10 akhir Ramadhan menunjukkan tingkat keimanan kita, sudahkah khatam Al Qur'an ? atau Ramadhan kali inipun berlalu seperti tahun lalu..

Adakah Ancaman dari Telur 1/2 Matang

Jakarta, SUARA PEMBANGUNAN.
Masyarakat mengenal telur sebagai makanan yang mengandung protein tinggi, sehingga dipilih sebagai asupan energi sehari-hari. Cara mengonsumsinya pun beragam, ada yang digoreng hingga matang, setengah matang, direbus, dan ada pula yang langsung ditelan mentah.

Salah satu penyajian telur yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah dengan memasaknya setengah matang. Cara ini dipercaya dapat menghasilkan kandungan nutrisi lebih banyak di banding metode memasak lainnya.
Ahli Gizi dan Peneliti Pangan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan Bogor, Dr Mien Karmini Mahmud, Msc. mengakui, salah satu keuntungan penyajian telur setengah matang adalah tidak terjadinya koagulasi protein atau penggumpalan protein ketika telur tersebut dimasak. Dengan begitu, nilai protein yang didapat jauh lebih tinggi dibanding cara penyajian lainnya.
"Selain itu, warna dari telur tersebut masih bagus dan rasanya pun manis," ujar Mien Karmini saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.
Namun demikian, lanjut dia, mengonsumsi telur setengah matang juga memiliki risiko bagi kesehatan. Utamanya, jika telur yang hendak dikonsumsi mengandung bakteri salmonella akibat terkontaminasi kotoran ketika masih berada di dalam kandang. Bakteri tersebut dapat mengganggu saluran pencernaan dan mengakibatkan diare, muntah, kejang perut, serta demam.
"Makannya telur harus dicuci terlebih dahulu sebelum diolah. Selain itu, pastikan alat memasak dan alat makan juga higienis," saran Mien Karmini.
Terkait pola konsumsi telur, dia menuturkan, untuk ukuran anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan sebaiknya dalam sehari cukup satu butir telur. Beda halnya dengan atlet yang membutuhkan banyak telur guna membentuk dan menjaga tubuh agar lebih terlihat atletis.
Sedangkan bagi orang yang memiliki riwayat kesehatan seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, sebaiknya membatasi konsumsi telur. "Dalam satu minggu cukup 1 sampai 3 butir telur dengan memperhatikan kadar kolesterolnya," ucap Mien Karmini.
Terkait dengan cara penyajian telur yang baik, ia menekankan, semuanya tergantung kondisi dari orang yang akan mengonsumsi telur tersebut. Bagi orang produktif yang masih memiliki daya cerna bagus, tidak masalah jika mengonsumsi telur matang. Namun perlu diingat, matangnya pun tidak sampai kering karena bisa mengurangi kandungan nutrisi atau protein pada telur.
Sementara bagi orang tua atau usia lanjut lebih bagus mengonsumsi telur setengah matang. "Hal ini kembali lagi karena jika terlalu matang akan terjadi koagulasi protein," terang Mien Karmini.
"Tapi prinsipnya," lanjut dia, "selama proses memasak telur itu benar, apapun sajian atau cara mongonsumsinya, telur tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan."

*Sumber : id.she.yahoo.com
**Penulis : Nurlaelatul Fitrianah

Follow Us

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday73
mod_vvisit_counterYesterday114
mod_vvisit_counterThis week73
mod_vvisit_counterLast week842
mod_vvisit_counterThis month2241
mod_vvisit_counterLast month3527
mod_vvisit_counterAll days1153444

We have: 5 guests online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017