.

*Sumber : Arrahmah.com

PPP Siap Menghadapi Pemilu 2014

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Sadar akan pentingnya peran media dalam rangka menghadapi pertarungan politik di Pemilu 2014. Para pimpinan partai berlambang Ka’bah (PPP) pada Kamis (16/5) dengan sigap memenuhi undangan Metro TV melakukan kunjungan ke kantor Media Group.

Rombongan petinggi PPP yang dipimpin oleh Waketum PPP Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPP PPP Emron Pangkapi, Sekjen Romahurmuzy, Fernita Darwis, Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati, dan Ketua Bidang Media Arwani Thomafi bersilaturahmi bersama jajaran petinggi Media Group di kantornya.

Mereka disambut oleh Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan dan Pemimpin Redaksi Media Indonesia Usman Kansong beserta jajarannya.

"Kami bersyukur telah diundang Metro TV, bukan hanya untuk bertukar pikiran, tapi juga untuk mengenal lebih dalam Metro TV itu sendiri, program apa saja yang diadakan pada pemilu mendatang," kata Lukman.

Menurutnya, bagi PPP, Pemilu 2014 nanti berbeda karena selain adanya suksesi kepemimpinan sosial, tapi juga merupakan proses yang menentukan partai mana yang benar-benar eksis dan mampu menampung aspirasi publik.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, Metro TV dan Media Indonesia mengutarakan telah mempersiapkan beberapa program khusus untuk Pemilu 2014. Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Najwa Shihab menjelaskan, beberapa rencana Metro TV dalam mengantisipasi Pemilu 2014, mulai dari debat hingga mengenal profil para parpol peserta pemilu.

"Sama seperti parpol, media punya tantangan sama yakni membuat masyarakat lebih sadar akan politik sehingga mereka bersedia berpartisipasi dalam pemilu," katanya.

Sementara itu, Usman Kansong turut mengemukakan bahwa surat kabar Media Indonesia sejak saat ini juga sudah bersiap menghadapi Pemilu. "Kami sudah memiliki halaman khusus yang memuat berita pemilu," katanya.

Sementara itu, Romahurmuzy berujar bahwa PPP memang memiliki harapan baru di Pemilu 2014. "Kami melihat basis persepsi mayarakat kini semakin aktif. Media memang jadi rujukan masyarakat, khususnya televisi merupakan media paling utama untuk membentuk opini," katanya.

Sumber : Metrotvnews.com

Tommy A Firman : PPP Tidak Setuju dengan Balsem

Jakarta, SUARAPEMBANGUNAN.NET

Pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi pada kisaran Rp.6.000-Rp.6.500 perliter. Pemerintah juga akan memotong dana dari Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk menunjang perbaikan infrastruktur, pemberian beasiswa, dan bantuan langsung sementara (balsem).

Demikian ungkap Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Batoeghana di depan wartawan menjelang Sidang Paripurna DPR RI, Senin (13/5/2013) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, pemotongan anggaran di Kementerian dan Lembaga (K/L) sudah dilakukan sebesar 2,3 persen dengan nilai subsidi hampir Rp.300 triliun yang akan diperuntukan bagi infrastruktur karena menurut Pemerintah, tedapat kelompok masyarakat dari setengah miskin menjadi miskin, yang miskin menjadi lumpuh.

"Ini sekarang yang mau kita bahas karena ada Rp.40 triliun yang diperuntukkan bagi balsem," tukasnya

Ia membantah bahwa, pemberian balsem merupakan modus Partai Demokrat (PD) meraih suara di Pemilu 2014. Menurutnya, semua partai setuju dengan pemberian balsem. "Tidak ada urusannya dengan Demokrat, semua partai sudah setuju mengibarkan bendera. Partai Demokrat berdiri di belakang," ujarnya.

Ditempat sama, anggota Komisi VII DPR RI, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Tommy A Firman membantah pernyataan Sutan Batoeghana. Menurut Tommy, pernyataan Sutan tidak benar karena partainya tidak setuju dengan pemberian balsem. "Itu nggak bener itu, PPP tidak setuju dengan Bantuan Langsung Tunai atau istilah dia balsem," ujarnya.

*Sumber :tambangnews.com

Akbar Tanjung Kritik PPP

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Golkar Akbar Tandjung mengkritik pencalegan artis Engel Lelga di PPP, juga partai lain yang ramai-ramai menjadikan artis sebagai caleg di pemilu 2014 mendatang.  Meski sebelumnya dia mengakui tak banyak mengenal artis tersebut, tapi begitu menjadi caleg di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, meliputi Solo dan sekitarnya, yang merupakan daerah istri Akbar Tandjung,  maka mantan Ketua Umum DPP Golkar itu kecewa dengan caleg-caleg yang ternyata bukan dari hasil kaderisasi partai.

“Saya lihat banyak caleg yang tidak dibesarkan partai, tapi orang-orang yang populer seperti artis, pemodal, pengusaha dan yang mempunyai kekuatan tertentu. Itu jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip penguatan demokrasi dan berarti fungsi parpol tak jalan,” tandas Akbar dalam dialog ‘ Mewujudkan pemilu berkualitas’ bersama Wakil Ketua MPR RI M. Lukman Hakim Saifuddin, dan anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (13/5).

Padahal lanjut Akbar, para caleg tersebut yang akan mengisi dan menjalankan fungsi-fungsi DPR RI, kepemimpinan di eksekutif, yudikatif, pemimpin nasional dan daerah. “Jadi, perjuangan politik itu untuk jangka panjang dan bukan sebaliknya. Karenanya, semua pihak harus mendorong terus perbaikan kelembagaan politik melalui partai termasuk dalam merekrut caleg, yang sesuai dengan ideologi, visi, misi, dan plat form partai untuk perjuangan jangka panjang dan mampu menjalankan tugasnya di DPR,” ujarnya.

Karena itu Akbar berharap parpol memposisikan dirinya sebagai lembaga kaderisasi, bukan semata untuk meraih kekuasaan. Sejatinya menurut Akbar, parpol itu mewujudkan gagasan demokrasi untuk mencapai suatu tujuan kebaikan, kemaslahatan, kesejahteraan, keadilan, kemakmuran bersama, penegakan hukum, ketentraman dan sebagainya. “Gagasan itu aka efektif dicapai melalui kekuasaan. Tapi, saat ini yang terjadi sebaliknya, yaitu menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama partai, dan akhirnya kepentingan rakyat dan negara terabaikan. Semoga ke depan akan lebih baik,” harapnya.

Menanggapi itu Lukman menjelaskan jika di PPP itu terjadi dinamika yang juga sangat kuat. Menurutnya, ada lima katagori kader yang menjadi caleg; yaitu loyalis partai, pekerja partai, pemikir partai, tokoh yang mempunyai dukungan besar, dan ada kontribusi dana. “Kategori itu tak bisa dibanding-bandingkan. Khusus soal artis, saya menentang keras, tapi di internal partai ada dinamika,” katanya singkat.
*Sumber :seruu.com

PPP : Evaluasi Keberadaan Densus 88

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Polri mengevaluasi keberadaan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) seperti dorongan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta, Sabtu (2/3/2013). "Perlu evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan Densus 88," katanya.

Menurut Lukman, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo harus serius menindaklanjuti tuntutan sejumlah ormas Islam yang menghendaki pembubaran Densus 88. Pasalnya, kata dia, sudah sejak lama keberadaan Densus 88 mengusik rasa keadilan masyarakat.

Ia menilai, Densus 88 terkadang terlalu sewenang-wenang dalam pemberantasan terorisme. Anggota Densus kerap melakukan penembakan dan pembunuhan dengan asalan memerangi terorisme. Namun, tindakan itu justru melanggar HAM.

Selain itu, menurut Lukman, sepak terjang Densus 88 dalam pemberantasan terorisme juga sering mengaitkannya dengan agama Islam. Akibatnya, muncul stigma terorisme erat kaitannya dengan umat Islam. "Ini tentu sungguh merugikan dan mendeskriditkan umat Islam. Kondisi inilah yang meresahkan ormas Islam," ungkapnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut Lukman, cukup dilakukan oleh Korps Brimob Polri.

Sumber : kompas.com

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday119
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week119
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2287
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153490

We have: 51 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017