10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Politik

PPP Menolak Uang Saksi

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Dana saksi dalam pemilihan umum hingga kini terus menuai polemik. Dana saksi sebesar Rp 660 miliar itu merupakan uang negara dan hanya dijadikan bancakan partai-partai politik.

Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin dengan tegas menolak dana saksi pemilu yang menggunakan APBN itu diberikan kepada partai politik. Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab negara untuk mengamankan suara dalam proses pelaksanaan pemilu.

"Makanya negara harus bertanggung jawab terhadap pengamanan suara-suara ini sejak dari TPS lalu PPK dan kabupaten kota sampai tingkat provinsi hingga ke tingkat nasional," ujar Lukman kepada wartawan di Komplek Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

Oleh karena itu, tegas dia, perlu ada saksi independen dan netral. "Sebaiknya dana saksi tidak diberikan ke parpol walau tiap parpol punya saksinya masing-masing. Tapi negara menyiapkan saksi yang berfungsi mengawal suara-suara itu," tegas Lukman.

Lukman menyatakan, seharusnya negaralah menyediakan saksi. Sehingga tidak perlu lagi ada uang APBN digelontorkan ke tiap partai politik.

"Saksi harus disediakan oleh negara, bukan parpol," tandasnya.

*sumber : merdeka.com

Bawaslu : Tidak Pernah Anggarkan Dana Saksi Parpol

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Pendanaan saksi partai politik oleh negara tiba-tiba disetujui. Badan Pengawas Pemilu bahkan menegaskan, tak pernah sama sekali meminta tambahan dana pengawasan untuk saksi partai politik.

"Bawaslu tidak pernah mengusulkan untuk adanya dana bagi saksi parpol. Karena kebutuhan kita dana untuk Mitra Pengawas Pemilu Lapangan," ujar anggota Bawaslu, Daniel Zuchron di Kantor Bawaslu, Jakarta, Minggu (26/1/2014).

Menurut Daniel, selama ini selalu ada keluhan kurangnya pengawasan di tingkat TPS. Sehingga Kelompok Panitia Pemungutan Suara tidak memberikan formulir hasil penghitungan suara karena Pengawas Pemilu Lapangan tidak ada di TPS.

Pada akhirnya, Bawaslu memberikan solusi agar dibentuk Mitra PPL, di luar PPL. Persoalannya, untuk pembentukan Mitra PPL tidak ditemukan skema pendanaannya. Karena itu, Bawaslu mengajukan anggaran tambahan untuk Mitra PPL.

Sementara yang diatur dalam undang-undang, hanya PPL di tingkat kelurahan atau desa saja yang mendapatkan anggaran. Maka kemudian, Bawaslu mengajukan agar Mitra PPL diberikan juga dana atau honor, belakangan direstui pemerintah.

"Kemudian kita minta dukungan DPR dan Pemerintah, maka muncul skema Mitra PPL. Penganggarannya seperti apa, itu yang harus dibicarakan. Maka, bagaimana itu bisa terlaksana karena menyangkut soal tagihan kepada Bawaslu untuk menjamin hasik suara di TPS," tambahnya.

Karena fokusnya sejak awal meminta anggaran honor Mitra PPL, fokus Bawaslu adalah memperjuangkan bagaimana itu turun. Daniel mengaku, sampai pada akhirnya Bawaslu mengurusi dana saksi parpol diketahui Ketua Bawaslu, Muhammad.

"(Honor saksi parpol, red) Itu ada kesepakatan antara DPR dan Pemerintah. Bawaslu tahu soal itu, karena ingin memastikan tugas-tugasnya berjalan lewat Mitra PPL. Sejak awal, yang kita sounding soal skema mengamankan hasil pemilu di TPS," tegasnya.

Belum lama ini, Pemerintah menyetujui untuk menggelontorkan dana Rp 1,5 miliar dengan rincian Rp 800 miliar untuk bimbingan teknis dan honor Mitra PPL, dan Rp 700 miliar untuk honor saksi 12 partai Pemilu 2014 di seluruh TPS di Indonesia.

*sumber : tribunnews.com

Publik Enggan Coblos PD dan PKS

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Hasil survei yang diadakan organisasi Pol-Tracking Institute pada akhir Desember 2013 kemarin, menunjukkan publik enggan memilih Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Keengganan ini lantaran beberapa kadernya tersandung kasus dugaa tindak pidana korupsi.

Faktor lain yang menyebabkan kedua partai itu tidak dipilih publik, karena tidak ada tokoh yang diidolakan.

Survei itu dipaparkan Pol Tracking Institute pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Hasil survei yang berjudul Menakar Peta Politik 2014: Pengaruh Terhadap Konfigurasi Politik 2013, dijelaskan langsung oleh Direktur Eksekutif, Handa Yuda AR.

Survei itu menyebut 44,75 persen warga Indonesia enggan memilih Demokrat saat pemilu April mendatang lantaran kasus korupsi atau hukum yang menjerat kadernya. Sementara 13,41 persen beralasan tidak memilih Demokrat karena tidak ada tokoh yang diidolakan pada partai terkait.

Hasil serupa juga terlihat di PKS. Sebanyak 25,28 persen publik enggan memilih PKS lantaran tersandung kasus korupsi atau hukum. Selain itu, 20,81 persen menilai tidak ada tokoh yang diidolakan dari partai tersebut.

Menyusul dua partai itu adalah PDIP, Golkar, Gerindra, Hanura, dan Nasdem. Lima partai ini tidak banyak dipilih karena ketiadaan figur yang diidolakan.

Dari survei Tracking Pol Institute pada tanggal 15 Januari 2014, parpol yang paling banyak diberitakan dalam periode 1 Februari hingga 24 Desember 2013 menempatkan Demokrat dan PKS di dua posisi teratas yakni sebesar 32,4 persen dan 15,3 persen. Namun, pemberitaan untuk kedua parpol itu cenderung negatif.

Terkait survei yang diumumkan hari ini, Pol Tracking Insitute turun ke lapangan untuk mewawancarai responden pada 16-23 Desember 2013. Jumlah responden yang ditanya mencapai 1.200 orang di 33 provinsi.

Metode yang digunakan yaitu multi-stage random sampling dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan tingkat kekeliruan +/- 2,83 persen.

*sumber : vivanews.com

Publik Diminta Pantau Kinerja Bawaslu

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, aktifitas partai politik (parpol) maupun calon presiden (capres) diprediksi semakin meningkat. Hal ini bisa terlihat mulai dari iklan di media dan sebagainya.

Namun, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti meragukan masing-masing capres berani menyebutkan sumber dana yang dipakai. Pada persoalan inilah diperlukannya peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan pengawasan lebih ketat.

"Kalau bawaslunya loyo, sibuk mengurusi dirinya, padahal PPATK sudah kasih sinyal, tapi tidak tahu menahu ya pecuma," kata Ray dalam acara diskusi bertajuk "Mahalnya Ongkos Nyapres" di Jakarta, Sabtu (25/1/2014).

Maka itu dia meminta publik juga ikut memantau kinerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap para peserta pemilu, khususnya menyangkut dana kampanye. "Kita plototin, Bawaslu harus bekerja dari mana sumbernya dan digunakan untuk apa saja," imbuhnya.

*sumber : sindonews.com

Angel Elga : Ikhlas Aja..

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.

Meski foto setengah tubuh telanjangnya yang pernah dipakai sebagai 'cover' album 'Virus' Band Slank tahun 2001 telah beredar luas,Angel Lelga (33) mengaku sudah mengiklaskannya dan tidak akan mencari tahu pelaku penyebaran.

"Saya nggak mau mempertanyakan foto itu siapa yang mengeluarkannya. Saya nggak mau ribut-ribut. Ikhlaskan saja," kata Angel di Coffee Club, Senayan City, Jalan Asia Afrika, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2014) sore.

Bagi penyanyi dangdut dan bintang film yang sekarang berhijab itu, foto telanjang yang sudah tersebar luas tersebut adalah upaya menjatuhkan nama baiknya menjelang digelarnya pemilu esok. Meski begitu, Angel tak mempersoalkannya.

"Buat saya, dunia hiburan dan politik tidak terlalu jauh berbeda, selalu jadi sorotan. Saya harus mawas diri daripada disanjung terus," kata Angel yang pernah berakting di film 'Susuk Pocong' dan 'Pelukan Hantu Janda Gerondong' ini.

Walau diberitakan miring dengan foto telanjang, perempuan yang juga berakting di film 'Rintihan Kuntilanak Perawan' itu merasa namanya turut terangkat. "Saya belum jadi (wakil rakyat), tapi sudah dipantau terus," kata Angel.

Sebelum foto telanjangnya beredar, mantan istri siri Rhoma Irama dan pengusaha batubara Aman Jagau tersebut sempat 'ditelanjangi' presenter berita Najwa Shihab di acara 'Mata Najwa' tayangan MetroTV, sepekan lalu.

Meski apes dua kali, Angel menganggap kedua hal itu sebagai pembelajaran dirinya dalam dunia politik.

"Saya kan orang baru di dunia politik dan akan belajar terus. Oh ini yang salah, oh ini yang benar," ucap Angel.

Artikel Lainnya...

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday146
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week146
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2314
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153517

We have: 72 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017