10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Rumah Tanpa Jendela

Judul : Rumah Tanpa Jendela

Genre : Drama Musikal

Sutradara : Aditya Gumay

Produser : Adenin Adlan dan DR. Seto Mulyadi

Produksi : Smaradhana Pro

Durasi : 105 menit-

Film yang bercerita tentang upaya meraih impian, menjalin persahabatan yang tulus, semangat yang tak pupus dan senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah SWT merupakan angin segar ditengah-tengah kerinduan kita pada hadirnya film anak-anak berkualitas.

Prolog film ini sungguh meninggalkan kesan mendalam dan menghentak. Tentang kemiskinan dan ironi realitas kehidupan di ibukota. Diatas bukunya yang lusuh ia menulis: "Namaku Rara, aku tinggal di Jakarta, dirumah yang sempit di kampung pemulung yang sumpek dengan rumah-rumah tanpa jendela. Apa artinya sebuah jendela, jika kami bisa kehilangan rumah kapan saja, karena digusur. Sebenarnya aku pengen tahu pendapat ibu , Tapi ibu sudah meninggal karena sakit sebelum aku sempat bertanya".

Persahabatan tulus antara Rara (Dwi Tasya) dan Aldo (Emir Mahira). Rara yang ingin memiliki jendela di rumah kumuhnya, selalu percaya bahwa suatu saat keinginannya akan terkabul. Sementara Aldo, anak berkebutuhan khusus, yang membutuhkan teman yang mengerti dirinya.

Rara, tinggal berdua dengan Ayahnya (Raffi Ahmad) dan Neneknya (Ingrid Widjanarko). Di sepetak rumah bedeng kawasan kumuh pemulung. Rumahnya tanpa jendela, karena bedeng itu harus siap digusur kapan saja. Impiannya mendapat udara segar di pagi hari dan menatap bulan sebelum tidur tetap menhantuinya. Sementara Budhe Asih (Yuni Shara) kakak ayahnya memilih meninggalkan rumah tersebut dan menjadi WTS.

Tanpa sengaja, saat menjadi ojek payung, Rara bertemu dengan Aldo. Di tempat kursus melukis, Rara melihat lukisan rumah Aldo yang banyak jendela. Tertarik dengan gambarnya, Rara sengaja menunggu Aldo keluar. Sambil menawarkan ojek payung, Rara mengungkapkan kakagumannya pada gambar Aldo. Malang, setelah menerima bayaran ojek, Rara kecelakaan. Bersama dengan Neneknya (Aty Kanser). Aldo membawa Rara ke rumah sakit dan mengantarnya pulang.

Di gubuk reot itulah, Aldo menemukan banyak teman. Di sana ia juga melihat rumah singgah Rara. Melihat teman-teman Rara yang tulus menjenguk, Aldo merasa nyaman. Ia senang berteman dengan mereka. Selain menyumbang banyak buku, Aldo juga mengajak Rara dan teman-temannya bersenang-senang di rumahnya. Orangtuanya yang sibuk nyaris tidak memperhatikan Aldo.

Lagu-lagu yang ditampilkan dalam film ini (sebagian besar diciptakan oleh Aditya Gumay) juga lumayan bagus, tidak hanya dari segi aransemennya juga pada narasi liriknya yang inspiratif.

Memang film ini sudah ditayangkan di bioskop-bioskop pada bulan Februari 2011, namun penulis merekomendasikan "Rumah Tanpa Jendela" bisa dijadikan tontonan menarik untuk anak-anak dan keluarga dimusim libur sekolah.

posting: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday192
mod_vvisit_counterYesterday158
mod_vvisit_counterThis week350
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2518
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153721

We have: 33 guests online
Your IP: 23.20.162.200
 , 
Today: Nov 20, 2017